Saturday, May 4, 2019

Suara genderang pemujaan desa Son Vi vietnam

  9nagaasia       Saturday, May 4, 2019
wisata vietnam - Pada hari-hari akhir tahun, saat berkunjung ke kecamatan Son Vi, kabupaten Lam Thao, propinsi Phu Tho, Vietnam Utara dengan kebetulan dengar suara genderang pemujaan sudah membuat saya hadir ke tempat yang bergema beberapa suara yang suci itu. Suara genderang bergema dari kuil yang terdapat di tengahnya desa. Dalam ruangan yang khidmat,suara genderang membuat kebanyakan orang ingin berhenti untuk merasakan serta meminta semuanya yang baik untuk keluarga serta tetangga.
Genderang pemujaan

Di halaman kuil ada kurang lebih lima orang pria yang berumur dari 60 tahun ke atas sedang asik menabuh genderang. Ini adalah satu latihan menabuh genderang pemujaan untuk bikin persiapan hari pesta desa yang berjalan pada tanggal 3 bulan pertama menurut kalender Imlek. Suara genderang pemujaan mainkan fungsi yang penting dalam kehidupan spiritualitas rakyat di desa-desa. Genderang pemujaan ialah macam musik spiritualitas yang telah ada lama serta tetap dimainkan pada hari-hari pesta yang penting dari desa atau marga. Kieu Trung Hieu, seseorang pemukul genderang pemujaan memberitahu: “Setelah suara genderang pemujaan bergema, masyarakat desa tahu jika di hari ini di desa berjalan upacara pemujaan di kuil. Menabuh genderang pemujaan termasuk juga pada permasalahan spiritualitas, dia harus sukses masuk hati orang. Saat suara genderang bergema, rakyat desa rasakan terpesonadan angker, jadi bukan seperti suara genderang biasa”.

Kecamatan Son Vi ialah satu desa kuno. System kuil tempat beribadah di desa Son Vi semua memuja beberapa dewa serta hulubalang jaman Raja Hung. Semua pesta yang populer di desa Son Vi seperti pesta Phet pada tanggal 3 bulan pertama menurut kalender Imlek bukan sekedar menyerap keterlibatan rakyat ditempat, dan juga menyerap keterlibatan rakyat di provisi-provinsi di sekelilingnya seperti Vinh Phuc, Tuyen Quang serta Yen Bai. Dalam situasi yang ramai-ramai di hari pesta, bergemanya suara genderang pemujaan yang kedengaran istimewa serta khidmat memberi tanda-tanda jika desa sedang mempunyai hajat besar.

Tiap tahun, genderang pemujaan desa Son Vi bergema untuk lima kali, tetapi yang paling khidmat adalah pada tanggal 3 bulan pertama menurut kalender Imlek, yakni hari pesta desa Son Vi. Sebelum hari pesta berjalan, semua ritual membakar hio harus dikerjakan dalam kuil. Satu upacara ini memerlukan waktu kurang lebih satu jam tiga puluh menit. Menabuh genderang pemujaan tidak susah, tetapi supaya suaranya masuk hati sanubari pendengar serta memberi situasi khidmat bukan gampang. Beberapa suara genderang pemujaan yang bergema dalam ruangan yang sentosa damai di desa wilayah lereng gunung berbaur dengan suara bonang tinggalkan makna mengenai eksistensi dalam hati rakyat. Tidak paham dari kapan suara genderang pemujaan sudah masuk memory masyarakat desa Son Vi serta tidak dapat kurang dalam hari-hari pesta serta dalam kehidupan spiritualitas mereka. Bui Van Ky, masyarakat desa Son Vi memberitahu jika semenjak waktu kecil, ia sudah ingin dengarkan suara genderang pemujaan di kuil. Ia menjelaskan: “Suara genderang desa Son Vi bergema menurut spiritualitas serta kebanyakan orang rasakan begitu suci serta meminta supaya rakyat sentosa damai. Oleh karenanya, saat dengarkan suara genderang pemujaan, kebanyakan orang berdiri dengan diam”.

Suara genderang pemujaan dapat memunculkan situasi susah, tetapi harus mempunyai daya sebar serta membuat perasaan ketertarikan serta senang. Dalam ruangan yang luas di wilayah pedesaan, suara genderang pemujaan kedengaran seperti menggugah alam, membuat panenan jadi lebih baik, padi penuh di gudang dan sebagainya. Malah oleh karenanya, team genderang pemujaan desa Son Vi menyiapkan banyaknya waktu untuk lakukan latihan satu bulan sebelum berjalan pesta musim semi di desa. Alami riwayat sepanjang beberapa ribu tahun, suara genderang desa Son Vi sudah terukir dengan mendalam dalam kehidupan spiritualitas serta semangat rakyat desa Son Vi. Meskipun pergi ke mana saja serta tinggal dimana-mana, tetapi, masyarakat desa Son Vi akan ingat untuk selamanya mengenai suara genderang pemujaan desanya yang selalu bergema pada hari-hari pesta desa yang besar.
logoblog

Thanks for reading Suara genderang pemujaan desa Son Vi vietnam

Previous
« Prev Post