Monday, May 20, 2019

Lagu rakyat Vi serta Giam jadi pusaka yang mewakili umat manusia

  9nagaasia       Monday, May 20, 2019
Tidak paham semenjak kapan ada irama-irama lagu rakyat Vi serta Giam yang begitu sentimental dari kampung halaman serta Tanah Air di wilayah pedesaan propinsi Nghe An serta propinsi Ha Tinh. Irama-irama lagu rakyat Vi serta Giam mengukir kegiatan kehidupan keseharian, mengkonektivitaskan banyak jiwa pemuda-pemudi, diwarisi serta ditingkatkan sampai saat ini. Lagu rakyat Vi serta Giam dari Vietnam barusan sah dicatat dalam Daftar pusaka yang mewakili umat manusia. Dengan momen ini, lagu rakyat Vi serta Giam sah jadi pusaka ke-9 di Vietnam yang dimuliakan oleh dunia, salah satunya ada 7 pusaka yang ada dalam Daftar pusaka yang mewakili umat manusia.

Lagu rakyat Vi serta Giam sudah terukir dengan mendalam dalam pikiran serta kegiatan komune orang propinsi Nghe An serta propinsi Ha Tinh semenjak jaman dulu serta sukses membuat keunikan dari orang di beberapa daerah ini. Ruangan permulaan dari semua macam lagu rakyat di Vietnam berangkat dari pekerjaan serta produksi serta lagu rakyat Vi serta Giam pun tidak ada di luar hukum itu. Pada awalannya, lagu rakyat Vi serta Giam wilayah Nghe An serta wilayah Ha Tinh masih bersahaja serta simpel dengan lirik-lirik dari beberapa gadis yang menenun kain serta menanam padi, tetapi lalu, lagu rakyat Vi serta Giam berkembang lewat cara serta elemen yang lebih ketat serta jadi irama-irama lagu romantis yang atraktif serta menggandrungkan hati orang. Profesor Tran Quang Hai, ahli mengenai musik tradisionil Vietnam, diaspora Vietnam di Perancis mengatakan jika nilai baik dari lagu rakyat Vi serta Giam perlu untuk diketahui oleh beberapa orang. Ia menjelaskan: “Ada dikit orang yang tahu bagaimana keunikan lagu rakyat Vi serta Giam wilayah Nghe An serta wilayah Ha Tinh. Lagu rakyat Vi serta Giam ialah lagu dendang sayang yang terkait dengan kegiatan keseharian seperti menenun kain, membuat caping, memaneni padi dan sebagainya. Lirik-lirik lagu rakyat ini tunjukkan beberapa macam sajak tradisionil Vietnam dengan irama-irama yang memanifestasikan keanekaragaman musik rakyat Vietnam”.

Lagu rakyat Vi dinyanyikan dengan bebas, tidak ada irama serta sesuai tekad sendiri vokalis. Iramanya dapat tinggi, rendah, pendek atau panjang, semua tergantung pada sajaknya. Berbeda dengan lagu rakyat Vi, lagu rakyat Giam memiliki irama yang pasti, ada yang kuat, ada yang mudah, ada irama dari dalam serta ada irama di luar. Lagu rakyat Giam kaya dengan karakter cerita, curahan hati, memberi saranan serta memberi keterangan. Ada juga type lagu Giam yang jenaka, berbentuk mengkritik serta ada juga yang berbentuk lagu kasih dendang. Lagu rakyat Vi serta Giam ialah dua type lagu yang berlainan, tetapi memiliki ruangan pagelaran yang sama serta berkairan dengan proses produksi di desa-desa kerajinan tangan atau pada saat senggang, pada saat naik perahu, melepas jaring di sungai, naik ke rimba untuk ambil kayu atau di kesempatan pesta.

Lagu rakyat Vi serta Giam memiliki banyak nilai seni yang berkaliber umat manusia serta oleh karenanya sudah sukses memberikan keyakinan beberapa anggota yang paling susah dalam Tubuh kontrol dokumen Konvensi 2003.Wakil Tubuh pemeriksa dokumen itu mengutamakan jika pusaka ini sukses penuhi semua keinginan yang diserahkan UNESCO, pusaka ini mempunyai daya hidup serta daya sebar yang kuat, punyai nilai-nilai popular di kelompok komune orang Vietnam serta banyak dikerjakan dalam kegiatan kehidupan seperti menanam padi, menenun kain, menina-bobokkan anak dan sebagainya. Marc Jacobs, wakil rombongan Belgia, satu diantara di antara 24 negara anggota Komite antar Pemerintah dari Konvensi 2003 sudah berinisiatif mengemukakan opini mengenai dokumen lagu rakyat Vi serta Giam Vietnam: “Saya begitu ingin memberikan pujian pada Vietnam mengenai pusakanya yang begitu baik dengan dokumen-dokumen yang begitu menyenangkan serta nilai-nilai yang ciri khas. Ini betul-betul adalah satu kelompok dokumen yang penting serta menyenangkan untuk di teliti. Mengucapkan terima kasih pada Vietnam”.

Menurut banyak ahli masalah pusaka, lagu rakyat Vi serta Giam memiliki daya hidup yang kuat serta adalah kebanggaan buat tiap masyarakat propinsi Nghe An serta propinsi Ha Tinh, lirik dalam lagu rakyat Vi serta Giam sangat simpel, oleh karenanya, pekerjaan konservasi tidak menemui banyak rintangan seperti dalam dengan ragam-ragam seni yang tuntut kehalusan serta kecermatan dalam pertunjukannya. Menurut ahli pusaka Nguyen Chi Ben, bekas Kepala Institut Kebudayaan serta Kesenian Vietnam, anggota Dewan Pusaka Nasional, sebaik-baiknya pekerjaan konservasi ini harus berangkat dari artisan: “Solusi yang sangat penting masih pada beberapa artisan. Sebab orang yang mengkonservasikan pusaka nonbendawi ialah artisan. Orang yang menikmatinya ialah artisan, orang yang berkreasi serta nikmati seninya ialah artisan. Hal yang sangat penting adalah harus biarkan mereka mewarisi semuanya yang mereka tahu, jadi bukan harus menyampaikannya dengan lisan seperti dulu”.

Juga menurut Profesor Nguyen Chi Ben, Vietnam agar mengaplikasikan pengalaman yang berharga dari banyak negara lain, yang tipikal adalah seperti Jepang, dalam pekerjaan mengkonservasikan pusaka nonbendawi, mereka memberi surat izin serta membuat ketentuan pada beberapa artisan agar dapat lakukan kejuruan serta mencari nafkah dengan kejuruan. Dengan begitu, baru dapat mengkonservasikan dengan utuh serta berkaitan semua nilai pusaka dari generasi ke generasi.
logoblog

Thanks for reading Lagu rakyat Vi serta Giam jadi pusaka yang mewakili umat manusia

Previous
« Prev Post