Tuesday, June 25, 2019

Pulau Tho Chu pada hari-hari mendekati Hari Raya Tet

  9nagaasia       Tuesday, June 25, 2019
Pulau Tho Chu ialah kecamatan tepian di laut yang terbagi dalam 8 pulau yakni Hon Tu, Hon Cao, Hon Xanh, Hon Nhan dan sebagainya, tapi, masyarakat kecamatan pulau ini dengan pada intinya hidup di pulau Tho Chu lebih dari 500 kepala keluarga serta hampir 2.000 jiwa masyarakat. Mata penelusuran penting rakyat di pulau Tho Chu adalah tangkap serta membudidayakan hasil perikanan serta kerjakan layanan perikanan. Pada tahun ini, meskipun hasil produksi penangkapan hasil perikanan menyusut dengan berati, kehidupan menemui kesusahan, tetapi tidak karenanya karena itu situasi Hari Raya Tet di sini kurang senang. Selama tahun cuma ialah satu Hari Raya Tet, karena itu rakyat di sini benar-benar menunggu-nunggunya. Chin Binh, pedagang hasil perikanan di sini memberitahu: “Pulau ini benar-benar jauh, Hari Raya Tet di sini benar-benar ramai. Kebanyakan orang menanti Hari Raya Tet. Kebanyakan orang ingin memajang banyak barang untuk rayakan Hari Raya Tet serta dengan senang menyongsong tahun baru”.
Lalu lintas tidak praksis seperti di daratan, tetapi market Hari Raya Tet di pulau ini penuh dengan barang dagangan inti untuk keperluan rakyat pada Hari Raya Tet contohnya gula-gula, arak, bir, sayur-sayuran dan sebagainya. Ibu Thieu Ngoc Nhung yang telah hidup di pulau ini sepanjang 21 tahun serta sudah melihat banyak pergantian di pulau ini lewat tiap Hari Raya Tet memberitahu: “Pada sekarang ini, barang dagangan mulai dibawa ke pulau ini untuk layani kebanyakan orang. Mereka mengangkat banyak barang dagangan untuk keperluan rakyat serta tentara. Barang dagangan pada tahun ini semakin banyak terbanding dengan beberapa tahun sebelumnya”.

Kehidupan di pulau Tho Chu pada tahun ini lebih komplet, tidak kalah terbanding dengan daratan. Namun, tiap masyarakat di ini menanti kapal akhir tahun untuk bawa barang dagangan keperluan Hari Raya Tet dari daratan kesini. Sepuluh hari baru ada satu missi kapal yang hadir ke pulau, karena itu hari-hari mendekati Hari Raya Tet di sini jadi senang sama dengan pesta.

Barang dagangan untuk keperluan hiasi rumah untuk rayakan Hari Raya Tet misalnya bunga sutra, beberapa gambar, lampion dan sebagainya banyak dibeli oleh rakyat. Kebanyakan orang inginkan supaya tempat tinggalnya jadi benar-benar cemerlang serta hangat untuk rayakan Hari Raya Tet. Dalam ruangan tamu tiap keluarga di pulau ini diadakan satu cabang bunga Mai kecil. Ibu Ngoc Le, masyarakat pulau ini memberitahu jika tidak seperti bunga Mai di daratan, bunga Mai di pulau ini kelihatannya lebih istimewa, liar serta kuat sebab cuaca di pulau lebih keras terbanding dengan di daratan. Ia menjelaskan: “Kami ambil bunga Mai sendiri di rimba. Di rimba terdapat beberapa pohon Mai. Kami cuma beli beberapa barang fresh dari daratan saja. Keluarga saya mempersiapkan Hari Raya Tet dengan komplet seperti beberapa tahun awalnya. Saban tahun, kami membuat kue Chung serta kue Tet”.

Hari Raya Tet di pulau ini tidak berkecukupan, ramaidan cemerlang seperti di daratan, tetapi penuh dengan perasaan dari beberapa orang yang hidup jauh dari kampung halaman. Sebagian besar masyarakat di pulau Tho Chu hadir dari beberapa daerah Tanah Air yang jauh, cuma ada dikit yang ialah masyarakat asli di sini. Menurut ibu Nguyen Thi Hong Hai, Ketua Asosiasi Wanita kecamatan pulau Tho Chu, sebagian besar masyarakat di pulau ini hadir dari provinsi-provinsi Ca Ingin, Hau Giang, Thanh Hoa, Nghe An dan sebagainya untuk menegakkan usaha. Lebih-lebih , dengan tempat jadi pulau di ujung paling Selatan Tanah Air, pulau Tho Chu ialah tempat persinggahan dari banyak kapal penangkap ikan yang hadir dari banyak propinsi serta kota, karena itu saat Hari Raya Tet datang, wilayah ini terlihat seperti rumah dari golongan nelayan. “Orang-orang yang hidup jauh dari kampung halaman rayakan Hari Raya Tet dengan kami. Golongan nelayan yang tangkap hasil perikanan rayakan Hari Raya Tet di sini, rakyat di pulau memandang mereka jadi sanak keluarga”.

Kalau lihat mengarah daratan, di sina ada keluarga, sanak keluarga, tetangga, namun, semua masyarakat yang tinggal di pulau untuk rayakan Hari Raya Tet. Sebab pulau Tho Chu ini sudah jadi kampung halaman ke-2 mereka. . Waktu lebih dari 20 tahun hidup di sini, kian waktu itu cukup sudah buat putra-putri laut seperti ibu Nhung, Le serta bapak Binh pilih pulau Tho Chu jadi rumah. Musim semi sudah benar-benar.
logoblog

Thanks for reading Pulau Tho Chu pada hari-hari mendekati Hari Raya Tet

Previous
« Prev Post