Monday, May 13, 2019

Seni komune di Festival Hue

  9nagaasia       Monday, May 13, 2019
Dalam kerangka Festival Hue 2014, di pusat kota Hue atau semua kabupaten peluaran kota berjalan aktivitas- kegiatan kebudayaan serta kesenian yang berbentuk komune. Saat ikut juga dalam Festival Hue 2014, masyarakat bukan sekedar jadi object yang bisa nikmati aktivitas-aktivitas kebudayaan, tetapi merekalah tuan dari pesta. Beberapa ribu masyarakat kora Hue serta pelancong bersama berbaur pada ruangan pesta yang ciri khas.


Dari tanggal 13 sampai tanggal 19 April, tiap malam, di taman bunga Tu Tuong, taman bunga 3 Februari, taman bunga Nguyen Van Troi serta zone perkotaan baru An Cuu di kota Hue tetap berkobar-kobar dengan cahaya lampu berwarna-warni, tepukan-tepukan tangan serta suara dorongan semangat dari banyak sekali peserta. Saat program belum diawali, beberapa ratus orang sudah berdiri di seputar panggung-panggung di hawa luar serta ketertarikan menanti pertunjukan-pertunjukan yang menyenangkan. Saudari Phan Cuc Hoa yang tinggal dalam tempat yang jauhnya 10 km. dari pusat pesta, tetapi tiap malam, ia serta sanak keluarga masih hadir untuk melihat atraksi di taman bunga 3 Februari serta taman bunga Tu Tuong. Ia memberitahu: “Beberapa tahun baru ada sekali, karena itu saya ingin menontonnya. Saat malam ini, saya bawa anak saya untuk melihat, saya lihat tarian-tarian begitu indah. Beberapa seniman-seniwati lakukan atraksi dimana-mana. Di penggalan jalan mana saja ada juga atraksi kesenian”.
Semua panggung ditata di beberapa tempat publik untuk membuat peluang pada pelancong serta rakyat nikmati semua tarian yang ciri khas serta musik yang begitu sunik yang dikerjakan oleh rombongan-rombongan kesenian yang hadir dari banyak negara di dunia. Hadir dari Sri Lanka, rombongan seniman Ranranga mempertunjukkan tarian Ves yang ciri khas, memanifestasikan keyakinan orang Sri Lanka mengenai keinginan akan perdamaian serta ketenteraman. Nyanyian-nyanyian tradisionil yang berkobar-kobar dari Kolombia yang ditampilkan oleh rombongan kesenian Rio en Caribe kelihatannya bawa beberapa pendengar ke wilayah di iris bumi samping sana. Atau komedi yang ditampilkan oleh rombongan kesenian Yangpyeong (Republik Korea) sudah menggugah suara tawa yang menyenangkan pada masyarakat ditempat serta pelancong. Saudari Tran Thi Ly Ly, mahasiswi Sekolah Tinggi Keguruan Hue memberitahu: “Saya dapat dengan mata kepala sendiri melihat pertunjukan-pertunjukan yang hidup-hidup di jalan jadi menontonnya di tv. Sampai kini, saya cuma tahu lewat buku serta koran, tetapi, saat ini saya ketahui semakin banyak, bisa berjumpa serta berbincang-bincang dengan beberapa seniman-seniwati asing, ada banyak sekali hal yang menyenangkan”.

Seniwati Greta Kelly, anggota ansambel musik Deep Blue yang hadir dari Australia share perasaannya saat untuk kali pertamanya bisa hadir Festival Hue 2014: “Dalam atraksi kesempatan ini, saya dapat lihat beberapa pemirsa Vietnam memanifestasikan dengan jelas perasaannya. Mereka bertepuk tangan serta dengan hangat memanifestasikan skala penikmatan musik dengan jelas. Kami rasakan bingung serta suka dengan panggung-panggung yang ditata di banyak tempat . Serta saat hadir kesini, kami bisa lakukan atraksi di lapangan rumput, di sekelilingnya adalah banyak pohon serta rumah-rumah classic. Ini begitu khas”.

Festival Hue 2014 ialah festival ke-2 yang mengadakan program pesta jalanan. Pada tahun ini, rombongan-rombongan pawai beberapa negara Asia Timur serta Amerika Latin atau beberapa seniman-seniwati egrang Belgia, ansambel musik Finlandia sudah membuat berjalan-jalan penting di tepian Utara, tepian Selatan jembatan Truong Tien jadi lebih berkobar-kobar. Suara genderang, musik serta nyanyian bergema dimana-mana.

Manfled, pelancong Jerman memberitahu: “Saya baru hadir ke kota Hue 1 jam waktu lalu. Atraksi yang barusan saya saksikan begitu menyenangkan. Saya rasakan senang saat bisa melihat atraksi egrang yang dikerjakan oleh beberapa seniman-seniwati Belgia di berjalan-jalan seperti ini”.
Suasana pesta yang berkobar-kobar bukan sekedar berjalan di Istana Dalam Hue, serta di sejumlah taman bunga dan juga di bawa serta masuk ke sekolahan serta rumah sakit di kota Hue. Seniman Cristian Andress dari ansambel musik Los Andes (Cile) menjelaskan: “Para pemirsa Vietnam begitu menyukai kami, oleh karenanya, kami berupaya lakukan atraksi yang sebaik-baiknya. Saya rasakan berbahagia saat bisa lakukan atraksi di muka massa rakyat di sini. Terdapat beberapa atraksi dimana beberapa pemirsa harus beli karcis, tetapi di panggung ini, seutuhnya gratis. Saya rasakan senang sebab kebanyakan orang bisa melihat pertunjukan-pertunjukan”.

Bertepatan dengan itu, Panitia Pelaksana Festival Hue tahun ini bawa rombongan-rombongan kesenian domestik serta internasional untuk lakukan atraksi untuk rakyat di Phu Vang, Phu Loc atau di A Luoi, beberapa daerah yang terdapat jauh dari pusat kota Hue, membuat ketentuan pada rakyat di wilayah pedalaman, wilayah pelosok di propinsi agar bisa nikmati nilai-nilai budaya serta ikut juga dalam pesta.
Bersamaan dengan upacara penutupan Festival Hue 2014, serentetan atraksi kesenian komune selesai lebih dari 100 program untuk mengabdi massa rakyat serta pelancong di beberapa tempat di luar pusat pesta di Istana Dalam Hue. Semua acara atraksi yang mengagumkan bersama keakraban beberapa peserta pesta tinggalkan masa lalu yang baik dalam hati rakyat Hue, pelancong atau beberapa seniman-seniwati peserta Festival Hue 2014. Kebanyakan orang selalu menanti menyongsong satu festival baru dengan beberapa hal yang menyenangkan serta ciri khas.
logoblog

Thanks for reading Seni komune di Festival Hue

Previous
« Prev Post