Friday, May 3, 2019

Masyarakat di Nam Bung menceritakan dengan gambar photo di vietnam

  9nagaasia       Friday, May 3, 2019
Memphoto semua kegiatan kebudayaan, bercerita sendiri kebudayaannya ialah pekerjaan yang sedang dikerjakan dengan asik oleh rakyat etnis minoritas Dao di Nam Bung, kabupaten Van Chan, propinsi Yen Bai, Vietnam Utara. Mereka sedang dengan Institut Riset Sosial, Ekonomi serta Lingkungan (iSEE) mengaplikasikan Photovoice untuk temukan diri pribadi serta rasakan bangga dalam mengenalkan kebudayaan komunitasnya. Kisah-kisah mengenai kehidupan, kegiatan komune serta keyakinan dikisahkan oleh rakyat di sini dengan jujur dengan langkah melihat jadi orang dalam.
Rakyat etnis minoritas Dao

Dari generasi ke generasi ini, masyarakat di dukuh Nam Chau, kecamatan Nam Bung cuma tahu ladang serta huma, menggenggam pisau serta menggenggam jarum sulaman. Ada dikit orang yang tahu mengenai pesawat camera serta mereka makin asing dengan pengetahuan memphoto, pojok potret, sinaran dan sebagainya. Namun, saat dilengkapi dengan pesawat camera publik, pengetahuan-pengetahuan fundamental mengenai tehnik memphoto serta keanekaragaman budaya, karena itu rakyat etnis minoritas Dao di dukuh Nam Chau sudah membuahkan beberapa ribu photo yang ciri khas, hidup-hidup serta penuh dengan ilham. Doktor Vo Mai Phuong, petugas seksi riset, koleksi kebudayaan Vietnam dari Museum Etnologi Vietnam, orang langsung mengajarkan langkah memphoto pada rakyat memberitahu: “Rata-rata tiap orang sukses memphoto 700 buah photo. Tentu saja, bukan semua photo yang dipotret oleh rakyat akan dipamerkan, kami cuma pilih beberapa photo saja. Pada pertama kali, saat untuk kali pertamanya menggenggam pesawat camera, tapi rakyat di dukuh Nam Chau sudah sukses memphoto foto-foto yang baik semacam ini. Photo yang indah pada kali ke-2 lebih banyak”.

Lihat pada foto-foto yang dipotret oleh rakyat di Nam Bung, Doktor Vo Mai Phuong betul-betul rasakan kaget mengenai kualitas foto-foto itu. Beberapa orang yang seumur hidupnya cuma menggenggam membajak, cangkul, bahkan juga ada orang tidak paham huruf, tapi langkah melihat mereka mengenai kehidupan di seputar begitu mendalam. ialah pekerjaan-pekerjaan yang mereka kerjakan pada tiap hari, tetapi, saat dimasukkan ke photo jadi hidup-hidup serta memiliki kandungan banyak narasi yang bagus. Doktor Vo Mai Phuong menunjuk pada suatu photo serta menjelaskan : Mungkin ada foto-foto yang belum betul-betul indah, tetapi mereka pilih mereka, sebab mereka mengatakan jika dia mempunyai makna buat mereka. Contohnya, satu photo mengenai orang menanam pohon padi tidak ada yang menarik, tapi lewat itu, orang tunjukkan: kenapa rakyat etnis minoritas Dao membuat sawah bertangga serta langkah menanam pohon padi yang dikerjakan rakyat etnis minoritas Dao berbeda dengan etnis lain”.

Photo mengenai masyarakat yang bersawah, membuat waduk, tanggul dan sebagainya sudah dipotret oleh saudari Ly Thi Liu. Pada tahun ini, usianya 18 tahun, tapi, langkah ia melihat mengenai kehidupan rakyat etnisnya dimanifestasikan dengan hidup-hidup di tiap photo. Tiap fotonya ialah satu cerita mengenai kehidupan serta masyarakat di wilayah pegunungan Tay Bac ini. Ia menjelaskan: “ Saya sukses memphoto banyak photo mengenai menanam pohon padi, langkah membuan pematang sawah, langkah ambil bahan obat-obatan serta lain. Saya lihat jika langkah rakyat di sini menanam pohon padi berbeda dengan wilayah lain. Di wilayah lain, mereka menanam pohon padi dengan lurus, sedang di sini, mereka menanam pohon padi dengan alami. Menurut saya, langkah menanam pohon padi dengan lurus lebih baik sebab saat merumputi semakin lebih cepat, bisa lihat skala air di sawah. Saya fikir jika di masa datang, tentu harus beralih ke penanaman pohon padi dengan lurus.
Pada dalam itu, saudari Serta ingin memphoto foto-foto mengenai wanita-wanita etnis Dao yang sedang merajut. Ia memberitahu jika sesudah pekerjaan persawahan usai, wanita etnis Dao ingin merajut. Wanita etnis Dao yang merajut sudah dipotretnya dengan alami. Ia menjelaskan: “Wanita yang sedang merajut begitu indah, karena itu saya memotretnya. Langkah rakyat etnis Dao merajut berbeda dengan etnis H’Mong. Bergantung pada kemauan tiap orang, tetapi rakyat etnis Dao lihat jika langkah menyulamnya lebih indah”.

Semua photo meskipun indah atau belum sampai kualitas, tapi beberapa pemegang pesawat camera ingin mengenalkan langkah produksi, kejuruan tradisionil atau langkah hidup etnisnya. Keuntungan terbesar buat rakyat etnis minoritas di sini saat menggenggam pesawat camera adalah menolong mereka lebih yakin diri dalam kehidupan, memiliki langkah melihat baru mengenai momen serta kegiatan di sekelilingnya, ikut melestarikan kebudayaan etnis, menaruh beberapa detik yang hidup-hidup dalam kehidupan dan sebagainya. Lewat foto-foto ini, rakyat mengatakan inspirasi serta impiannya. Foto-foto yang paling indah, kisah-kisah yang terbagus akan dipamerkan menjadi titik konsentrasi pada sebuah Pesta jalanan untuk memuliakan kebudayaan semua etnis di Vietnam yang diselenggarakan pada medio April berkenaan dengan Hari Kebudayaan semua etnis Vietnam 19 April.
logoblog

Thanks for reading Masyarakat di Nam Bung menceritakan dengan gambar photo di vietnam

Previous
« Prev Post