Thursday, June 27, 2019

Hari Sajak Vietnam 2019-Jembatan penghubung untuk bawa sajak Vietnam mendunia

  9nagaasia       Thursday, June 27, 2019

Hari Sajak Vietnam berjalan di lebih dari 100 tempat di semua negeri. Namun, terutamanya di kuil sastra Van Mieu-Quoc Tu Giam, kota Hanoi, momen ini jadi lebih spesial sebab ada keterlibatan lebih dari 150 penyair, penterjemah serta pengarang populer di dunia yang hadir dari 43 negara serta teritorial, salah satunya ada Ketua Persatuan Pengarang beberapa negara. Pengarang Huu Thinh, Ketua Persatuan Pengarang Vietnam memberitahu: “Mereka ialah beberapa orang yang memiliki kejuruan spesialis benar-benar dalam serta populer. Sepanjang ada di Vietnam, mereka sudah bawa sajak serta kesenangannya untuk lakukan jumpa pergaulan dengan kita, terutamanya adalah dimanapun mereka memberikan pujian pada kehidupan rakyat Vietnam, memberikan pujian pada tempat serta ciri-ciri herorik dari orang Vietnam dalam waktu peperangan serta memberikan pujian pada Vietnam jadi negara yang punyai kebudayaan yang telah berumur lama. Mereka dengan mesra memberi dukungan rakyat Vietnam dalam membuat serta bela Tanah Air. Mereka mengatakan beberapa hal yang sepenuh hati dari beberapa pengarang di dunia buat Vietna. Kita tidak pernah punyai ajang sajak yang sukses mengumpulkan banyak bintang yang jelas dari beberapa pengarang di luar dan dalam negeri seperti kali ini”.

Tidak memutuskan ajang sajak tradisionil serta sajak kekinian seperti beberapa tahun awalnya, Hari Sajak Vietnam 2019 dibagi jadi ajang sajak tradisionil serta ajang sajak internasional dengan arah membuat ketentuan pada beberapa penyair internasional dapat memanifestasikan karya-karyanya di Vietnam atau lakukan jumpa pergaulan dengan beberapa penyair Vietnam. Diselangi dengan acara-acara kesenian yang kental dengan selar kebudayaan Vietnam, beberapa penyair internasional serta penyair Vietnam dengan bergilir memanifestasikan karya-karya sastranya. Yang tipikal adalah penyair wanita Eva Antonshchenko Muckova dari Slovakia yang membacakan 3 sajak dalam bahasa Vietnam, penyair Indra Wossou dari Afrika Selatan, penyair Graham Mort dari Inggris, penyair Martha Collins dari Amerika Serikat, penyair Burne Sambun dari Monggolia dan sebagainya yang memanifestasikan karya-karya baru mengenai Vietnam, bertepatan itu mengenalkan negeri mereka pada golongan fans sajak Vietnam. Penyair Eva Antonshchneko Muckova menjelaskan: “Suasananya benar-benar spesial, saya benar-benar terharu. Beberapa teman dekat asing membacakan sajaknya, yang paling saya gemari adalah saat mereka membacakan sajak dalam bahasa ibu, sebab saya dapat merasakaan intonasi tiap bahasa. Saya benar-benar suka pada sajak Vietnam, bahkan juga senang sampai pada skala saya mulai membuat sajak dalam bahasa Vietnam”.

Di kesempatan Hari Sajak Vietnam ini, beberapa penyair sama-sama membacakan sajaknya, bersama memberi komentar serta berbahas serta di muka ajang sajak ini, beberapa jiwa yang sama iramanya dapat share, bersimpati serta dengarkan. pada Hari Sajak Vietnam, kesusastraan Vietnam sudah dikonektivitaskan dengan beberapa negara di dunia, beberapa pengarang serta penyair jadi duta-duta pertemanan. Momen ini adalah peluang buat sahabat-sahabat internasional untuk lebih pahami mengenai sajak Vietnam. Penyair Gjeke Marinaj dari Amerika Serikat mengatakan perasaannya sesudah dengarkan karya-karya sajak yang dikatakan oleh beberapa penyair Vietnam seperti berikut: “Sajak serta sastra Vietnam mempunyai keunikan sendiri serta berbeda dengan beberapa negara lain di dunia. Dalam sajak Vietnam ada beberapa hal yang baik, indah, halus serta lembut. Anda dapat rasakan ciri indah sajak Vietnam. Alam seputar, manusia serta asmara jadi instrumen untuk membuat keunikan sendiri dari sajak Vietnam”.

Melampaui halangan bahasa serta jarak geografi, sajak memiliki tenaga yang mirakel untuk mengkonektivitaskan manusia. Supaya keikut-sertaan dalam Hari Sajak Vietnam jadi satu kenangan yang pantas diingat buat tiap penyair internasional saat hadir ke Vietnam. Pengarang, penyair Irak, Naseer Flaiih Hassan Flaih Hassan menjelaskan: “Saya merasakan benar-benar senang ketida ada di sini. Saya lihat jika Vietnam ialah satu negara yang indah, tarian tradisionalnya benar-benar menyenangkan, alam sekelilingnya serasi. Saya dapat berjumpa dengan beberapa orang yang akrab. Saat ini, saya punyai banyak inspirasi mengenai manusia Vietnam serta sajak Vietnam. Saya tahu jika sajak punyai tempat yang cukup penting. Saya mengharap akan mempunyai kumpulan-kumpulan sajak Vietnam saat pulang kembali pada Tanah Air, saya akan membaca sajak-sajak Vietnam, saya benar-benar menyukai sajak Vietnam”.

Dalam kerangka Hari Sajak Vietnam 2019, Persatuan Pengarang Vietnam sudah menerbitkan pilihan sajak dengan nama “Hasrat akan perdamaian” yang terbagi dalam 108 buah sajak ciptaan beberapa penyair Vietnam sepanjang 10 era menegakkan negara serta membuat Tanah Air. Kelompok sajak ini diciptakan dalam bahasa Inggris supaya beberapa penyair, balai penerbitan serta beberapa periset dapat dikit pahami tentang semangat kemerdekaan serta keinginan akan perdamaian dari orang Vietnam.
logoblog

Thanks for reading Hari Sajak Vietnam 2019-Jembatan penghubung untuk bawa sajak Vietnam mendunia

Previous
« Prev Post