Tuesday, May 14, 2019

Sumur kuno serta budaya Hoi An

  9nagaasia       Tuesday, May 14, 2019
Di tengahnya kehidupan kekinian, sebagian besar masyarakat memakai air leding untuk keperluan keseharian karena itu rakyat bidang kota kuno Hoi An yang masih memakai gayung untuk menyiduk air dari sumur jadi hal yang langka. Sumur-sumur sudah ikut membuat nilai sendiri dalam kehidupan rakyat serta budaya bidang kota kuno Hoi An. Airnya yang sejuk serta tawar dari sumur-sumur saban hari masih dipakai oleh rakyat di sini untuk memproses masakan-masakan ciri khas serta minuman teh.

Rakyat di bidang kota kuno Hoi An masih menjaga rutinitas memakai air sumur untuk memproses masakan serta membuat minuman teh. Oleh karenanya, dengan sumur kuno Ba Le, semua sumur dari marga-marga seperti Tran, Luu masih ada jadi satu sumber air yang memperingatkan rakyat bidang kota kuno Hoi An mengenai rutinitas serta adat riwayat wilayah ini. Saudara Vo Hong Viet, petugas Pusat Konservasi Budaya Hoi An memberitahu: “Menurut statistik, saat ini, wilayah Hoi An masih banyak sumur kuno, terutamanya di bidang kota kuno ini. Kepadatan sumur kuno besar sekali, tidak hanya sumur kuno Ba Le, di seputar ini terdapat beberapa sumur yang lain. Saat ini, meskipun sudah ada system air leding tetapi, air di sumur Ba Le masih dipakai untuk memproses masakan. Air sumur Ba Le jernih serta tawar jika dipakai untuk memproses masakan, karena itu kualitasnya semakin lebih tinggi”.

Menurut beberapa lanjut usia di wilayah Hoi an, sumur Ba Le telah ada semenjak jaman orang Cham dahulu dari era ke-8 sampai era ke-9. Rakyat wilayah Hoi An dari generasi ke generasi masih memiliki rutinitas memakai air di sumur kuno Ba Le untuk bikin hidangan pada bulan purnama serta tanggal 1 menurut kalender Imlek atau memandikan bayi. Sumur kuno Ba Le ini sudah berumur beberapa ribu tahun, tetapi airnya belum pernah kering. Saudara Vo Hong Viet meneruskan: “Sekarang ini, air sumur Ba Le memasok sumber air tawar untuk keperluan keseharian dari banyak masyarakat, terutamanya untuk memproses masakan serta membuat air minuman. Berita, beberapa orang yang memakai air dari sumur kuno Ba La untuk memproses masakan semakin lebih enak serta beraroma”.

Sekarang ini, di wilayah Hoi An ada kurang lebih 80 sumur kuno. Meskipun terdapat di dekat sungai air asin, ada sumur yang terdapat cuma dari 50 sampai 150 mtr., bahkan juga ada sumur yang terdapat cuma dari 6 mtr. sampai 10 mtr. dari sungai, tetapi, air di sini tetap tawar dengan alami serta skala airnya tetap tinggi termasuk pada saat kekeringan.

Menurut saudara Vo Hong Viet, sumur kuno di wilayah Hoi An memanifestasikan konektivitas spesial di antara orang etnis Cham serta orang Viet di wilayah ini. Semua sumur kuno di wilayah Hoi An umumnya punyai 3 bentuk bundar, bentuk persegi empat serta bentuk atasnya bundar serta bawahnya persegi empat. Bahan untuk bikin sumur kuno adalah batu bata, tetapi tidak memakai adonan. Walauun tiap sumur punyai bentuk yang berlainan, tetapi, punyai satu hal sama yakni ada kerangka kayu ulin dibawah dinding batu bata. Kerangka kayu ini mainkan fungsi jamin faktor sumur bertahan lama, dinding sumur tidak amblas. Di muka rumah keluarga bapak Luu Hung masih menjaga sumur marga. Ia memberitahu: “Dulu, saat membuat tempat beribadah pemujaan marga, mereka membuat sumur ini. Kami mengkonservasikan sumur jadi sisa dari generasi pendahulu. Saat membuat sumur, mereka mencampurkan kapur dengan duri pohon kaktus. untuk membuat dinding sumur”.

Hal yang spesial adalah di sumur-sumur ini ada altar pemujaan untuk memuja dewa sumur. Rakyat wilayah Hoi An dahulu berpikir jika tiap sumur dilindungi oleh seseorang dewa, ini adalah unsur spiritualitas yang dilestarikan oleh rakyat wilayah Hoi An sampai saat ini. Luu Hung meneruskan: “Ketika ada keluarga menguruk sumur, karena itu keluarga itu akan alami kekisruhan serta menemui hal yang tidak untung. Di wilayah Hoi An, mereka memuja 5 dewa yakni dewa Cai Shen,, dewa Zao Jun, dewa Sumur, dewa Tu Di Gong serta dewa Gang”.

Bersama dengan pagoda Cau, sungai Hoai, rumah kuno, situs kuil, pagoda serta balai desa, karena itu sumur-sumur kuno adalah satu sisi yang tidak dapat kurang dalam pusaka budaya nonbendawi di wilayah Hoi An.
logoblog

Thanks for reading Sumur kuno serta budaya Hoi An

Previous
« Prev Post