Sunday, May 5, 2019

Makna suara lonceng di pagoda dalam budaya Buddhisme Vietnam

  9nagaasia       Sunday, May 5, 2019
Tidak paham semenjak kapan, citra pagoda serta suara lonceng di pagoda sudah jadi terkenal buat tiap masyarakat Vietnam. Pada tiap pagi-pagi benar atau pada sore hari, suara lonceng di pagoda bergema hingga membuat hati orang rasakan senang serta lega. Buat beberapa orang Vietnam, beberapa suara itu bukan sekedar menggugah kembali kenangan lama, menghidupkan orang, ciri budaya , dan juga adalah ciri budaya dalam hati tiap orang.
Lonceng di pagoda An Phuoc Vietnam

Saat ini, saat hadir ke mana saja di Vietnam, orang dapat lihat pagoda-pagoda kuno, classic, salah satunya ada pagoda yang berpenanggalan beberapa ratus tahun. Dengan ciri arsitektur pagoda tetap kedengarkan suara lonceng, satu suara yang simpel tetapi khidmat serta suci. Citra pagoda serta suara lonceng di pagoda jadi bukti yang memperjelas jika agama Buddha sudah ada di Vietnam sudah lama serta jadi ciri budaya spiritualitas yang berkaitan dengan orang Vietnam. Menurut filsafat agama Buddha, lonceng di pagoda diberi nama Bat Nha, berarti kearifan, sebab suara lonceng ini beberapa menghidupkan hati manusia. Umumnya, lonceng bergema pada 3 serangkaian dengan 108 suara tiap satu serangkaian.Menurut ide agama Buddha, suara lonceng ini akan terbang ke mana saja, membuat semua makluk terlepas dari penderitaan serta menolong manusia di dunia fana mendapatkan ketenteraman. Oleh sebab makna yang keramat semacam itu, karena itu saat memukul lonceng, beberapa pendeta mengingatnya sendiri agar tetap sedar. Buat orang Vietnam, ide mengenai angkasa luar serta manusia dari agama Buddha ialah mendalam tetapi dekat serta gampang dipahami. Suara lonceng adalah pesan untuk menghidupkan semua makluk kembali pada beberapa hal baik yang telah ada pada tiap manusia, menghapuskan semua beberapa hal yang buruk di dunia fana, membuat jiwa manusia jadi jernih.

Dalam kehidupan saat ini, suara lonceng di pagoda seperti urat nadi kehidupan dari waktu lampau yang bawa jiwa yang suci dari Tanah Air, oleh karenanya, dalam pikiran orang Vietnam, permasalahan membuat pagoda serta membuat lonceng dan memukul lonceng memiliki makna teramat penting. Pembuatan lonceng harus dikerjakan oleh grup-grup tukang lebur yang terampil, berhati nurani serta memiliki moral. Sebelum melebur lonceng, harus lakukan ritual-ritual yang khidmat. Dalam tehnik melebur lonceng tradisionil, permasalahan mencampurkan emas serta perunggu dengan persentase tersendiri akan membuat suara lonceng dapat bergema lebih jauh. Emas adalah logam yang berharga, oleh karenanya, banyak masyarakat ingin mempersembahkannya untuk melebur lonceng bermaksud memanifestasikan keyakinan pada Sang Buddha serta menganggap jadi kehormatan buat keluarga serta marganya. Saudari Vu Thi Minh, orang yang memberikan emas untuk bikin lonceng di kota Hanoi menjelaskan: “Pada ini hari, saya memberikan emas pada upacara peleburan lonceng. Saya memberikan emas untuk melebur longceng dengan asa gaar keluarga saya akan mendapatkan kemujuran”.

Sesudah pembuatan lonceng usai, lonceng ini akan digantung di menara lonceng serta semenjak itu, saat hari pesta, saat pagi hari atau pada sore hari, suara lonceng selalu bergema, berbaur pada kehidupan manusia. Profesor, Doktor Pham Minh Khang, periset kebudayaan folklor menjelaskan: “Lonceng bukan satu instrumen musik yang bersuara, tetapi, suaranya ialah suara yang dibuat oleh Tuhan, suara dari tempat yang suci. Saat suaranya bergema, akan membuat manusia rasakan suci yang bawa kemauan manusia ke arah beberapa hal yang mulia dalam kehidupan. Tidak hanya makna mengenai kehidupan keseharian, dia bawa makna spiritualitas, menempatkan keyakinan pada Tuhan untuk sukses menghindarkan beberapa hal yang jelek dalam kehidupan”.
Di Vietnam, pagoda serta suara lonceng tetap dihubungkan dengan desa-desa serta kehidupan golongan tani di persawahan. Dari waktu ke waktu, suara lonceng pagoda bergema seperti membangunkan rakyat untuk kerja. Pada sore harinya, suara lonceng seperti tanda-tanda mengenai akhir sehari kerja. Suara lonceng berasa memudahkan semua kesengsaraan serta membuat manusia rasakan damai sentosa. Dari generasi ke generasi, suara lonceng pagoda pada pagi-pagi atau beberapa sore hari sudah jadi beberapa dalam kehidupan, membuat makna kemanusiaan yang dalam dalam jiwa tiap orang Vietnam.
logoblog

Thanks for reading Makna suara lonceng di pagoda dalam budaya Buddhisme Vietnam

Previous
« Prev Post