Saturday, May 4, 2019

Mengkonservasikan keyakinan memuja Raja Hung vietnam

  9nagaasia       Saturday, May 4, 2019
wisata vietnam - Keyakinan memuja Raja Hung di Vietnam barusan sah mendapatkan pernyataan dari UNESCO jadi warisan budaya bukan kebendaan yang mewakili umat manusia. Ini adalah kebanggaan besar teradap semua bangsa Vietnam saat tradisi istiadat memuja nenek moyang dari Vietnam dimuliakan oleh dunia. Namun, diseiringi dengan titel yang berharga itu ialah satu tanggung-jawab yang berat pada bangsa serta rakyat Vietnam, yakni harus mengkonservasikan serta meningkatkan keyakinan itu supaya semua nilai warisan budaya ini dapat ditebar dengan intens serta ekstensif di kelompok warga serta tidak aus atau dirubah menurut waktu.
UNESCO mengesahkan keputusan mengakui kepercayaan memuja Raja Hung menjadi warisan budaya dunia

Saat suara ketukan palu Ketua persidangan ke-7 Komite antar pemerintah mengenai Konvensi 2003 mengersahkan ketetapan mengaku keyakinan memuja Raja Hung di propinsi Phu Tho, Vietnam Utara jadi warisan budaya bukan kebendaan baru dari umat manusia, semua kamar sidang bergema dengan suara tepukan tangan yang tidak kunung berhenti. Saat ini, Vietnam mempunyai satu warisan budaya yang mendapatkan pernyataan dari dunia serta yang lebih penting adalah tradisi istiadat memuja nenek moyang yang suci dari bangsa Vietnam sudah jadi nilai yang mempunyai makna mewakili serta tipikal dengan global. Keyakinan memuja Raja Hung ialah warisan budaya paling suci yang disimpan serta diwariskan dari generasi ke generasi. Sesudah warisan budaya ini dimuliakan oleh UNESCO, hal yang penting primer dan ialah jalan keluar yang berjangka-panjang dimana Vietnam harus menjunjung tinggi kesedaran serta tanggung-jawab untuk mengawasi, mengkonservasikan serta meningkatkan keyakinan ini. Pham Cao Phong, Sekretaris Jenderal Komite Nasional UNESCO Vietnam memberitahu: “Tercapainya titel ini hanya beberapa saja, tap bagaimana mengkonservasikan serta meningkatkan warisan budaya ini baru permasalahan yang penting, terutamanya pada latar belakang Vietnam mengalami penggeseran susunan ekonomi, karena itu harus memakai gelar-gelar yang telah diraih untuk memberi sumbangan pada perubahan semua wilayah yang mempunyai warisan ataupun untuk semua negeri biasanya. Komite Nasional UNESCO Vietnam sudah terkait dengan semua organisasi internasional supaya mereka dapat memberi pertolongan tehnik serta keuangan pada Vietnam untuk mengkonservasikan warisan budaya ini. Warisan budaya itu harus dikonservasikan sesuai kriteriumnya di sisi ilmu dan pengetahuan. Serta saat kita sudah meningkatkan warisan itu harus juga mengembangkannya dengan berkaitan untuk generasi-generasi lalu hari”.

Beritanya, propinsi Phu Tho sedang mempelajari satu taktik konservasi yang berjangka-panjang buat keyakinan memuja Raja Hung untuk ikut mengawasi, meningkatkan serta mengkonservasikan ciri budaya bangsa. Ha Ke San, Wakil Ketua Komite Rakyat propinsi Phu Tho memberitahu: “Pertama-tama, kami fokus menguatkan publikasi mengenai warisan budaya ini supaya rakyat semua negeri, orang Vietnam di luar negeri serta sahabat-sahabat internasional lebih pahami mengenai satu warisan budaya yang unik serta spesial di Vietnam. Pada tahun akan datang, kami akan mengadakan dengan baik upacara Hari Haul Cikal Akan Raja Hung serta pesta tradisi Kuil Raja Hung yang dihubungkan dengan menyongsong pernyataan pada Warisan Keyakinan memuja raja Hung. Salah satunya, kami akan membuat kriteria yang lebih aman pada rakyat untuk ikut juga dalam keyakinan ini, sebab malah merekalah orang yang mengawasi serta mewariskannya dari generasi ke generasi”

Warisan tidak dapat eksis kekal dengan nilai-nilai aslinya jika semua nilai itu tidak dihormati, dijaga serta diwariskan dalam hati tiap orang, langkah hidup tiap keluarga, tiap grup komune serta semua bangsa Vietnam. Menurut Nguyen Chi Ben, Kepala Institut Kebudayaan serta Kesenian Vietnam, satu hal penting yang tidak dapat dilupakan adalah harus meningkatkan selanjutnya keterlibatan komune dalam mengawasi serta mengkonservasikan warisan. “Bagi warisan budayan bukan kebendaan yang mewakili umat manusia, UNESCO tetap memerhatikan permasalahan bagaimana warisan budaya itu dikonservasikan, dikembangan serta diwariskan di kelompok warga. Mereka menuntut supaya warga harus jadi subyek dari warisan budaya bukan kebendaan”.

Menurut ibu Le Thi Minh Ly, Kepala Pusat Riset serta Peningkatan Warisan dari Asosiasi Warisan Vietnam, permasalahan yang butuh mendapatkan perhatian saat ini adalah apa yang perlu kita kerjakan supaya semua nilai kemanusiaan yang baik dari keyakinan memuja Raja Hung tetap mempunyai daya hidup, daya sebar dalam perasaan serta semangat rakyat Vietnam. Salah satunya, yang sangat penting adalah harus tingkatkan kesedaran beberapa susunan rakyat, khususnya kelompok muda mengenai semua nilaiwarisan supaya kebanyakan orang mendapatkan pemahaman yang dalam serta memanifestasikan sepenuhnya keyakinan pada kredibilitas yang diambil serta dipuji oleh warga.

Rutinitas warga, ritual serta pesta “Kepercayaan memuja Raja Hung di propinsi Phu Tho” adalah citra mengenai jati diri serta kesatuan dalam keanekaragaman kebudayaan dari komune semua etnis di Vietnam. Untuk mengkonservasikan serta meningkatkan satu warisan budaya yang spesial dari dunia seperti Keyakinan memuja Raja Hung, yang menekan, propinsi Phu Tho akan fokus mengorganisasi dengan baik Pesta Tradisi kuil Raja Hung tahun 2013. Dengan berjangka-panjang, propinsi ini membuat program tindakan dengan beberapa kegiatan mempperkenalkan serta menyosialisasikan warisan budaya dunia baru di negeri serta pada sahabat-sahabat internasional.
logoblog

Thanks for reading Mengkonservasikan keyakinan memuja Raja Hung vietnam

Previous
« Prev Post