Thursday, May 9, 2019

Meningkatkan nilai pusaka dari ketentuan desa dalam kehidupan kultural

  9nagaasia       Thursday, May 9, 2019
Dalam khazanah budaya Vietnam ada satu pusaka yang teramat berharga yakni semua ketentuan desa. Ketentuan desa di semua wilayah pedesaan selalu bawa kekhususan, memanifestasikan semangat ketaatan dari rakyat pada masyarakatnya. Bagaimana meningkatkan beberapa hal yang positif dari ketentuan desa pada periode dewasa.

Dalam riwayat Vietnam, ketentuan desa adalah catatan mengenai ketentuan umum, prinsip tingkah laku bersama dengan yang harus harus ditaati, berkaitan dengan kehidupan masyarakat di desa. Semua masalah ini tercipta dalam proses riwayat serta sesuai serta ditambah saat dibutuhkan. Pada dinasti Tran, ketentuan desa sudah cukup popular dalam system desa serta kecamatan di Vietnam. Sebagian besar ketentuan desa ini mengutarakan isi yang berkaitan dengan kehidupan di desa misalnya, keamanan, ketertiban, tingkah laku, pemberian penghargaan, pemberian hukuman sampai penerapan semua bagian kepribadian yang memanifestasikan keharusan anak pada ayah-ibu, kakek-nenek, istri pada suami dan sebagainya. Selain beberapa faktor positif, alami tiap periode riwayat, banyak ketentuan desa memastikan beberapa hal yang dilarang serta hukuman yang keras. Namun, hal yang mencolok dalam semua ketentuan desa dahulu selalu terdapat beberapa “rangsangan” yang masih punyai nilainya sampai saat ini, contohnya, ketentuan desa dari desa Nhat Tan, kota Hanoi yang ada di 100 tahun ini memberikan dengan jelas “Mengajar pengetahuan pada beberapa anak adalah keharusan orangtua pelajar, tidak ada yang menolaknya”. Atau ketentuan desa dari desa Phu Xa Doai, peluaran kota Hanoi yang dibuat pada tahun 1906 memiliki ketetapan yang mengharuskan beberapa anak dari 5 sampai 6 tahun baik lelaki atau wanita harus bersekolah, jika tidak, ayah-ibunya akan dikenai sangsi berbentuk uang. Banyak ketentuan desa sampai saat ini masih dipertahankan menurut adat, contohnya memastikan tanggung-jawab rakyat dalam memberi sumbangan pada desa dan sebagainya. Tran Hong Duc, 81 tahun di kota Hanoi memberitahu: “Saya asal dari desa Quan Xuyen, kecamatan Thanh Cong, kabupaten Khoai Chau, propinsi Hung Yen dahulu, ketentuan desa memastikan jika saat anak wanita bersuami dengan pria yang jauh tempatnya harus memberi sumbangan dalam soal 500 butir batu pada desa untuk membuat jalan desa. Saat ini, tidak ada ketetapan semacam itu , tetapi, desa masih menyarankan sumbangan untuk pembangunan pedesaan baru. Dengan Ketentuan desa ini, beberapa orang memberi sumbangan untuk membuat kembali pintu gerbang desa, balai desa agar makin lebih istimewa, indah serta desa saya sudah mendapatkan pernyataan jadi desa berbudaya, desa pedesaan baru”.

Pada fakta saat ini, ketentuan desa masih ada bersamaan dengan system perundang-undangan Negara. Ada opini yang mengatakan jika skala sosial sudah berkembang, oleh karenanya, ketentuan desa di tiap desa dapat membuat ketidaksamaan yang berbentuk lokal. Namun, periset kebudayaan folklor, Profesor, Dokter Ngo Duc Thinh mengatakan jika fakta dalam Kitab undang-undang negara sudah menarik beberapa hal yang berbentuk umum dari semua ketentuan desa, oleh karenanya, antara ketentuan desa serta undang-undang tidak sama-sama berkontradiksi, tetapi sama-sama meningkatkan. “Saya fikir jika undang-undang Negara berbentuk umum, sedang, ketentuan desa ialah mengkongkritkan, oleh karenanya, untuk melakukan ketentuan desa, kita agar mengkodifikasikan ketentuan desa berarti masukkan inspirasi undang-undang Negara berbentuk ketentuan desa”.

Sepanjang beberapa tahun akhir-akhir ini, pergerakan “seluruh rakyat menyatu padu membuat kehidupan yang berbudaya di gugus pemukiman penduduk” yang ditargetkan oleh Pengurus Besar Fron Tanah Air Vietnam dihubungkan dengan pergerakan pembangunan pedesaan baru. Untuk menyongsong kampanye ini, Pengurus Besar Front Tanah Air Vietnam di beberapa daerah sudah memberi input pada pemerintahan wilayah untuk meningkatkan serta mendiversifikasi peraturan-peraturan desa di gugus pemukiman masyarakat, oleh karenanya, sudah ikut melakukan dengan baik pergerakan membuat kehidupan yang berbudaya baru. Menurut itu, ketentuan desa diulas oleh rakyat sendiri, lalu diesahkan oleh pemerintahan wilayah diatas basic kebulatan opini serta mewarisi beberapa hal yang positif dari ketentuan desa tradisionil. Banyak ketetapan mengenai pernikahan, upacara menyongsong usia panjang, pemakaman dan sebagainya di wilayah pedesaan lewat cara hidup baru sudah diterima oleh rakyat serta sampai hasil yang positif. Pada periode saat ini, semua ketentuan desa di banyak wilayah pedesaan sedang selalu disempurnakan, lewat itu, sukses meningkatkan beberapa faktor yang positif pada perubahan semua desa di Vietnam pada periode perubahan baru.
logoblog

Thanks for reading Meningkatkan nilai pusaka dari ketentuan desa dalam kehidupan kultural

Previous
« Prev Post