Monday, May 20, 2019

Propinsi Quang Ngai mungkin mengenai pusaka budaya dibawah permukaan air

  9nagaasia       Monday, May 20, 2019
Sampai kini, beberapa pakar arkheologi temukan banyak kapal kuno bersama barang keramik, porselen, artefak serta beberapa benda yang terbenam di wilayah laut propinsi Quang Ngai (Vietnam Tengah). Hal tersebut menunjukkan jika wilayah laut ini menaruh banyak rahasia yang mempunyai nilai arkheologi dibawah permukaan air, satu bagian yang cukup baru di Vietnam.

Beberapa pakar arkheologi dari Perusahaan Persero Investasi serta Perubahan Doan Anh Duong, satu tubuh usaha yang spesial mencari serta mengentas artefak dibawah permukaan air belakangan ini sudah sukses temukan 7 bungkahan batu yang panjangnya kurang lebih 1,5 mtr. serta beberapa puluh gumpalan batu berupa bundar yang terdapat dengan terpencar-pencar di wilayah laut pulau Be, kecamatan An Binh, kabupaten Ly Son, propinsi Quang Ngai. Pendataan permulaan menunjukkan jika ini ialah batu pasir (Sa Thach) serta punyai sisa 1/2 jadi serta pembuatan. Lempengan-lempengan batu ini mungkin adalah bahan mentah pembangunan dari beratus-ratus tahun kemarin. Kurang lebih 200 mtr. jauhnya dari tempat yang temukan batu pasir, beberapa pakar arkheologi temukan banyak kepingan keramik serta porselen yang berwarna biru serta putih yang berpenanggalan kurang lebih dari 400 tahun sampai 500 tahun kemarin. Doan Sung, penasehat perusahaan itu memberitahu: “Para pakar mandi di laut serta menyelam untuk memandangi karang dibawah permukaan air laut, tetapi dengan tidak menyengaja temukan sisa bangkai dua kapal yang terbenam. Benda keramik serta porselen diputuskan pada era ke-15 atau ke-16. Cuma mandi di laut saja tetapi sudah sukses menemukannya, karena itu hal tersebut menunjukkan jika kekuatan di pulau Ly Son besar sekali jika kita lakukan survey serta memberi penilaian dengan pas tarafnya”.

Menurut Profesor Muda, Doktor Nguyen Giang Hai, Kepala Institut Arkheologi Vietnam, semenjak jaman dulu, masyarakat lokasi Asia Tenggara sudah sukses menggalang kapal-kapal untuk seberangi laut serta lakukan perdagangan dengan beberapa negara lain di dunia. Diatas perjalanan itu, wilayah laut di Asia Tenggara jadi tempat berlabuhnya kapal-kapal dari beberapa pedagang Barat serta Timur. Sepanjang beberapa tahun ini, sisa bangkai kapal-kapal yang terbenam serta diketemukan terdapat dengan terpencar-pencar di beberapa daerah laut Vietnam. Terutamanya di wilayah Vietnam Tengah serta propinsi Quang Ngai yang punyai tepian pantai panjang serta banyak pulau jadi jembatan penghubung yang penting untuk mengkonektivitaskan kebudayaan-kebudayaan di dunia. Ini menghidupkan ingatan mengenai jalan maritim yang sudah ada semenjak beratus-ratus tahun kemarin. Dari tahun 1999 sampai saat ini, propinsi Quang Ngai sudah temukan bangkai 10 kapal kuno yang terbenam di wilayah laut kabupaten Binh Son serta pulau Ly Son. Kapal-kapal kuno ini berpenanggalan dari era ke-8 sampai era ke-18 serta terkumpul dalam area yang luasnya 24 km. per sisi serta jauhnya kurang lebih 200 mtr. sampai 400 mtr. dari tepian pantai. Profesor Muda, Doktor Nguyen Giang Hai, Kepala Institut Arkheologi Vietnam memandang: “Menurut penilaian kami, propinsi Quang Ngai begitu mungkin dengan pusaka budaya dibawah permukaan air. Penemuan-penemuan akhir-akhir ini, contohnya di Binh Chau atau di pelabuhan Sa Ky belakangan ini adalah penemuan-penemuan begitu menyenangkan. Hal tersebut memperjelas akan kekuatan mengenai pusaka budaya dibawah permukaan air yang dipunyai propinsi Quang Ngai”.

Di antara jumlahnya artefak yang digali di bawah permukaan air laut propinsi Quang Ngai, tidak hanya 10.000 artefak yang ialah barang keramik, porselen serta beberapa benda yang berpenanggalan riwayat yang berlainan, beberapa ilmuan sukses menggali 10 puncak kanon serta hampir 1.000 butir peluru kanon.

Akan tapi, saat ini, propinsi Quang Ngai belum juga sukses pilih cara maksimal untuk mengkoservasikan serta jaga pusaka-pusaka ini. Nguyen Dang Vu, Kepala Dinas Kebudayaan, Berolahraga serta Pariwisata propinsi Quang Ngai memberitahu: “Ada banyak ketidaksamaan opini untuk dapat jaga bangkai kapal disana jadi benda hidup. Ada opini yang minta agar harus bawa bangkai kapal ke museum untuk keperluan riset, pameran serta pariwisata. Kami menanti sampai diselenggarakannya lokakarya arkheologi dibawah permukaan air supaya beberapa ilmuwan menolong kami mencari arah yang setepat-tepatnya”.

Berkumpulnya banyak situs, artefak budaya dibawah permukaan air di propinsi Quang Ngai ialah hal yang langka. Penemuan-penemuan paling baru mengenai pusaka dibawah permukaan air di propinsi Quang Ngai menunjukkan dengan lebih jelas akan “jalan sutera” di Laut Timur, buka arah riset baru pada beberapa pakar arkheologi atau kekuatan peningkatan wisata bahari di propinsi Quang Ngai.
logoblog

Thanks for reading Propinsi Quang Ngai mungkin mengenai pusaka budaya dibawah permukaan air

Previous
« Prev Post