Saturday, May 4, 2019

Wayang golek kepala kayu budaya yang ciri khas di propinsi Nam Dinh Vietnam Utara

  9nagaasia       Saturday, May 4, 2019
Dalam khazanah budaya nonbendawi tradisionil Vietnam, propinsi Nam Dinh, Vietnam Utara dipandang seperti satu diantara tempat awalannya seni wayang golek air yang ciri khas dengan desa-desa wayang golek yang populer seperti desa Rach, kecamatan Hong Quang, desa Chua, kecamatan Nam Giang, kabupaten Nam Truc atau desa Lieu De, kabupaten Nghia Hung. Tapi dikit orang tahu jika wilayah Nam Giang ini sukses mengawasi wayang golek yang paling ciri khas di Vietnam, yakni wayang golek kepala kayu di pagoda Dai Bi. Ini bukan sekedar adalah macam seni, dan juga bawa banyak karakter spiritualitas, sebab dia cuma ditampilkan tadi malam saja dalam satu tahun untuk memuja dewa di pagoda Dai Bi.
Wayang golek kepala kayu

Lakukan pertunjukan wayang golek untuk memuja dewa adalah permainan folklor dimana asal-usulnya sampai saat ini masih adalah hal yang masih rahasia serta belum jelas. Menurut Upadhaya Thich Ban Thuc, pengurus pagoda Dai Bi, pagoda ini dibangun oleh Dewa Tu Dao Hanh pada jaman dinasti Ly tahun 1037 serta permainan wayang golek muncul saat ada pagoda ini. Legenda bercerita jika sesudah hadir ke Tay Truc untuk ambil Kitab Suci Agama Buddha serta saat pulang kembali pada pagoda, Tu Dao Hanh sudah menciduk satu bungkusan di permukaan air, saat dibuka ia temukan ada 6 bayi cacad. Ia sudah merawatnya serta membesarkannya jadi beberapa orang yang berguna dalam kehidupan dan dari sana, cerita itu dirubah jadi pertunjukan wayang golek. Upadhaya Thich Ban Thuc memberitahu: “Saban tahun, saat hari pesta datang, rakyat bernyanyi-nyanyi untuk memuja dewa. Nyanyian di hari pesta ini pada intinya untuk memuja dewa, jadi bukan mengabdi pertunjukan. Saban tahun sampai tanggal 30 Hari Raya Tet, rakyat mengadakan pertunjukan wayang golek untuk memuja dewa dari jam 19 malam sampai jam 23.30 malam”.

Jika dalam pertunjukan wayang golek yang lain, tokonya diberi nama wayang golek, tetapi wayang golek kepala kayu di pagoda Dai Bi diberi nama “Patung Dewa”. Patung-patung dewa ini ialah patung kepala manusia. Umumnya, semua patung ini ditempatkan dalam kamar penting dalam padoga serta cuma dikeluarkan di hari pesta. Menurut beberapa artisan desa ini, kelompok Patung Dewa ini berumur lebih dari 200 tahun. Saat bawa patung ini ke depan pertunjukan, beberapa kakek dalam group wayang golek harus lakukan ritual pemujaan serta kenakan pakaian pada patung ini dengan cermat. Instrumen musik dalam upacara pemujaan dewa ini terbagi dalam 2 kentungan, 4 gendang dan sebagainya. Meskipun cuma ada satu gugus instrumen musik perkusi saja, tetapi ada sampai 26 lagu dengan 32 irama yang begitu beranekaragam, susah serta semua dalam bahasa Vietnam kuno. Semua seniman serta pemain musik dalam malam pesta ialah masyarakat desa. Mereka bergabung tanpa ada memperbedakan umur, skala pengetahuan serta pun tidak mendapatkan uang capek, mereka mengatakan jika jika bisa memberi service dalam group wayang golek, bisa mengusung Patung Dewa, hal tersebut telah adalah satu kehormatan. Nguyen Tien Dung, anggota Himpunan wayang golek Oi Loi, pagoda Dai Bi memberitahu: “Kami beraktivitas kesenian ini dengan suka-rela. Kami dengan suka-rela memberikan cost untuk lakukan pertunjukkan dengan kemauan menjaga ciri budaya kuno ini”.

Panggung untuk pertunjukan itu tidak istimewa serta susah, hanya satu gorden yang dipasang pada dua tiang serta beberapa pemain serta penyanyinya berdiri di belakang gorden serta ke arah muka pada altar Sang Buddha serta Dewa Tu. Patung-patung kepala kayu yang disimpan dalam kamar pemujaan kelihatannya seperti benda mati tetapi saat ditampilkan oleh beberapa artisan saat malam pesta jadi terlihat begitu hidup-hidup di tengahnya nyanyian yang menarik menurut cerita kuno serta dalamnya memberikan pujian pada raja, hulubalang, memberikan pujian pada perdamaian, kesejahteraan, mendidik kepribadian manusia, kepribadian keluarga, merangsang permasalahan belajar, perasaan suami-istri serta lai-lain. Doan Huu Song, anggota himpunan wayang golek memberitahu: “Nyanyian dalam pertunjukan wayang golek ini begitu susah dipelajari, sebab dia harus sesuai irama kentungan, gendang serta sesuai semua tarian. Tiga unsur ini harus dimainkan cocok baru dapat membuat daya tarik”.

Pertunjukan-pertunjukan wayang golek itu kelihatannya bawa jiwa pemirsa dalam dunia spiritualitas serta sarat dengan jiwa Vietnam, ke arah manusia ke nilai kejuruan, kebaikan serta keindahan. Wayang golek kepala kayu di pagoda Dai Bi sudah direkam oleh Institut Riset Musik jadi bahan dokumen. Semua periset membuat naskah dokumen untuk dikatakan pada Kementerian Kebudayaan, Berolahraga serta Pariwisata Vietnam untuk mengaku macam wayang golek di pagoda Dai Bi ini jadi warisan budaya nonduniawi nasional. Jika berpeluang, mari anda sekaligus berkunjung ke pagoda Dai Bi sekali di hari pesta untuk rasakan beberapa ciri yang ciri khas dari macam wayang golek kepala kayu ini.
logoblog

Thanks for reading Wayang golek kepala kayu budaya yang ciri khas di propinsi Nam Dinh Vietnam Utara

Previous
« Prev Post