Friday, May 3, 2019

Tradisi lomba jukung Ngo rakyat Khmer di propinsi Soc Trang vietnam

  9nagaasia       Friday, May 3, 2019
Rakyat etnis minoritas Khmer memiliki banyak pesta tradisi, salah satunya, Pesta tradisi Ooc Oom Boc serta lomba jukung Ngo tradisionil ialah pesta tradisi yang dari yang lain serta dilangsungkan terakhir dalam satu tahun. Lomba jukung Ngo adalah peluang buat rakyat Khmer Nam Bo untuk berhibur sesudah hari-hari kerja yang sulit payah. Macam berolahraga yang atraktif serta bergelora ini datang dari tradisi istiadat rakyat Khmer dahulu. Dikisahkan, jukung Ngo dahulu ialah alat peralatan untuk tentara serta rakyat dalam menentang musuh di sungai. Tiap pagoda memiliki satu jukung serta jukung ini dijaga keras.
Jukung Ngo rakyat etnis minoritas Khmer

Tradisi lomba jukung Ngo berada di sejumlah besar dari semua propinsi di wilayah dataran rendah sungai Mekong, tapi yang paling berkembang di propinsi Soc Trang. Dahulu, lomba jukung Ngo di propinsi Soc Trang diadakan di Pcam-ken-tho, kecamatan Tham Don, kabupaten My Xuyen.Tempat penyelenggaraan lomba jukung Ngo ini sudah dipindahkan seringkali, tapi, saat ini, untuk penuhi keinginan rakyat, membuat ketentuan pada kebanyakan orang untuk melihat dengan lebih praksis, karena itu lomba jukung Ngo diadakan di kota madya Soc Trang. Dari sana, setiap saat malam purnama bulan 10 menurut kalender imlek, dengan pesta tradisi Ooc Oom Boc, karena itu lomba jukung Ngo diselenggarakan di Kinh Xang yakni sungai Masperos, kota Soc Trang saat ini.
Di pusat kota Soc Trang, saat malam sebelum penyelenggaraan lomba jukung Ngo, beberapa pemirsa hadir dari semua wilayah. Itu ialah satu malam begadang. Di sungai, sinaran lampu jadi cemerlang dengan semua jenis warna. Tiap gusus jukung Ngo berhimpun untuk lakukan jumpa transisi, tiap jukung ialah satu kelompok bunga yang jelas. Suara genderang Chaydam, suara seruling, musik Rombong serta suara nyanyi jadi meriah.

Pagi hari penyelenggaraan lomba jukung Ngo baru waktu yang dinanti-nantikan. Semua team jukung Ngo mengawali pertandingan. Di dua tepian sungai Masperos di tengahnya kota Soc Trang yang panjangnnya hampir dua km. telah penuh dengan pemirsa, tidak ada tempat yang kosong. Beberapa pemirsa bukan sekedar masyarakat di propinsi Soc Trang saja, dan juga ada pelancong dari propinsi lain serta bahkan juga pelancong luar negeri. Bukan sekedar rakyat Khmer yang ingin menontonnya, tetapi rakyat etnis Kinh serta Tionghoa sangat menyukainya. Tran Xuan Canh di propinsi Soc Trang memberitahu: “Olahraga ialah penting buat rakyat Khmer sejak dahulu sampai saat ini. Semua nomer berolahraga lain diikutsertakan dalam pesta tradisi ini, tapi yang sangat penting adalah lomba jukung Ngo ini. Team yang mendapatkan penghargaan hasilnya diberi semua pada pagoda. Penghargaan itu menolong pagoda membuat infrastruktur materiil. Beberapa peserta tidak membutuhkan uang, tetapi ikut juga untuk keceriaan saja”.

Kakek Giang Thich, pada tahun ini telah berumur 80 tahun, tapi masih hadir kesini untuk melihat lomba jukung Ngo ini. Ia mengatakan jika jukung Ngo dilahirkan dari ciri kehidupan komune masyarakat yang hidup dengan padi sawah. Mereka memakai jukung ini jadi alat melancong. Menurut kakek Giang Thich, dahulu di rimba terdapat beberapa binatang buas serta di sungai terdapat beberapa buaya, masyarakat jika berjalan di rimba diancam oleh harimau karena itu mereka harus berjalan di sungai, tetapi di sini masih diancam oleh buaya. Dari citra ular Naga, karena itu rakyat Khmer sudah sukses membuat jukung yang berupa ular ini. Dua ujung jukung ini melengkung, tetapi sisi ujung di muka jukung lebih rendah terbanding dengan sisi ujung di belakang. Di ujung jukung tetap dihiasi dengan bentuk binatang, burung untuk mempercantik jukung, sekaligus juga memanifestasikan kemampuan jukung. Saat ini, ada banyak jukung dihiasi dengan untaian padi atau beberapa lambang yang bawa makna pesta tradisi atau produk ciri khas di wilayah. Rakyat Khmer tetap memandang jukung Ngo ini jadi benda yang suci dari dukuhnya serta cuma memakainya pada hari-hari pesta yang penting saja. Kakek Giang Thich menjelaskan: “Sejak dahulu sampai saat ini, saya ikut juga dalam semua lomba jukung ini. Saya menyarankan keterlibatan anak serta cucu. Saya begitu menyukai nomer berolahraga ini. Saat bisa melihat lomba jukung ini, saya rasakan kembali pada waktu muda”.

Jukung Ngo selalu dibikin dengan sumbangan tenaga serta dana dari rakyat. Jukung Ngo ini ialah harta benda bersama dengan, disimpan serta dibela dengan keras di pagoda. Tiap pagoda di propinsi Soc Trang berupaya membelanjai satu jukung Ngo yang paling baik untuk teamnya. Langkah lomba jukung Ngo selalu ialah pertandingan antara dua jukung dengan jarak 1.200 mtr. untuk putra serta 800 mtr. untuk putri. Saat perintah keberangkatan diberi, tiap pasangan jukung cepat ke arah ke tujuan. Suara genderang, pengeras suara berbaur pada suara tepukan tangan hingga menggelorakan situasi satu penggalan sungai.
logoblog

Thanks for reading Tradisi lomba jukung Ngo rakyat Khmer di propinsi Soc Trang vietnam

Previous
« Prev Post