Sunday, May 5, 2019

Lagu nina bobok dalam kebudayaan Vietnam

  9nagaasia       Sunday, May 5, 2019
Semenjak jaman dulu, lagu nina bobok sudah jadi asset serta makanan rokhani yang tidak ternilaikan harga nya buat orang Vietnam. Lewat lagu nina bobok, orang dewasa mewariskan nilai-nilai kultural serta spirituil yang diambil kesimpulan oleh komune pada beberapa anak. Lagu nina bobok jadi pelajaran pertama dalam kehidupan yang berharga, ikut membuat ciri-ciri serta kepribadian manusia. Dengan nilai-nilai kemanusiaan yang mulia itu, lembaga kebudayaan Vietnam sedang banyak berusaha dalam memulihkan serta mengkonservasikan lagu nina bobok dalam kehidupan moderen.

Dalam beberapa jenis lagu rakyat, lagu nina bobok lahir lebih awal serta diwariskan dari generasi ke generasi. Semenjak waktu kanak, beberapa anak sudah mewarisi perasaan yang paling kasih serta mendalam dari ibu serta neneknya lewat lagu-lagu nina bobok. Irama lagu-lagu nina bobok selalu riang, mesra tetapi penuh dengan perasaan yang memiliki kandungan banyak arti dalam kehidupan. Lewat lagu nina bobok, deskripsi akan sungai, bulan, pewasahan, rerumputan, rumpunan bambu dengan bangau-bangau di wilayah pedesaan makin lama makin masuk dalam impinan banyak anak. Lirik dalam lagu nina bobok selalu diambil dari pepatah, arti atau lagu folklor, oleh karenanya liriknya selalu simpel, dan juga penuh dengan citra serta irama. Tiap wilayah mempunyai lagu-lagu nina bobok yang berlainan, namun, dimanapun, lagu nina bobok mempunyai hasil-guna bersama dengan yakni bawa beberapa anak tidur dengan nyemak.
Lagu nina bobok kirim perasaan serta kemauan supaya anak, cucu bisa menjadi orang yang baik, berperasaan pada kakek-nenek, ayah-ibu serta berguna buat kehidupan. Seseorang anak yang hidup dalam ruangan lagu-lagu nina bobok yang mesra akan rasakan nilai yang dalam dari kebudayaan Vietnam, satu kebudayaan yang menghormati perasaan manusia. Seniman Pham Hong Phuong, Dosen Sekolah Tinggi Keguruan sisi musik serta melukis Sentra bercerita: “Pada waktu perang, saya pindah di propinsi Phu Tho. Pada saat itu, tetap kehilangan listrik pada musim panas, oleh karenanya, beberapa anak tetap dinina-bobokkan oleh nenek serta ibu dengan kipas tangan. Lirik-lirik yang mudah serta mesra membuat beberapa anak tidur secara cepat. Nenek serta ibu mungkin bukan vokalis serta seniwati, tetapi suaranya tetap sentimental mengemukakan perasaan hingga membuat anak tidur dengan begitu alami. Itu adalah kenangan yang tidak dapat dilupakan”.

Lagu nina bobok dahulu begitu enak didengar serta begitu indah, namun, bersama dengan perjalanan waktu, lagu-lagu nina bobok makin lama makin dikit hingga membuat beberapa orang rasakan menyesal. Profesor, komponis Tran Van Khe, orang yang menyiapkan seumur hidupnya untuk mempelajari musik folklor bercerita: “Pada tahun 1976, sesudah 25 tahun tinggal jauh dari kampung halaman serta pulang kembali di kampung halaman, saya rasakan kaget saat lihat jika lagu-lagu nina bobok kelihatannya tidak berada di bibir beberapa nenek serta ibu , sebab kondisi, sebab langkah hidup baru serta sebab perang, karena itu beberapa ibu tidak memeluk serta menina-bobokkan anaknya . Saya berpikir jika ini begitu disesalkan, sebab lagu nina bobok adalah satu pelajaran musik pertama yang diwariskan oleh ibu pada anaknya, dengan arus susu yang hangat untuk pelihara badan anak, karena itu lagu nina bobok ialah ciri musik yang dimasukkan dalam ingatan anak-anak”.

Disimpan dengan bentuk dari mulut ke mulut, karena itu lagu nina bobok mempunyai banyak naskah yang berlainan (satu lagu dengan beberapa lirik yang mempunyai makna yang hampir serupa). Dalam cenderung urbanisasi serta irama hidup yang bergelora dalam proses pasar saat ini, beberapa ibu mempunyai dikit waktu untuk anaknya, oleh karenanya, mempunyai dikit peluang mendapatkan pewarisan serta edukasi lagu-lagu nina bobok. Dalam upaya-upaya mengawasi serta mengkonservasikan lagu nina bobok, Kementerian Kebudayaan, Berolahraga serta Pariwisata Vietnam sudah serta sedang bekerjasama dengan beberapa wilayah untuk mengadakan festival serta lakukan publikasi mengenai lagu nina bobok. Ibu Cao Thi Hien, seseorang seniwati yang sedang berupaya melakukan pekerjaan ini memberitahu: “Kami membuat program-program untuk diwarisi pada generasi orang yang sedang pelihara serta mengawasi anak. Kami mengajari seni lagu nina bobok keapda generasi muda serta orang yang sempat melahirkan anak. Lagu nina bobok mempunyai banyak manfaat dalam mendidik anak serta memberikan pujian pada kampung halaman serta Tanah Air. Saat ini, lagu nina bobok sudah dikit aus, oleh karenanya, kami serta kebanyakan orang sedang ingin berupaya untuk memulihkan serta mengkonservasikan macam seni tradisionil yang ciri khas ini”.
Lagu nina bobok merupakansatu ciri kebudayaan tradisionil yang butuh diwarisi serta ditingkatkan dalam jaman baru. Lagu-lagu nina bobok masih adalah pokok sari kebudayaan Vietnam serta permasalahan mengkonservasikannya makin jadi lebih menekan daripada yang sudah-sudah.
logoblog

Thanks for reading Lagu nina bobok dalam kebudayaan Vietnam

Previous
« Prev Post