Friday, May 3, 2019

Pesta tradisi Chu Dong Tu- Tien Dung- Pesta tradisi asmara

  9nagaasia       Friday, May 3, 2019
Vietnam ialah negeri yang mempunyai banyak pesta tradisi serta musim semi ialah musim yang memulai penggelaran pesta - pesta tradisi dalam satu tahun. Menurut tradisi istiadat dari jaman dulu, awal musim semi ialah peluang buat rakyat untuk meminta perlindungan serta pembelaan dari beberapa dewa. Di wilayah Khoai Chau, propinsi Hung Yen saat ini masih ada satu pesta tradisi yang ciri khas serta dihubungkan dengan cerita asmara yang romantis serta ialah satu legenda “Empat Dewa Abadi” menurut kesedaran rakyat Vietnam.
Kuil Da Trach di kabupaten Khoai Chau,provinsi Hung Yen

Konon, pada jaman Raja Hung ke-18, ada seseorang putri raja yang cantik serta telah tiba umur untuk menikah tapi masih ingin pergi bertamasya. Dalam satu hari musim semi, ia serta rombongan perahunya bertamasya di sungai Merah serta saat sampai di lapangan Tu Nhien di desa Da Trach, lihat pemandanan alamnya yang masih alami serta menyenangkan, karena itu putri raja itu sudah memerintah pelayanya membuat gorden pelindung untuk tempat mandi. Tidak diduga ada seseorang jejaka yang berpostur dempal, masih remaja tanpa ada baju. Jejaka itu ketakutan hingga sang putri raja dengan tenang menegur. Jejaka menjelaskan jika ia dianya ialah seseorang yatim piatu, harus mencari nafkah dengan tangkap ikan untuk penuhi hidup satu hari - hari. Saat lihat iringan perahu yang penuh dengan bendera, jejaka itu takut lalu bersembunyi dibawah pasir. Tidak menduga jika tempat itu, ialah tempat putri raja itu mandi. Menyadari nasib jejaka miskin itu, serta memiliki pendapat jika pertemuan itu ialah satu suratan takdir, karena itu putri raja itu mengundang sang pemuda turun ke perahu, buka jamuan serta menginformasikan ikatan suami-istri. Semenjak itu, putri raja yang cantik itu tinggal hidup di wilayah ladang dengan suaminya untuk hidup serta menolong rakyat ditempat buka rimba, membangun perkampungan serta dermaga perdagangan. Dalam proses seterusnya, cerita mengenai asmara antara jejaka miskin Chu Dong Tu serta putri raja yang cantik Tien Dung sudah diwariskan dari generasi ke generasi serta dirajut jadi cerita asmara yang indah, romantis serta atraktif dalam kebudayaan folklor Vietnam. Nguyen Hong Thuan, seseorang lanjut usia di desa Da Trach bercerita jika, “ Putri raja Tien Dung tinggal di dalam rumah untuk mengajar rakyat untuk bertani. Ia pintar menyembuhkan penyakit, bisa menyembuhkan penyakit raja serta rakyat di semua wilayah. Oleh karenanya, rakyat di 72 kecamatan dahulu sudah membangun kuil untuk memujanya. Namun, ada hulubalang yang menjilat raja sudah memberikan laporan pada raja jika mereka mengorganisasi rakyat wilayah ini untuk menentang raja, karena itu raja sudah mengerahkan pasukan untuk menindasnya. Chu Dong Tu serta putri Tien Dung untuk mengawasi kepribadian kebaktian pada ayah sudah terbang ke langit dengan tinggalkan tongkat serta caping. Ppenduduk dalam tempat ini sudah membuat kuil untuk memuja mereka pada tiap tanggal 10 bulan ke-2 tahun Imlek”.

Menurut legenda, waduk air yang luas serta biru airnya di sini yaitu sisa istana dari suami-istri putri raja yang sudah hilang sesudah satu malam, karena itu dia diberi nama Da Trach berarti Waduk Satu Malam. Malah dalam tempat ini, masyarakat sudah membuat kuil Da Trach untuk mengenangkan layanan Chu Dong Tu serta putri Tien Dung. Saban tahun, Pesta Tradisi Chu Dong Tu - Tien Dung sudah menggelorakan satu wilayah pedesaan yang damai pada hari-hari awal musim semi. Saban tahun, dari tanggal 10 sampai tanggal 12 bulan ke-2 tahun Imlek, rakyat di propinsi Hung Yen serta pelancong di semua pelosok tanahair sudah hadir ke Da Trach untuk hadir satu diantara pesta tradisi yang ciri khas di Vietnam. Pesta Tradisi Chu Dong Tu diselenggarakan di dua kuil yakni kuil di desa Da Hoa serta kuil di desa Yen Vinh, kecamatan Da Trach dengan protokol - protokol tradisionil, memanifestasikan kepercayaan-kepercayaan dari kebudayaan folklor. Di sini akan berjalan protokol-protokol yang khidmat seperti mengarak tandu, air, tongkat sakti serta caping. Sesudah protokol-protokol adalah acara pesta dengan menyerap keterlibatan banyak pemuda-pemudi ditempat terdapat beberapa permainan tradisionil seperti lomba perahu, laga silat, beradu ayam dan sebagainya. Sepanjang beberapa tahun akhir-akhir ini, pelancong domestik serta pelancong luar negeri yang hadir ke pesta tradisi ini makin banyak. Banyak pemuda-pemudi hadir ke kuil Chu Dong Tu- Tien Dung yang terdapat di tepian sungai Merah yang diasumsikan jadi kuil asmara. Pasangan-pasangan pemuda-pemudi tetap hadir kesini untuk meminta asmara, ingin mencari kekasih yang sesuai dengan menjadi suami-istri, pada dalam itu, buat pelancong luar negeri, ini benar - benar adalah satu Valentine Ketimuran, satu cerita asmara yang romantis dari orang Vietnam. Ha Van, mahasiswi dari Institut Keuangan Hanoi menjelaskan jika “ Ini untuk ke-2 kalinya saya hadir kesini, kali awalnya, saya hadir kesini untuk memphoto, jadi belum memerhatikan ciri budaya serta legenda di seputar kuil ini. Namun, pada tahun ini, berpeluang ikut juga dalam pesta dengan kebanyakan orang, karena itu saya rasakan begitu senang serta mudah hati”.

Dalam suarana yang bergelora dari semua pesta tradisi musim semi, karena itu Pesta Tradisi Chu Dong Tu- Tien Dung bawa ciri indah sendiri dari wilayah yang berbudaya. Pesta ini menghidupkan kembali satu cerita asmara, menjelaskan hasrat-hasrat akan kehidupan yang damai, keinginan mengenai asmara sebenarnya yang melebihi semua ritual agama serta faktor aslinya. Pesta Tradisi Chu Dong Tu - Tien Dung memanifestasikan ciri budayayang indah dari folklor Vietnam.
logoblog

Thanks for reading Pesta tradisi Chu Dong Tu- Tien Dung- Pesta tradisi asmara

Previous
« Prev Post