Monday, May 20, 2019

Mainan beberapa anak dalam Pesta Pertengahan Musim Gugur

  9nagaasia       Monday, May 20, 2019
Malam bulan purnama bulan ke delapan menurut kalender Imlek atau dimaksud Pesta Pertengahan Musim Gugur ialah pesta untuk beberapa anak. Di mata beberapa anak, malam bulan purnama bulan delapan tetap mengagumkan, mereka tetap ketertarikan menunggu-nunggu beberapa orang dewasa memberi hadiah-hadiah yang mereka sukai seperti lentera, lampu berbintang dan sebagainya serta mereka rasakan suka saat bisa nikmati kue bulan tradisionil atau dengan orang tuanya turun ke jalan untuk memandangi bulan. Serta dalam malam pesta itu, mainan beberapa anak ialah beberapa yang tidak dapat kurang buat beberapa anak baik di perkotaan atau di wilayah pedesaan.



Saban tahun, pada hari-hari mendekati Pesta Pertengahan Musim Gugur, semua jalan Hang Ma, kota Hanoi jadi berkelip-kelip dengan warna-warni beberapa jenis mainan beberapa anak yang dibikin dengan manual. Berbeda dengan beberapa tahun awalnya, pada tahun ini, banyak mainan beberapa anak tradisionil sudah disukai baik penjual atau konsumen. Di beberapa toko di jalan Hang Ma ini di jual banyak mainan beberapa anak tradisionil, dari topeng kertas dengan bentuk dewa Tu Di Gong, kerbau, harimau, ubah, kelinci, singa, Sun Wu Kong sampai lampu-lampu berlapis, lampu berbintang, kepala singa serta lentera beberapa type bersama menyesemarakkan malam bulan purnama.
Seperti perihal dengan beberapa ayah muda lain, saudara Nguyen Ky sedang pilih beberapa mainan tradisionil Vietnam untuk anak laki-lakinya yang baru berumur 5 tahun. Menurutnya, pilih mainan bukan sekedar untuk hasrat dan juga untuk bikin anaknya lebih pahami kebudayaan serta riwayat bangsa. Ia menjelaskan: “Menggunakan mainan beberapa anak Vietnam serta beli barang kerajinan bikinan orang Vietnam ialah untuk merangsang semangat nasionalisme dan mendidik beberapa anak mengenai mainan-mainan tradisionil dari beberapa pendahulu. Pertama kali adalah harus membuat beberapa anak pahami jika mainan ini dibikin oleh orang Vietnam, ke-2 adalah dia punyai makna melanjutkan adat serta memperjelas semangat patriotisme”.

Tidak hanya lampu berbintang yang berwarna merah yang ia beli, ia beli satu tambur yang selalu dimainkan beberapa anak saat malam bulan purnama. Ia memberikan tambahan: “Mengarak lampu berbintang pada Pesta Pertengahan Musim Gugur dengan maksud supaya beberapa anak pahami makna hari bulan purnama yang diasumsikan jadi lampu untuk menerangi beberapa anak ke arah ke hari esok. Pada dalam itu, suara tambur memperingatkan kembali suara gendera pertarungan yang dimainkan beberapa pemberontak pendahulu dalam melawan agresor untuk selamatkan Tanah Air. Ada banyak sekali pesan dari suara tambur ini, oleh karenanya, saya beli tambur ini untuk anak saya”.
Dalam pada itu, saudari Thu Huyen sedang pilih lampu yang berupa ikan mas untuk anak perempuannya. Ia memberitahu jika saat ini, mainan untuk beberapa anak begitu beranekaragam, warnanya begitu indah, tetapi ia cuma beli mainan yang kental dengan jati diri kebudayaan untuk anaknya. Ia menjelaskan: “Saya beli lampu yang berupa ikan mas serta lentera untuk anak saya. Lentera adalah lambang musim gugur sebab ada acara mengarak lampu. Sedang, lampu yang berupa ikan mas adalah imajinasi tradisionil. Saya inginkan jika lewat mainan-mainan tradisionil ini anak saya pahami kebudayaan orang Vietnam”.

Mainan beberapa anak tradisionil dibikin oleh beberapa pengrajin di desa-desa kerajinan pinggir kota Hanoi. Beberapa pengrajin sedang berupaya untuk mengakhiri pesanan mainan beberapa anak yang paling akhir sebelum Pesta Pertengahan Musim Gugur. Keluarga saudari Nguyen Thi Tuyen yang populer di desa Van Canh mengenai mainan-mainan beberapa anak. Pada tahun ini, mainan-mainan beberapa anak banyak dipesan oleh konsumen setia terbanding dengan tahun kemarin.Meskipun keperluan beberapa anak alami pergantian, tetapi, beberapa produk kerajinan tradisionil untuk selamanya adalah asal mula kebudayaan bangsa yang menjelujuri kehidupan beberapa anak Vietnam saat Pesta Pertengahan Musim Gugur datang. Ia menjelaskan: “Sebenarnya, mainan beberapa anak terkait dengan waktu kanak-kanak saya. Dari waktu kecil, keluarga saya lakukan kerajinan ini, karena itu saya sendiri pahami makna mainan beberapa anak. Itu adalah motivasi buat saya untuk jaga kerajinan membuat mainan anal-anak”.

Mainan-mainan beberapa anak makin menempati kelebihan di pasar Pesta Pertengahan Musim Gugur. Hal tersebut makin menunjukkan jika nilai budaya tradisionil adalah satu fundasi buat orang Vietnam untuk membuat kebudayaannya, ikut memperjelas jika budaya folklor adalah daya hidup internal seperti yang disebutkan oleh almarhum Pertama Menteri Vietnam, Pham Van Dong jika “Kehilangan kerakyatan bermakna kehilangan jiwa bangsa”.
logoblog

Thanks for reading Mainan beberapa anak dalam Pesta Pertengahan Musim Gugur

Previous
« Prev Post