Monday, May 20, 2019

Supaya lagu rakyat Vi serta Giam sebanding jadi pusaka budaya umat manusia

  9nagaasia       Monday, May 20, 2019
Sesudah masa-masa menyongsong gelar Pusaka Budaya Nonbendawi Umat Manusia yang diserahkan kepada lagu rakyat Vi serta Giam, pimpinan dua propinsi Nghe An serta Ha Tinh, dua propinsi tempat lahir serta mengembangnya lagu rakyat ini sudah memperjelas komitmennya dalam mengkonservasikan serta meningkatkan nilai pusaka. Pekerjaan itu pasti begitu susah, khususnya saat lingkungan pagelarannya sudah hilang, sawah-sawah tanaman pohon kertau, rumpunan pohon bambu serta dermaga sungai tidak jadi landasan buat lagu rakyat Vi serta Giam . Namun, permasalahan menjaga sepenuhnya semua kelub lagu rakyat Vi serta Giam di desa-desa sudah ikut memperkokoh serta melestarikan lagu rakyat Vi serta Giam di kelompok komune.

Telah 10 tahun ini, saudari Tran Thi Huong ikut juga dalam kelub lagu rakyat kecamatan Quynh Hau, kabupaten Quynh Luu, propinsi Nghe An. Pekerjaan di sawah tetap repot dari waktu tanam ini ke waktu tanam lain, dari menanam pohon padi, pohon jagung, kacang tanah dan sebagainya, karena itu permasalahan menjaga kegiatan kelub ini adalah usaha besar sekali yang perlu dikerjakan oleh beberapa anggotanya. Beberapa anggota kelub ini belajar menyanyi sekalian membuat koleksi serta mencatat kembali banyak lirik-lirik lagu rakyat Vi serta Giam kuno untuk diwariskan pada generasi anak-cucu. Saudari Tran Thi Huong memberitahu: “Karena kesenangan serta ikuti jejak kaki beberapa pendahulu, karena itu saya rasakan senang ikut juga dalam kelub ini. Beberapa anggota kelub memberi dorongan semangat ditambahkan adalah kesenangan sendiri karena itu saya berusaha melatih suara serta menyanyikan lagu-lagu”.

Menggemari lagu rakyat Vi serta Giam semenjak waktu kecil, saudari Pham Thi Anh Ngoc, guru SMP Vinh Tan, kota Vinh, propinsi Nghe An memberitahu jika saat pergerakan menyanyikan lagu rakyat dipopulerkan ke sekolahan, dari tahun 1998, ia sudah menyisipkan irama-irama lagu rakyat Vi serta Giam pada bahan pengajarannya, memperlengkapi knowledge base mengenai macam musik tradisionil ini pada beberapa pelajar. Ia menjelaskan: “Tidak cuma guru musik saja yang baru dapat mengajar lagu-lagu rakyat, tetapi beberapa guru sastra serta riwayat dapat juga mengenalkan asal mula lagu rakyat. Guru musik dapat menyampaikani lagu rakyat Vi serta Giam pada beberapa pelajar dengan semangat serta suaranya supaya mereka lebih pahami nikmatnya, kehalusan serta pokok sari yang diwariskan oleh nenek moyang dalam irama-irama lagu rakyat Vi serta Giam”.

Di dua propinsi Nghe An serta Ha Tinh, lagu rakyat biasanya serta lagu rakyat Vi serta Giam pada terutamanya sedang sukses hidup dalam hati fansnya sebab ada pergerakan kesenian massa rakyat serta kegiatan telaten yang dikerjakan oleh kelub lagu rakyat Vi serta Giam wilayah. Lagu rakyat Vi serta Giam makin disebarkan dengan luas ke tiap keluarga, sekolahan serta kelompok muda. Pergerakan menyanyikan lagu rakyat berkembang di semua wilayah di dua propinsi ini lebih dari 80 kelub serta hampir 2.000 artisan yang beraktivitas dengan permanen, salah satunya ada hampir 100 artisan lagu rakyat Vi serta Giam yang tipikal sudah mendapatkan gelar Artisan Rakyat Vietnam. Menurut Pham Tien Dung, Wakil Kepala Dinas Kebudayaan, Berolahraga serta Pariwisata propinsi Nghe An, malah system kelub sudah sukses membuat satu jaringan menyanyikan lagu rakyat di semua wilayah serta jadi “ayunan” untuk melestarikan lagu rakyat Vi serta Giam. Ia menjelaskan: “Sekarang ini, kami sedang memulihkan ruang-ruang serta lingkungan pagelaran dan irama kuno dengan tingkatkan kualitas jaringan kelub di semua kecamatan. Yakni nyanyian serta atraksi harus terkait dengan ketentuan serta ruangan atraksi dan ruangan pagelaran. Bagaimana lahirnya semua irama kuno dinaikkan ke skala artistik serta dibangkitkan dalam semua program pertunjukan”.

Dahulu, orang dua propinsi Nghe An serta Ha Tinh berdiri di tepian sungai sini bernyanyi dengan orang di tepian sungai sana, lelaki desa ini menyanyikan lagu dendang sayang dengan gadis di desa lain, karena itu saat ini, tiap dua tahun sekali, rakyat dua propinsi ini lakukan pertemuan dalam festival lagu rakyat yang diselenggarakan dengan bergilir untuk sama-sama belajar serta mengemukakan irama-irama lagu rakyat yang baru dikoleksi. Jadi Pusaka Budaya Nonbendawi Umat Manusia, karena itu lagu rakyat Vi serta Giam mendapatkan peluang unjuk muka pada fans budaya serta musik internasional, bertepatan itu mendapatkan peluang untuk dekati proses konservasi dengan teratur serta kekinian. Namun, daya hidup yang telaten di kelompok komune baru jadi basic buat lagu rakyat Vi serta Giam untuk hidup dengan waktu.
logoblog

Thanks for reading Supaya lagu rakyat Vi serta Giam sebanding jadi pusaka budaya umat manusia

Previous
« Prev Post