Tuesday, May 14, 2019

Seni ukir serta arsitektur balai desa Vietnam

  9nagaasia       Tuesday, May 14, 2019
Akhir era ke-17 adalah periode perubahan pucuk seni ukir serta arsitektur balai desa Vietnam. Banyak balai desa yang populer ada pada periode ini serta pada intinya fokus di wilayah dataran rendah Bac Bo contohnya balai desa Chu Quyen di kabupaten Ba Vi (kota Hanoi), balai desa Kien Bai (kota Hai Phong), balai desa Diem (propinsi Bac Ninh). Sampai saat ini, semua balai desa itu masih berhsil menaruh nilai-nilai arsitektur, terutamanya seni ukir folklor.

Balai desa ialah tempat memuja dewa desa di Vietnam. Dewa desa umumnya ialah beberapa pahlawan yang berjasa membangun serta menjaga Tanah Air di desa itu atau ialah dewa sungai serta dewa gunung legendaris yang berjasa menanggulangi musibah banjir untuk memberi kehidupan damai pada rakyat. Balai desa ialah rumah sekaligus juga ialah tempat pemujaan serta ialah tempat pertemuan untuk rakyat desa dan rumah publik untuk tiap komune petani. Tiap balai desa ialah satu khazanah kesenian mengenai Tanah Air serta manusia pada saat dia dibuat. Tiap balai desa ialah satu bangunan arsitektur publik di desa, menggambarkan skala seni ukir rakyat pada saat itu. Pelukis Phan Cam Thuong, periset seni rupa Vietnam kuno memberitahu: “Mengapa orang memandang seni ukir balai desa ialah seni ukir rolklor, sebab pada intinya seni ukir balai desa bukan keagamaan, bukan kebijaksanaan seni ukir kerajaan feodal, tetapi berangkat dari kehidupan desa. Semua seni ukir desa menggambarkan kehidupan rakyat dari era ke-16 sampai era ke-18. Dalam seni ukir balai desa ada dua type hiasan, yang pertama adalah mengenai motif serta ukiran-ukiran mengenai bunga, daun, naga serta awan serta yang ke-2 ukiran mengenai citra manusia dalam kegiatan desa seperti berburu, bajak, membuat pertemuan di antara pemuda-pemudi dan sebagainya. Seni ukir balai desa dengan maksud menggambarkan kegiatan rakyat sehari-hari”.

Satu sumbangan penting yang diberi oleh sen ukir balai desa adalah menggambarkan kehidupan riil di wilayah pedesaan Vietnam dari era ke-16 sampai era ke-18. Banyak periset mengatakan jika karya-karya ukir ialah paling indah serta memanifestasikan dengan jelas kehidupan rakyat pada era ke-17. Artisan di kelompok rakyat sudah memanifestasikan langkah melihat mereka yang romantis mengenai satu dunia yang mengalami pergantian, kondisi ramai-ramai pada pesta desa, detik berkumpulnya di antara suami serta istri, perkencanan di antara pemuda-pemudi, kehangatan asmara, senyuman dalam pesta arak, semua penuh rasa kemanusiaan serta humaniora. Melalui tiap karya ukiran ini, artisan rakyat meniupkan jiwa kepadanya kisah-kisah mengenai desanya pada saat itu. Pelukis Phan Cam Thuong menjelaskan: “Dalam seni ukir agama Buddha ada ketentuan-ketentuan contohnya bagaimana patung Sang Buddha dibikin, bagaimana patung Bodhisatwa dibikin serta malah agama memiliki system mengenai inspirasi serta bahasa tersendiri, sedang buat seni ukiran di balai desa, orang biarkan beberapa artisan mengukir dengan bebas tidak menurut dasar mana saja. Oleh karenanya, beberapa artisan bebas memanifestasikan beberapa hal yang ada pada kehidupan mereka pada saat itu”.

Itu ukiran-ukiran di balai desa, sedang arsitektur balai desa selalu menurut limasan dengan lantai yang dibikin dari kayu atau batu bata dengan barisan tiang kayu besi yang besar serta mantap. Balai desa umumnya terbagi dalam 3 atau 5 ruang yang bergantung pada desa yang besar atau kecil, yang kaya atau yang miskin. Atap balai desa dilberi genting dengan kemiringan yang sedang. Di 4 pojok atapnya yang pucuknya melengkung lembut serta naik seperti sayap burung terbang.

Meskipun menggambarkan fakta kehidupan atau menggambarkan yang diimpikan serta keinginan golongan tani pada saat itu, tetapi semua karya ukiran hiasan di tiap balai desa masih begitu bawa karakter folklor. Pengukir sudah melebihi sendiri kerangka yang ketat untuk membuat karya-karya yang hidup-hidup serta terbuka. Mereka tidak mengukir menurut design, tetapi menurut ilham mereka dari kehidupan warga. Seni ukir balai desa menggambarkan kehidupan warga yang terkait dengan beberapa pengukir di kelompok rakyat, oleh karenanya, membuat kekhasan yang berlainan dengan seni agama yakni nafas kehidupan masuk langsung pada karya seni dengan alamiah.
logoblog

Thanks for reading Seni ukir serta arsitektur balai desa Vietnam

Previous
« Prev Post