Sunday, May 5, 2019

Lakon drama “Hari Masa lalu", cerita purna perang Vietnam

  9nagaasia       Sunday, May 5, 2019
Wisata Vietnam - Dalam lakon drama ada beberapa hal yang saya mengambil dari kehidupan saya. Ada juga beberapa hal yang saya dengar dari narasi serdadu-serdadu Amerika Serikat mengenai penderitaan serta beberapa hal mengonsumsi hati dalam jiwa sepanjang mereka ikut juga arena peperangan di Vietnam. Saya sudah masukkan semuanya itu ke lakon drama “Hari Kenangan”. Demikian curahan hati dari veteran perang Amerika Serikat, Brian Delate, sekaligus juga ialah seniman, dramawan dari lakon drama “Hari Kenangan”.
Para anggota Organisasi Gagasan Hati Serdadu Amerika Serikat

Lakon drama menyuguhkan pada beberapa pemirsa Vietnam mengenai isi hati Brest Westmoreland, seseorang veteran perang Amerika Serikat yang sempat ikut juga dalam perang di Vietnam. Beberapa pemirsa dapat lihat seseorang Amerika Serikat yang bergelut dengan sindrom masalah depresi purnatrauma (PTSD), satu tanda-tanda penyakit syaraf yang terkena oleh beberapa serdadu Amerika Serikat pada saat setelah perang. Lakon dalam drama ini adalah beberapa dari kehidupan pengarangnya, veteran perang Brian Delate. Ia ialah bekas bintara Amerika Serikat yang pasukannya berkedudukan di propinsi Quang Ngai, Vietnam Tengah periode 1969-1970. “Setelah pulang kembali di Amerika Serikat dari Vietnam, kehidupan saya begitu sengsara, yakni saya terserang sindrom serta merasat begitu takut, bahkan juga, saya sudah lakukan beberapa tindakan kekerasan, alami mimpi jelek, masalah psykologi serta saraf, saya tidak paham dimana saya ada serta apa yang saya kerjakan. Hal tersebut berkelanjutan memerlukan waktu lama. Lalu hal tersebut terendapkan, tetapi sampai 11 September 2001, saat saya melihat serangan teror pada pusat perdagangan, karena itu hal tersebut sudah memunculkan semua ketakutan perang serta oleh karenanya, saya pilih jalan kesenian”.

Cerita berjalan saat malam hari sebelum Hari Masa lalu di satu apartemen kecil di kota New York. Pada sebuah waktu pendek, Brian Delate mainkan peranan jadi veteran perang Brest Wesmoreland yang ada dalam kamar dengan tempat siap lakukan bunuh diri. Ingatan selalu ikuti, mengobsesi, meneror serta mengincar lakon dalam kebuntuan, tetapi, ia tidak mendesak pelatuk senapan, tetapi membuat Brest jadi rekan se-kesatuan, beberapa orang yang telah ia jumpai di Vietnam pada saat perang. Lalu dalam pemikirannya, beberapa tindakan yang mengerikan, contohnya lakukan perburuan dibawah tanah, di helikopter, lakukan pembakaran serta pembunuhan selalu ada. Seniwati Rakyat Le Khanh yang ikut juga dalam lakon drama ini dengan peranan jadi satu bayangan hantu yang melihat perjuangan batin dari tokoh memberitahu: “Pencipta serta tokoh penting Brian sudah sempat merasakannya dalam kehidupan serta ia sudah merekonstruksinya diatas panggung. Hal yang menghadang saya untuk kali pertamanya serta memunculkan dampak kuat pada saya adalah permasalahan spiritualitas. Kami sudah berupaya menyentuh permasalahan spiritualitas yang dalam itu pada pemirsa serta menginginkan supaya pemirsa pahami beberapa hal yang sedang kami kerjakan, menghadirkan satu perasaan seutuhnya suci pada beberapa penonton”.
Berselang-seling dengan memori-memori yang menakutkan itu adalah beberapa menit yang lebih fresh saat ingatan berhenti di surat-surat dari sanak keluarga, keberbagian, kerinduan akan keluarga, kehidupan di Amerika Serikat serta keinginan serdadu saat dapat pulang kembali.

Dalam kerangka aktivitas-aktivitas jumpa transisi budaya untuk menggerakkan kerujukan, tingkatkan pemahaman keduanya antara rakyat Vietnam serta Amerika Serikat, Asosiasi Vietnam-Amerika serta Organisasi SHI dari Amerika Serikat bekerjasama dengan Gedung Teater Kesenian Tuoi Tre menggelarkan project mempertunjukkan lakon drama “Hari Kenangan” untuk menggalang dana menolong beberapa korban agen oranye Vietnam. Dokter, penyair, Edward Tick, pendiri bersama-sama dan kepala Organisasi SHI memberitahu sindrom masalah depresi purnatrauma jadi popular di kelompok veteran perang, dia mengakibatkan kerusakan jasmani serta rokhani mereka serta semua type obat-obatan, langkah penyembuhan serta konsultasi tidak efisien. Serta cuma pengobatan luka perang antara dua negara yang baru dapat menolong mereka sukses menangani krisis-krisis. “Saya memiliki pendapat jika kesenian adalah satu jembatan penghubung serta beberapa orang hadir ke jembatan penghubung itu untuk lakukan pertemuan, transisi untuk pahami serta menyukai keduanya serta hal yang saya tekankan adalah, dalam kehidupan keseharian, kita tidak dapat mengatakan semua pemikirannya, karena itu dalam kesenian, kita sukses memanifestasikan hal tersebut serta membuat kebanyakan orang mengertinya dengan mendalam. Saya fikir jika lakon drama yang ditampilkan di Vietnam bukan sekedar sampai sukses, tetapi di luar biasa”.
Sesudah acara atraksi, Brian Delate mengatakan jika saya membuat lakon drama “Hari Kenangan” supaya kebanyakan orang yang tidak pernah alami peperangan pahami beberapa hal yang dihadapi sanak keluarganya, penderitaan-penderita yang mereka derita sesudah perang selesai. Lakon “Hari Kenangan” membuat beberapa orang langsung alami peperangan berpikir kembali mengenai waktu lampau serta mengenai beberapa hal yang mereka alami.
logoblog

Thanks for reading Lakon drama “Hari Masa lalu", cerita purna perang Vietnam

Previous
« Prev Post