Sunday, May 5, 2019

Vietnam aktif mengawasi pusaka budaya nonbendawi UNESCO

  9nagaasia       Sunday, May 5, 2019
Konvensi UNESCO mengenai konservasi pusaka budaya nonbendawi sudah ikut mengawasi pusaka nonbendawi, jamin perasaan penghormatan pada pusaka budaya nonbendawi semua komune, tingkatkan kemahaman serta tanggung-jawab tiap masyarakat serta tiap negara mengenai makna khusus pusaka budaya nonbendawi. Sesudah 10 tahun ikut juga dalam Konvensi UNESCO itu, Vietnam sudah sukses memperjelas efektivitas Konvensi sebab sudah lakukan langkah yang pas dalam mengkonservasikan serta meningkatkan nilai-nilai pusaka sesuai prinsip dalam Konvensi.
Pertunjukan musik Istana, pusaka budaya nonbendawi umat manusia

Budaya nonbendawi adalah satu sisi yang penting dalam khazanah pusaka budaya tiap bangsa, adalah satu sisi yang membuat keanekaragaman budaya serta jamin perubahan yang berkaitan. Permasalahan mengkonservasikan serta meningkatkan nilai-nilai pusaka nonbendawi dilihat serta dikerjakan oleh Pemerintah Vietnam sebelumnya ada Konvensi UNESCO 2003. Dalam programa tujuan nasional mengenai kebudayaan Vietnam pada tahun 1997 sudah ada pekerjaan mengumpulkan, mengkonservasikan serta meningkatkan nilai semua pusaka budaya nonbendawi dari semua etnis. Profesor Muda, Doktor Nguyen Chi Ben, Institut Kebudayaan serta Kesenian Vietnam memberitahu: “Pengaruh besar dari Konvensi 2003 adalah Vietnam sudah sukses membuat satu naskah undang-undang mengenai pusaka budaya, Undang-Undang ini mempunyai satu bab mengenai pusaka budaya nonbendawi. Vietnam sudah menggelarkan dengan begitu efisien koleksi, dokumentar, riset, konservasi serta peningkatan semua pusaka nonbendawi. Kementerian Kebudayaan, Berolahraga serta Pariwisata Vietnam sudah membuat bank data mengenai semua pusaka budaya nonbendawi dari 54 etnis Vietnam. Dampak paling besar dari Undang-Undang mengenai Pusaka Budaya Vietnam serta Konvensi UNESCO 2003 adalah menggugah pemahaman komune, serta badan-badan negara mengenai nilai pusaka budaya nonbendawi”.

Dalam program untuk periode 2012-2015, biaya keuangan Negara untuk pekerjaan konservasi semua pusaka nonbendawi sebesar VND 170,5 miliar. Beberapa daerah di tiap propinsi serta kota keluarkan VND 50 miliar dari biaya keuangannya untuk pekerjaan ini. Pusaka budaya nonbendawi adalah jiwa dalam kehidupan warga. Komune masyarakat ialah pencipta sampai penjaga dan pencinta nilai budaya. Tran Minh Ca, Wakil Ketua Komite Rakyat propinsi Quang Nam, Vietnam Tengah share pengalaman dari daerahnya seperti berikut: “Menyedari makna khusus pekerjaan mengawasi serta meningkatkan nilai pusaka budaya nonbendawi, selain memerhatikan pembangunan serta peningkatan sosial-ekonomi, propinsi Quang Nam tetap memerhatikan konservasi pada semua macam pusaka budaya nonbendawi. Terutamanya adalah pusaka-pusaka budaya nonbendawi yang berkaitan dengan pusaka budaya dunia seperti bidang kota kuno Hoi An, zone menara My Son, zone cadangan biosfir Cu Lao Cham. Kami dengan spesial menjunjung tinggi fungsi serta tanggung-jawab warga dalam mengawasi pusaka yang dihubungkan dengan pembangunan lingkungan budaya, kehidupan berbudaya di kelompok rakyat dengan mengawasi pusaka untuk meningkatkan sosial-ekonomi dengan berkesinambungan”.

Saat melakukan Konvensi UNESCO 2003 mengenai konservasi pusaka budaya nonbendawi, Vietnam mendapatkan penilaian tinggi dari semua negara anggota ataupun kelompok ahli spesialis mengenai keterlibatan yang berhasil-guna. Profesor Oska Salemink dari Kampus Amsterdam, Belanda menjelaskan: “Vietnam salah satu di antara beberapa negara yang paling sukses dalam ajukan dokumen-dokumen untuk mendapatkan pernyataan dari UNESCO. Lagu rakyat Ca Tru ialah satu contoh. Pada kurang lebih 15 tahun kemarin, tidak ada beberapa orang, cuma lanjut usia saja yang dapat menyanyikan lagu rakyat Ca Tru ini. Pada 15 tahun kemarin, Kementerian Kebudayaan, Berolahraga serta Pariwisata Vietnam sudah mengadakan kursus-kursus di kota Hanoi bermaksud generasi muda akan mewarisinya. Saat ini, lagu rakyat Ca Tru sudah mendapatkan pernyataan. Ke-2 adalah, saban hari dapat melihat serta dengarkan lagu rakyat Ca Tru di malah kota Hanoi. Beberapa orang Vietnam, salah satunya ada generasi muda serta beberapa orang asing sudah mengetahui lagu rakyat Ca Tru serta begitu memujinya”.
Sukses yang diraih Vietnam sesudah 10 tahun ikut juga dalam Konvensi UNESCO mengenai konservasi pusaka budaya nonbendawi jadi bukti yang paling jelas buat kebijaksanaan investasi yang dikerjakan oleh Negara Vietnam serta pekerjaan mengawasi serta meningkatkan semua nilai yang tidak ternilaikan harga nya dari bangsa. Pada lokakarya berkenaan dengan peringatan ulang tahun ke-10 lahirnya konvensi UNESCO mengenai konservasi pusaka budaya nonbendawi dari UNESCO, Pham Cao Phong, Kepala Direktorat, Sekretaris Jenderal Komite Nasional UNESCO Vietnam tunjukkan: “Konvensi UNESCO mengenai konservasi pusaka budaya nonbendawi memberi sumbangan penting dalam kebudayaan Vietnam. Salah satunya, ada 7 pusaka yang sudah mendapatkan pernyataan dari dunia. Ini bermakna Vietnam tetap memberi sumbangan aktif dalam mengkonservasikan pusaka budaya umat manusia di semua dunia”.

Sukses-sukses yang diraih Vietnam dalam melakukan dengan efisien konvensi membuat keyakinan dari pihak UNESCO, supaya dari sana, UNESCO memiliki komitmen tetap share serta menolong Vietnam dalam soal pengalaman serta jalan keluar penerapan untuk beberapa langkah untuk beberapa langkah menguatkan selanjutnya proses “realisasi” semua tujuan mengenai penjagaan pusaka budaya.
logoblog

Thanks for reading Vietnam aktif mengawasi pusaka budaya nonbendawi UNESCO

Previous
« Prev Post