Saturday, October 12, 2019

Masyarakat etnis minoritas Co Tu belajar langkah mengadakan pariwisata

  9nagaasia       Saturday, October 12, 2019
Lebih dari 30 pelancong Jepang turun dari dua bis di stasion Giang. Hampir 10 pemandu wisata yang ialah beberapa pemuda-pemudi etnis minoritas Co Tu dengan ramah tamah menyongsong mereka. Bhriu Thuong, Kepala barisan koordinator wisata komune dengan yakin diri memperkanalkan persinggahaan pertama di jalan Ho Chi Minh pada beberapa pelancong Jepang ini.

Jalan Ho Chi Minh dahulu direkonstruksikan dengan komplet dengan kemah-kemah, klinik, pos perhubungan, tempat persinggahan tentara Vietnam saat lakukan mars ke medan perang dan sebagainya. Semua itu memunculkan keheranan pada beberapa pelancong yang hadir dari negeri matahari keluar ini. Pelukis Tasuma Kanna dengan rambut yang telah ubanan asik menggambarkan truk-truk simpel yang penuh dengan sisa peluru serta bom dari beberapa prajurit Paman Ho dahulu. Sedang, bapak Matsu Moto Gienme yang pernah aktif lakukan banyak kegiatan menyangga perang perlawanan yang adil yang dikerjakan oleh rakyat Vietnam. Hadapi rekonstruksi hutan-hutan yang tersisa batu-batuan karena agen oranye yang disebarkan oleh tentara Amerika Serikat, karena itu ia mencucurkan air mata. Ia menjelaskan: “Perang sebetulnya tidak adil. Saya dapat rasakan penderitaan dari rakyat Vietnam serta saat hadir kesini saya makin kagum pada semangat serta kemauan dari satu bangsa. Dengan mata kepala sendiri lihat beberapa benda tersisa peperangan, karena itu baru pahami bagaimana keinginan akan perdamaian dari rakyat Vietnam. Benar-benar mengesankan”.

Wisatawan bukan sekedar berekreasi serta alami aktivitas-aktivitas penting seperti melihat tarian Tung Tung Ya Ya, kenakan pakaian tradisionil etnis minoritas Co Tu serta berpotret dengan rakyat ditempat, dan juga terbenam dalam ruangan primitif dari air terjun Grang, melihat orang menenun kain ikat serta penyumlaman dengan wanita serta lelaki etnis minoritas Co Tu, lakukan jumpa pergaulan dengan rakyat dalam tarian, nikmati budaya kuliner etnis minoritas Co Tu. Lewat kehidupan seharian serta kegiatan budaya komune dari masyarakat etnis minoritas Co Tu, pelancong bisa bercampur pada situasi seperti hari pesta serta sukses rasakan serta temukan beberapa ciri sendiri yang benar-benar ciri khas dalam kehidupan masyarakat etnis minoritas Co Tu”.

Sesudah acara atraksi di muka rumah Guol yang dikerjakan oleh team vokalis serta penari dukuh Pa Dia, kecamatan Ta Bhing, pelancong merasakan suka saat bisa kenakan baju masyarakat etnis minoritas Co Tu, belajar tarian Tung Tung Ya Ya dengan diarahkan oleh beberapa pemuda-pemudi. Tidak ada ketimpangan, yang ada hanya suara tawa. Ibu Yasaka Otsuky ialah seseorang penggembira serta cepat sekali belajar langkah memanggang daging serta masakan Zo Ra atau dengan diri kita coba penenunan kain ikat. Ia ialah orang yang ikut dengan paling aktif dalam tarian-tarian. Ia menjelaskan: “Semua masakan di sini pada intinya diproses dari beberapa bahan dari rimba seperti babi rimba, sayur-sayuran yang diambil dari pinggiran anak sungai. Baju wanita etnis minoritas Co Tu benar-benar baik, yakni kain ikat, tetapi saya memandangnya berlainan dengan kain ikat di beberapa daerah lain di Vietnam yang pernah saya kunjungi. Tarian tradisionil rakyat di sini tunjukkan kelemah-lembutan dari beberapa gadisnya yang digabungkan dengan kegagah-beranian dari beberapa pemudanya”.

Tidak seperti seperti proyek-proyek wisata komune yang telah digelarkan awalnya, project “Wisata berbasiskan pada komune Co Tu” yang diselenggarakan oleh Organisasi FIDR dengan pengaturan dari kabupaten Nam Giang fokus pada arah inti adalah meningkatkan keinisiatifan komune dengan keterlibatan dari banyak faktor. Untuk layani penyambutan pelancong, project ini sudah membuat system penyelenggaraan paket wisata di kecamatan Ta Bhing dengan beberapa anggotanya ialah masyarakat etnis minoritas Co Tu serta membuat 15 barisan ide komune, contohnya barisan tarian tradisionil, barisan kuliner, barisan penenun, barisan keamanan serta keselamatan wisata dan sebagainya. Tiap barisan memiliki gagasan kegiatan sendiri. Beberapa anggota pada tubuh penyelenggaraan paket wisata bekerja mengkoordinasikan semua barisan untuk bersama layani pelancong.

Baca Juga :

Kongres buku lama, menghidupkan kesayangan pada buku

logoblog

Thanks for reading Masyarakat etnis minoritas Co Tu belajar langkah mengadakan pariwisata

Previous
« Prev Post