Tuesday, May 14, 2019

Ritual serta permainan tarik tambang- pusaka budaya multi-nasional

  9nagaasia       Tuesday, May 14, 2019
Sampai saat ini, Vietnam sudah mengakhiri bahan “Ritual serta permainan tarik tambang” untuk dikatakan pada UNESCO untuk dipelajari serta dimasukkan dalam daftar Pusaka Budaya Nonbendawi Umat Manusia-tahun 2015. Tentang Vietnam, Republik Korea, Kamboja serta Filipina bersama membuat bahan multi-nasional mengenai “Ritual serta permainan tarik tambang” bukan sekedar ikut memuliakan satu ciri budaya Vietnam, dan juga ikut menguatkan jalinan serta jumpa pergaulan kebudayaan dengan beberapa negara lain di lokasi.

Dari akhir tahun 2013, Kementerian Kebudayaan, Berolahraga serta Pariwisata Vietnam sudah akan memutuskan membuat bahan “Ritual serta permainan tarik tambang tradisional” untuk dikatakan pada UNESCO agar mendapatkan pernyataan jadi Pusaka Budaya Nonbendawi Umat Manusia. Ini untuk kali pertamanya Vietnam bekerjasama dengan beberapa negara lain membuat satu bahan mengenai pusaka menurut bentuk multi nasional. Sampai sekarang, bahan sudah dikatakan pada UNESCO untuk dipelajari serta menanti hasil sah di akhir tahun 2015. Tarik tambang salah satu permainan rakyat yang telah ada lama serta selalu diselenggarakan pada pesta-pesta meminta panenan yang baik pada awal musim semi, meminta cuaca yang baik, kehidupan berbahagia dan sebagainya. Pada pesta-pesta itu, permainan tarik tambang umumnya ada pada acara pesta, memanifestasikan kemampuan persatuan golongan tani. Profesor Ngo Duc Thinh, anggota Dewan Pusaka Budaya Nasional Vietnam memberitahu: “Ini bukan sekedar hanya ialah satu permainan saja, dan juga ialah pertandingan yang berbentuk spiritualitas. Pertandingan untuk mencari yang menang, lalu, mereka itu bisa masuk dalam balai desa serta kuil untuk memuja dewa serta mereka yakin jika tidak hanya hadiah serta kehormatan, mereka mendapatkan keyakinan spiritualitas jika semua desanya serta mereka sendiri mendapatkan perlindungan dari dewa”.

Pesta desa Huu Chat, kecamatan Hoa Long, kota Bac Ninh (Vietnam Utara) seperti dalam dengan beberapa desa lain di Vietnam. Namun, ciri yang berbeda di sini adalah permainan tarik tambang di desa ini telah ada lama dinaikkan jadi ritual sah dalam pesta desa. Menurut legenda desa, dahulu, untuk lakukan pembangunan, harus ada beberapa orang yang sehat untuk menarik kayu dalam membuat balai desa serta rumah. Mungkin oleh karenanya, cerita menarik kayu tetap diutarakan dalam semua ritual, lalu jadi permainan tarik tambang dalam pesta desa. Pesta tarik tambang di desa Huu Chat berjalan pada tanggal 4 bulan pertama Imlek saban tahun serta sudah hidup sepanjang hampir 400 tahun ini. Ritual ini diadakan dengan begitu istimewa dengan upacara mengarak tandu, lakukan pemujaan untuk mengenangkan riwayat adat pembangunan desa. Namun, menurut Nguyen Van Chuan, Kepala Himpunan Golongan Lanjut usia desa ini, permainan tarik tambang pada pesta masih adalah acara yang paling atraktif serta paling ciri khas. Ia menjelaskan: “Dulu, permainan tarik tambang tetap memakai tali Tam Co, tetapi, terutamanya buat desa Huu Chat, sebab berangkat dari cerita menarik sampan kayu, karena itu mereka memakai dua pohon bambu yang disambungkan, dua pihak memakai dua pikul untuk ditarik bermaksud memanifestasikan kemampuan pemuda-pemuda desa. Oleh karenanya, orang harus memerlukan waktu satu bulan untuk bikin persiapan buat ritual tarik tambang. Mereka harus pilih pohon bambu serta pilih hari bawa bambu ke rumah. Keluarga yang punyai pohon bambu yang diambil buat pesta adalah kehormatan serta pemuda mana yang diambil untuk ikut juga dalam permainan tarik tambang ini jadi kehormatan buat semua keluarga serta marga”.
Menurut adat, 70 pemuda di desa dibagi jadi dua pihak yakni pihak Timur serta pihak Barat. Sesuai perintah, dua pihak harus lakukan 3 tarikan serta pihak mana yang sampai 2x kemenangan bisa menjadi pihak menang. Namun, saat akhir pesta, pihak Timur tentu harus menang, sebab menurut tradisi istiadat, jika pihak Timur meraih kemenangan, karena itu tahun itu baru sampai panenan yang baik.

Bukan sekedar etnis Kinh saja, di banyak wilayah pemukiman rakyat etnis minoritas di Vietnam, contohnya etnis-etnis minoritas Thai, Tay, Nung, Giay dan sebagainya punyai permainan tarik tambang dengan beberapa bentuk yang beranekaragam. Permainan tarik tambang di tiap wilayah punyai langkah main berlainan, tetapi, semua memanifestasikan kemampuan, persatuan, perkaitan kolektif. Komponis Thao Giang, orang yang menyiapkan banyaknya waktu untuk mempelajari kebudayaan serta kesenian rakyat memandang: “Permainan tarik tambang ada juga di beberapa negara lain, tetapi, langkah main dari orang Vietnam dari dahulu sampai saat ini masih memberikan jati diri orang Vietnam yakni melatih kesehatan, tanpa ada kekerasan, tidaklah terlalu memprioritaskan yang menang atau yang kalah, tetapi, permainan ini tetap memanifestasikan kegembiraan”.
Dalam warga kekinian, permainan tarik tambang masih adalah permainan yang popular di kelompok warga, khususnya adalah buat pelajar, mahasiswa, pekerja dan sebagainya. Bahan yang dikatakan pada UNESCO untuk mengaku ritual serta permainan tarik tambang jadi Pusaka Budaya Nonbendawi Umat Manusia bisa menjadi peluang buat Vietnam untuk menguatkan publikasi, melipatgandakan kegandrungan serta kecintaan pada permainan tarik tambang, satu pusaka budaya tradisionil.
logoblog

Thanks for reading Ritual serta permainan tarik tambang- pusaka budaya multi-nasional

Previous
« Prev Post