Monday, May 20, 2019

Kota Hanoi, sumber ilham kreasi dari beberapa pengarang

  9nagaasia       Monday, May 20, 2019
Sejak dahulu sampai saat ini, susah dihitung ada berapakah karya sastra mengenai kota Hanoi. Cuma dalam Festival buku musim rontok 2014 yang diselenggarakan pada awal Oktober ini, angka itu sudah bertambah jadi beberapa ratus buku yang didalamnya tunjukkan kecintaan pada kota Hanoi yang dibuat oleh beberapa penyair serta pengarang.
Add caption

Kota Hanoi ialah wilayah yang kaya dengan situs peninggalan riwayat, budaya serta arsitektur. Kota Hanoi ialah satu khazanah dongeng, mitologi serta cerita menarik yang terukir dengan mendalam dalam ingatan bangsa serta tiap masyarakat. Kota Hanoi yang mengumpulkan serta menebarkan, adalah sumber ilham yang tidak habis-habisnya untuk beberapa pengarang. Buat penyair Vu Quan Phuong, kota Hanoi tetap memberi kegandrungan kuat buat ia untuk membuat sajak-sajak yang sentimental. Lewat sajak “Curhat dari satu rumah” yang diciptakan dalam kelompok sajak “Kota Hanoi, sajak romantis sepanjang 10 abad”. Vu Quan Phuong sudah meraba jiwa warga-warga kota Hanoi. Ia memberitahu: “Saya ambil ilham dari rumah paling akhir di ujung kota, tempat bersisihan dengan sawah untuk melepas masyarakat kota pergi pindah serta menyongsong alat-alat untuk keperluan pertarungan yang sedang berjalan dalam kota, mempersonifikasikan rumah jadi tokoh penting dalam sajaknya. Sajak berbentuk aktual pada saat itu. Sedang, saat ini, sajak itu seperti satu masa lalu mengenai kota Hanoi. Kota Hanoi ialah latar buat saya untuk membuat sajak. Dalam sajak saya, semua berkaitan dengan kota Hanoi”.

Pengarang Do Phan sudah membuat 13 judul buku yang terdiri novel serta prosa misalnya “Hujan di sungai yang berpepanjangan”, “Kota Hanoi tidak ada salju”, “Hutan orang” dan sebagainya mengenai topik kota Hanoi. Ia menulis mengenai kota Hanoi dengan begitu pintar hingga dalam tiap cerita meskipun tidak ada katapun yang bicara mengenai kota Hanoi, tetapi beberapa pembaca masih rasakan tiap nafasnya kota dengan riwayat yang telah berumur seribu tahun.

Kota Hanoi tetap jadi ingatan buat beberapa orang yang hidup jauh dari kampung halaman. Pengarang Le Minh Ha, seseorang diaspora Vietnam di Jerman membuat karya-karya yang didalamnya memunculkan nostalgia mengenai satu kota Hanoi yang masih terukir untuk selamanya dalam hati orang yang hidup jauh. 24 narasi pendek dalam kelompok narasi “Pertemuan-pertemuan di luar dugaan” ciptaan Le Minh Ha dapat dipandang seperti pemandangan yang prima serta hidup-hidup mengenai satu kota Hanoi yang sedang berkembang. Pengarang Le Minh Ha menjelaskan: “Saya sudah banyak melancong serta banyak menulis, tetapi hal yang saya ingin bicarakan serta ingin catat masih mengenai kota Hanoi. Hal yang ingin saya bicarakan mengenai satu kota Hanoi yang seutuhnya tidak seperti saat ini. Kota yang tidak hiruk pikuk serta tidak padat manusia seperti saat ini. Saat berjalan kaki di berjalan-jalan saat ini, saya rasakan menyesal mengenai satu periode dimana di tiap pojok jalan, orang dapat rasakan berbau harumnya daritaman di kota. Yang diimpikan itu tidak realis sebab kehidupan masih mengalir. Namun, saya yakin jika dia selalu tercipta hingga sampai suatu waktu dia kembali jadi satu kota Hanoi walau tidak dapat serupa seperti kota Hanoi dahulu, tetapi bisa menjadi satu kota Hanoi yang akan Kalian ingat untuk selamanya seperti gen

Sudah terdapat beberapa karya, tidak terhitung sajak, prosa, narasi serta novel dari penyair Vu Quan Phuong, pengarang Do Phan serta Le Minh Ha atau satu generasi pengarang periode membuka pintu saat ini sudah ambil ilham dari kota Hanoi. Karya-karya itu mempesonakan hati orang, membuat beberapa pembaca lebih pahami serta lebih menyukai satu kota Hanoi waktu lampau serta saat ini yang kekinian serta yang lama sama-sama terkait serta mengalir tidak henti-hentinya dalam kehidupan keseharian.
logoblog

Thanks for reading Kota Hanoi, sumber ilham kreasi dari beberapa pengarang

Previous
« Prev Post