Friday, May 3, 2019

Upacara meminta hujan dari rakyat etnis minoritas Kho Mu Vietnam

  9nagaasia       Friday, May 3, 2019
Rakyat etnis minoritas Kho Mu selalu lakukan upacara meminta hujan sebelum sebarkan biji di huma. Ini ialah upacara  meminta pada yang maha kuasa, nenek moyang serta dewa agar mendapatkan panenan yang sukses. Upacara mehohon hujan yang diadakan rakyat etnis minoritas Kho Mu menggambarkan keyakinan rakyat pada alam seputar, pada semua makhluk mempunyai jiwa.
Adat mencuci tangan dalam upacara memohon hujan dari rakyat Kho Mu

Telah jadi rutinitas, pada awal bulan April, rakyat etnis minoritas Kho Mu di dukuh Ten, kabupaten Muong Phang, propinsi Dien Bien dengan bergelora mengadakan upacara meminta hujan, satu diantara upacara yang besar dalam satu tahun untuk warga di sini. Quang Van Muon, Sekretaris Komite Partai Komunis Vietnam dukuh Ten memberitahu jika meskipun langkah produksi sudah alami pergantian, tapi, orang Kho Mu tidak lupa akan asal muasalnya, tidak lupa akan ritual-ritual tradisionil bangsanya. Oleh karenanya, upacara meminta hujan jadi langkah buat warga Kho Mu untuk menempatkan kepercayaannya pada bumi serta langit. Bapak Quang Van Muon menjelaskan: “Upacara meminta hujan telah ada lama, telah jadi adat, karena itu dahulu, pada bulan April rakyat membuat lobang serta sebarkan biji, saat ini cuma sebarkan biji saja, tapi rakyat masih ingat akan ajaran nenek moyang jika membuat upacara meminta hujan pada bulan April bermakna meminta hujan untuk pohon padi, palawija. Nenek moyang mengajar jika jika tidak lakukan upacara ini cuaranya tidak baik, serta tidak mendapatkan panenan”.

Bapak Quang Van Muon memberitahu jika upacara meminta hujan tidak berjalan pada suatu hari yang tersendiri pada bulan April. Hari diselenggarakannya upacara itu diambil dengan ilmiah oleh seseorang sesepuh di dukuh. Ini ialah orang yang berwibawa serta mendapatkan keyakinan warga dukuh. Opini yang diajukannya harus dikerjakan oleh semua warga di dukuh. Di hari berlangsungnya upacara, saat pagi harinya, semua masyarakat bangun awal untuk pergi ke huma seperti biasa. Luong Van Khan, 54 tahun memberitahu jika “Setelah usai berhuma, masyarakat akan berhimpun untuk lakukan upacara meminta hujan. Hari pesta begitu senang, ada acara menyanyi serta menari dengan terdapat beberapa pemirsa. Semua keluarga menyembelih babi serta ayam untuk mengundang masyarakat dukuh hadir ikut senang. Keluarga yang tidak melakukan pun tidak disalahkan, tetapi menurut tradisi istiadat etnis, tidak bisa tidak melakukan. Harus melakukan upacara ini baru bisa sukses dalam lakukan usaha”.
Semua dukuh membuat satu hidangan bersamanya. Sajiannya tidak macam-macam, semua ialah beberapa produk yang dibuat sendiri oleh warga. Tiap orang memberi dikit sumbangan hingga membuat talam hidangan jadi lebih kaya raya. Semua masyarakat di dukuh Ten sepenuh hati ke arah hari pesta bersama dengan etnisnya.

Saat semua ritual usai dikerjakan, suara gong serta bonang bergema, menggerakkan semua peserta ikut menari-nari. Tarian yang berjingkat-jingkat serta halus menurut irama gong serta bonang begitu meriah serta berapi-api. Pada intinya penari mencitrakan diri pribadi. Tidak terikat dalam susunan, lalu berbaur pada komune tanpa ada memperbedakan siapa penari yang penting serta siapa yang sambilan hingga membuat satu blok antara beberapa penari serta pemirsa. Semua tarian pada upacara meminta hujan ke arah langit serta bumi misalnya tarian meminta hujan, tarian menebar bijih dan sebagainya. Luong Thi Lua dengan senang memberitahu: “Upacara ini berjalan sekali satu tahun serta meskipun terdapat beberapa upacara yang lain pesta, tapi upacara meminta hujan membuat kami rasakan senang. Kebanyakan orang menempatkan keyakinan pada upacara itu. Kami rasakan begitu senang, kehidupan kami bersandarkan pada huma, karena itu kami inginkan terdapatnya cuaca yang baik. Serta kami menyanyi serta menari supaya langit serta bumi pahami akan keinginan kami”.
Satu musim huma hadir pada rakyat etnis minoritas Kho Mu di dukuh Ten. Semua keinginan serta semua keyakinan rakyat sudah dikirim serta dikatakan lewat semua ritual, nyanyian serta tarian tradisionil. Keceriaan ini hari adalah motivasi buat mereka untuk menangani semua kesukaran di muka mata. Mereka akan ikut senang setuntas-tuntasnya pada upacara meminta hujan, lalu besok, mereka selalu mengawali satu musim huma baru.
logoblog

Thanks for reading Upacara meminta hujan dari rakyat etnis minoritas Kho Mu Vietnam

Previous
« Prev Post