Monday, May 13, 2019

Project konservasi pusaka budaya di desa kuno Duong Lam

  9nagaasia       Monday, May 13, 2019
Dengan andil-andil serta sukses yang pantas dicatat, Project konservasi pusaka budaya di desa kuno Duong Lam sudah sah dimuliakan oleh UNESCO dengan mendapatkan penghargaan kehormatan mengenai konservasi pusaka budaya tahun 2013 lokasi Asia-Pasifik. Ini untuk ke-5 kalinya Vietnam mendapatkan penghargaan yang berharga ini dari UNESCO semenjak penghargaan ini diadakan pada tahun 2000.

Terdapat di kota madya Son Tay, jauhnya kurang lebih 50 km. dari kota Hanoi, Duong Lam, desa kuno pertama di Vietnam yang mendapatkan pernyataan dari Negara Vietnam jadi itus peninggalan riwayat budaya nasional pada tahun 2005. Setelah tercipta serta berkembang sepanjang beberapa ratus tahun, desa Duong Lam masih behasil menjaga beberapa ciri tipikal dari desa orang Vietnam dengan pintu gerbang desa, pohon beringin, lapangan balai desa, pagoda, kuil, sumur air, sawah air dan sebagainya.
Selama lebih dari 10 tahun ini, dalam proses mengkonservasikan serta meningkatkan nilai pusaka budaya desa kuno Duong Lam, desa ini tetap mendapatkan perhatian serta investasi dari Pemerintah Vietnam, kerja sama serta pertolongan yang diberi oleh Pemerintah Jepang. Kongkritnya adalah, saat ini ada 17 situs peninggalan riwayat serta rumah kuno yang sudah dipugar serta diperbaiki.

Hasil yang paling mencolok dari project itu adalah mengkonservasikan 5 project yang punyai nilai besar mengenai arsitektur, budaya serta riwayat di desa kuno Duong Lam yakni, pintu gerbang desa Mong Phu, pagoda On, tempat beribadah Giang Van Minh, rumah kuno dari bapak Nguyen Van Hung serta bapak Ha Van Vinh. Dahulu, proyek-proyek arsitektur ini alami degradasi serius, bahkan juga melawan bahaya roboh. Menurut penilaian UNESCO serta ahli Jepang, Project konservasi rumah kuno Duong Lam betul-betul jadi skema buat usaha konservasi pusaka budaya di beberapa daerah pedesaan lain di Vietnam di hari depan. Untuk mengkonservasikan serta meningkatkan nilai pusaka dengan lebih baik serta lebih terorganisasi, Pham Hung Son, Direktur Tubuh Pengelola situs peninggalan riwayat desa kuno Duong Lam memberitahu: “Kami membuat perancangan konservasn sekaligus juga peningkatan nilai situs peninggalan riwayat desa kuno Duong Lam sepanjang 8 tahun ini serta sudah diesahkan oleh kota Hanoi pada tanggal 31 Oktober tahun 2013. Pada saat akan datang, kami akan menginformasikan perancangan ini. Ini adalah satu project induk, perancangan induk, keluarkan peta jalan pengendalian, pemugaran, konservasi serta peningkatan nilai situs peninggalan riwayat desa kuno Duong Lam untuk tiap periode”.

Diatas basic hasil riset serta koleksi dengan sistimatik pada pusaka budaya nonbendawi di desa Duong Lam dahulu, semua tubuh fungsional sedang giat merevitalisasi kehidupan kultural serta spiritual pada semua periode riwayat di desa Duong Lam, merekonstruksikan tradisi istiadat, mengadakan pesta, bentuk-bentuk kegiatan budaya kerakyatan, budaya kuliner tradisionil yang ciri khas di desa Duong Lam. Yang menekan adalah membuat serta menerbitkan semua project riset, koleksi, membuat VCD mengenai semua bagian, membuat film dokumenter riset untuk mengkonservasikan serta menyimpannya dengan berjangka-panjang. Besama dengan mengkonservasikan budaya bendawi serta nonbendawi, desa Duong Lam aktif mengkonservasikan panorama alam, lingkungan ekonolgi, beberapa type gene yang berharga, mialnya ayam Mia, semua pohon tua di wilayah serta memandang ini jadi konservasi pusaka budaya dengan sinkron.
Diantara 5 situs peninggalan riwayat di desa kuno Duong Lam yang barusan mendapatkan penghargaan kehormatan dari UNESCO mengenai konservasi pusaka budaya tahun 2013, yang pantas dilihat adalah dua rumah kuno. Nguyen Van Hung, pemilik satu diantara di antara dua rumah kuno yang mendapatkan penghargaan memberitahu: “Rumah saya dibuat dari tahun 1649, ialah rumah yang paling kuno di desa Duong Lam. Pada tahun 2008, rumah ini dikonservasikan serta dipugar oleh organisasi JICA dari Jepang. Belakangan ini, keluarga saya menyongsong piagam pemuliaan dari UNESCO mengenai pekerjaan konservasi rumah. Itu adalah kehormatan serta kebanggaan buat keluarga saya”.

Pham Hung Son, Ditektur Tubuh Pengelola situs peninggalan riwayat desa kuno Duong Lam memberitahu jika sukses yang diraih oleh project mengkonservasikan peningkatan nilai pusaka budaya desa kuno Duong Lam bisa menjadi langkah pengalihan untuk bikin dokumen dikatakan pada UNESCO untuk mengaku jadi pusaka budaya dunia. “Situs peninggalan riwayat desa kuno Duong Lam punyai nilai mengenai arsitektur, panorama alam, riwayat serta kebudayaan, memiliki cukup dasar jadi satu situs peninggalan riwayat nasional spesial. Beberapa ahli Jepang serta Perancis sedang menolong kami dekati UNESCO untuk mengaku jadi pusaka budaya dunia”.
Pemandangan alam yang indah, ciri classic yang dipertahankan dengan utuh, masyarakat desa kuno Duong Lam rasakan begitu bangga akan adat budaya serta kesedaran mengawasi serta mempercantik ciri budaya desanya. Ruangan desa kuno Duong Lam masih sukses menjaga ciri aslinya serta berbaur pada irama hidup kekinian. Project mengkonservasikan serta meningkatkan pusaka budaya di desa Duong Lam sudah ikut membuat serta meningkatkan kebudayaan Vietnam yang maju serta kental dengan jati diri tradisionil.
logoblog

Thanks for reading Project konservasi pusaka budaya di desa kuno Duong Lam

Previous
« Prev Post