Friday, May 3, 2019

Ma Van Khang, penggerak dunia kesusastraan Vietnam moderen

  9nagaasia       Friday, May 3, 2019
Pengarang Ma Van Khang ialah salah seseorang pengarang yang tipikal di bagian kesusastraan Vietnam yang diusulkan mendapatkan Penghargaan Ho Chi Minh dalam gelombang ke-4. Ia dipandang jadi pengarang yang ikut membuat dunia kesusastraan Vietnam moderen dengan karya-karya yang sudah membuat namanya pada beberapa tahun awal pembaharuan. Tiap halaman karyanya baik dengan tenang atau mungkin dengan berkobar tambaknya bawa satu pelajaran yang memperingatkan kita mengenai kecintaan pada kehidupan serta manusia.
Pengarang Ma Van Khang

Pengarang Ma Van Khang nama aslinya Dinh Trong Doan. Ia sempat diketahui jadi pengarang rakyat etnis-etnis minoritas di wilayah pegunungan. Namun, satu pojok yang tidak kecil dalam karya-karyanya adalah terdapat beberapa karya yang bagus mengenai topik perkotaan, salah satunya harus bicara tentang karya yang berjudul “Hujan musim panas” yang diedarkan pada tahun 1982. Barusan diterbit, tetapi “Hujan musim panas” sudah memunculkan “demam” di kelompok pendapat umum sebab ide-idenya yang cukuplah berani yang diutarakan oleh pengarang dalam novel ini. Institut Kesusastraan Vietnam pada saat itu sudah mengadakan satu sarasehan mengenai karyanya ini.

Sampai saat ini, kritikus sastra Luu Khanh Tho masih ingat seutuhnya isi sarasehan itu meskipun telah 30 tahun. Ada beberapa orang mencela novelnya ini. Ada juga orang yang suka pada keberanian, suka pada beberapa hal yang baru dalam buah pena Ma Van Khang saat ia menyingkap serta menyerang aspek yang negatif dalam warga dengan tanpa ada ampun. Dari sana, nama Ma Van Khang sudah dibicarakan orang tidak karena hanya karya-karya serta beberapa tokoh dari wilayah pegunungan, tetapi, lebih dari segala-galanya adalah integrasinya yang mantap dalam arus kesusastraan Vietnam moderen, dihubungkan dengan kehidupan di perkotaan pada beberapa tahun awal pembaharuan.

Kritikus sastra Luu Khanh Tho bercerita: “Saya begitu suka pada satu narasi pendek ciptaan pengarang Ma Van Khang yang berjudul “Seoly - si penggerak gelanggan asmara. Saya ingin memakai kata itu untuk bicara tentang pengarang Ma Van Khang yakni Ma Van Khang - penggerak dunia kesusastraan Vietnam moderen. Pengarang Ma Van Khang sudah memberi sumbangan pada kesusastraan awal pembaharuan. Dapat disebutkan, karya yang menandai pergantian yang penting dari pengarang Ma Van Khang adalah novel yang berjudul “Hujan musim panas”. Saya masih ingat jika saat novel itu lahir sudah menemui banyak kesukaran. Makin terlihat jika cuma dalam waktu yang pendek saja, novel “Hujan musim panas” itu sudah ajukan banyak permasalahan pada kesusastraan yang diperbaharui dan fungsi membuat perkiraan dari kesusastraan pada kehidupan sosial biasanya serta kesusastraan pada khususnya”.

Pada beberapa tahun awal pembaharuan, pengarang Ma Van Khang terus-terusan melahirkan banyak karya yang sukses memunculkan perhatian pada beberapa pembaca. Dari karya “Hujan musim panas”, Ma Van Khang selalu melahirkan karya “Musim daun gugur di kebun pekarangan”. Selekasnya sesudah dibuat, karya ini sudah mendapatkan sambutan hangat oleh massa rakyat serta dipandang seperti satu diantara karya “yang pergi duluan” dari pembaharuan, memiliki kandungan banyak perkiraan yang masih mempunyai makna sampai saat ini dan sudah difilimkan oleh sutradara Quoc Trong dengan “Musim daun gugur di kebun pekarangan”. Buat pengarang Ma Van Khang, mengarang khususnya adalah cerita mengenai nasib manusia, perjuangan dari tiap orang untuk ke arah ke beberapa hal yang indah serta baik. Disana sini dalam tulisannya, pembaca dapat lihat terdapatnya rasa sedih penciptanya sendiri, tetapi diatas segala-galanya adalah pemikiran-pemikirannya mengenai perasaan manusia serta kondisi sosial.

Ia ingin betul-betul memakai kemampuan penanya untuk menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan pada manusia serta untuk manusia dengan makna seluas-luasnya. Pengarang Ma Van Khang menjelaskan: “Manusia hidup bukan sekedar mempercantik kehidupan, bukan sekedar membuat bunga, dan juga hidup untuk menanggung penderitaan, itu hukum warga. Hidup ialah berusaha serta berusaha akan alami luka-luka. Saya tidak mau terdapatnya satu keindahan yang terbentuk dengan gampang. Keindahan itu harus berwarna-warni penuh rasa sedih. Keindahan itu harus alami kehilangan, kerugian, bahkan juga pengorbanan, tetapi mereka masih menggeliat untuk memperjelas ciri-khasnya sendiri. Iitulah keindahan yang begitu mendasar”.

Pada tahun ini, meskipun telah berumur 76 tahun serta tiap hari harus minum obat, fisiknya tidak kuat , tetapi potensi menulis serta potensi berpikirnya tidak kalah dengan yang muda. Akhir-akhir ini, ia masih selalu melahirkan dua novel yang dibuat menurut langgam yang seutuhnya baru yakni “Bayangan malam” serta “Tepian”. Dengan dua karya ini, ia ingin mengemukakan semangat, nasib manusia, segi-segi negatif serta arus-arus yang sedang mungkin dengan kesukaran pada beberapa pembaca.

Tembus dua era, kehidupan serta usaha kepengarangan Ma Van Khang terbagi dalam kurang lebih 200 cerpen, 15 novel serta banyak catatan, memory yang berharga. Baik terkait dengan wilayah pegunungan ataupun perkotaan, karena itu tetapi ia sedang hidup bersenyawa dengan tiap tokoh, tiap cerita serta tiap kondisi memperkaya selanjutnya khazanah bahasanya serta tinggalkan banyak karya pada kehidupan. Dapat disebutkan, Ma Van Khang berbaur pada arus kesusastraan Vietnam pada paro ke-2 era ke-XX dengan dampak semacam itu.
logoblog

Thanks for reading Ma Van Khang, penggerak dunia kesusastraan Vietnam moderen

Previous
« Prev Post