Sunday, May 5, 2019

Rumah orang etnis minoritas Cham Vietnam

  9nagaasia       Sunday, May 5, 2019
Orang etnis minoritas Cham tetap menetap di beberapa daerah yang tinggi, di sekelilingnya yalah sawah serta huma. Tiap marga atau satu keluarga besar tinggal di rumah-rumah yang bergabung jadi satu wilayah persegi empat atau rumah bentuk persegi panjang. Semua rumah dibuat menurut ketentuan tersendiri.

Orang etnis minoritas Cham tidak menanam pohon tinggi di desanya, sebab mereka berasumsi jika itu adalah tempat menetap dari setan serta hantu, karena itu di dukuh orang etnis minoritas Cham, ada amat sedikit pohon-pohonan. Barisan rumah bersambungan, terdapat di tengahnya jalan yang sejajar atau berpapasan keduanya. Doktor Le Duy Dai, Kepala Seksi Pengkajian serta Koleksi Kebudayaan Vietnam, Museum Etnoilogi Vietnam menjelaskan: “Biasanya, ruangan rumah tempat tinggal orang etnis minoritas Cham terdapat menurut arah Timur-Barat. Di dukuhnya, semua rumah ditata dengan indah seperti berjalan-jalan dengan gang-gang serta jalan- jalan di dukuh menurut arah Utara - Selatan serta arah Timur-Barat yang begitu jelas. Oleh karenanya, ruangan tempat tinggal orang etnis minoritas Cham atau keluarga-keluarga pada sebuah marga tetap terdapat di satu jalan, sesuai cabang, tingkat serta tempat yang begitu jelas”.

Di keluarga besar bersistem matriarkal etnis minoritas Cham, satu pasangan suami-istri kakak beradik mempunyai satu rumah sendiri. Oleh karenanya, di tiap ruangan rumah tradisionil orang etnis minoritas Cham bukan sekedar ada sebuah rumah saja, melainklan jumlahnya rumah di ruangan itu tergantung pada jumlahnya wanita yang telah menikah. Diluar itu, jumlahnya rumah di ruangan itu tergantung pada keluarga termasuk susunan warga yang mana. Doktor Le Duy Dai memberikan tambahan: “Lapisan petinggi serta bangsawan dalam pekarangan itu, tetap mempunyai cukuplah 7 buah rumah di ruangannya. Selain itu, susunan miskin cuma mempunyai 5 buah rumah saja. Di antara 7 buah rumah itu, tentu harus ada 5 rumah rumah, yakni rumah adat- istiadat (yakni rumah Thang Do). Yang ke-2 yalah rumah thang- mu- dau. Yang ke-3 yalah Thang Lam. Yang ke-empat yalah ruangan dapur serta yang ke-lima yalah rumah tinggi. Di semua ruangan, sangat terpaksa ada 5 type buah rumah ini. Susunan bangsawan serta petinggi mempunyai dua buah rumah . Satu rumah untuk menaruh alat-alat produksi, contohnya membajak, cangkul, sekop…Rumah ke-2 dipakai untuk menaruh perkakas rumah tangga, contohnya lesung, penumbuk gabah, alat gilingan, mortir serta sebagainya…”.

Diantara rumah-rumah itu, rumah “Thang Do” adalah rumah yang sangat penting yang pertama- tama dibagun di ruangan, dia dimaksud rumah adat- istiadat. “Thang Do” dapat juga dikatakan sebagai “rumah Lung”. Dengan arsitektur yang sama, ditegakkan dalam tempat yang sama di ruangan, sama tempat dimana berjalan protokol dalam keluarga, contohnya pernikahan serta acara pemujaan nenek moyang, tapi lapisan-lapisan lain menyebut-nya jadi Thang Do, selain itu, rumah untuk susunan miskin dikatakan sebagai “rumah Lung”. Itu adalah manifestasi dari diferensiasi di kelompok orang etnis minoritas Cham. Di pekarangan bersama dengan, tiap rumah dibuat di tempat tersendiri. Serta menurut ide orang etnis minoroitas Cham, tiap rumah diambil untuk dibuat sesuai satu arah, semua memiliki fakta sendiri. Ia menjelaskan: “Yang sangat penting di rumah- rumah ini yalah tempat pekarangan di ruangan. Tidak dapat semau-nya sendiri. Contohnya, rumah Thang Do tetap dibagun di samping Timur-Utara. Menurut rakyat etnis minoritas Cham, pojok itu adalah pojok berkembang biak serta beranak- bercucu. Serta selain dengan pojok Laut Timur itu, di belakang rumah adat-istiadat-nya tetap ada sumur. Rumah Thang Lam tetap dibagun di samping rumah Thang Do ini, tapi ke arah mengarah Barat serta mempunyai pintu yang ke arah arah Selatan”.

Pekarangan tempat tinggal orang etnis minoritas Cham menggambarkan adat- istiadat pemukiman keluarga besar matriarkal yang saat ini berkecenderungan bubar jadi keluarga-keluarga kecil pokok. Jumlahnya rumah sudah diperkecil, rincian-rincian di rumah pun tidak diprioritaskan , tapi orang etnis minoritas Cham masih berusaha menjaga “jiwa” tiap rumah. Pada saat ini, tempat tinggal rakyat etnis minorits Cham alami banyak pergantian. Di tiap desa orang etnis minoritas Cham sudah ada rumah-rumah bersusun yang moderen. Namun, langkah membangunnya masih dipertahankan oleh orang etnis minoritas Cham. Mereka masih masih pilih hari Rabu, Kamis serta hari genap di akhir bulan-bulan Maret, Juni, Agustus, Oktober serta November menurut kalander Cham untuk resmikan pembangunan perumahan.
logoblog

Thanks for reading Rumah orang etnis minoritas Cham Vietnam

Previous
« Prev Post