Friday, May 3, 2019

Konservasi serta Peningkatan nilai cagar riwayat serta kebudayaan di Vietnam

  9nagaasia       Friday, May 3, 2019
Perlakuan dengan logis jalinan antara ekonomi serta kebudayaan biasanya, antara konservasi serta perubahan pada khusunya saat ini adalah permasalahan yang berbentuk global serta mendapatkan perhatian dari semua negara di dunia, terutamanya buat beberapa negara sedang berkembang serta lakukan integrasi seperti Vietnam. Pada latar belakang umum itu, beberapa pengelola serta ahli kebudayaan Vietnam sedang berupaya mencari langkah untuk mengkonservasikan serta meningkatkan nilai dari beberapa puluh ribu cagar riwayat serta kebudayaan yang berharga di Vietnam.
Kompleks cagar sejarah Dien Bien Phu 

Terhitung sampai bulan Agustus tahun 2010, di Vietnam ada kurang lebih 40.000 cagar riwayat serta kebudayaan, salah satunya ada kurang lebih 3.000 cagar tingkat nasional serta kurang lebih 5.000 cagar tingkat propinsi. Keanekaan akan macam dan pertanggalan kebudayaan yang berkepanjangan serta pewarisan dari cagar-cagar riwayat ini ialah harta benda yang tidak ternilaikan harga nya untuk generasi lalu.

Pada beberapa tahun lalu, beberapa generasi Vietnam sudah dengan giat mengawasi, melakukan perbaikan serta memugar beberapa puluh ribu cagar riwayat. Tapi saat ini banyak cagar riwayat yang telah berumur diatas 200 sampai 300 tahun mengalami degradasi berat karena waktu, peperangan serta dampak manusia hingga harus selekasnya diperbaiki. Tapi pemugaran cagar-cagar riwayat itu harus bisa mengawasi jiwa yang dimilikinya.

Nguyen Doan Tuan, Kepala Tubuh Pengelola Cagar Riwayat serta Panorama Alam kota Hanoi menjelaskan: "Menurut saya, bila ada satu cagar yang patah atau roboh, kita harus terpaksa menggantikannya dengan beberapa bahan baru. Tapi kita semestinya janganlah merubah bentuk arsitektur, nila serta tempat cagar riwayat itu. Tentu saja bila ada batu bata yang rusak, kita harus menggantikannya dengan batu bata yang lain tapi harus sama juga dengan type batu bata yang lama".

Hampir semua cagar riwayat serta kebudayaan saat ini digunakan untuk usaha pariwisata agar dapat mendapatkan sumber cost untuk memugar, mengupgrade, menjaga cagar riwayat, tapi hal yang lebih penting adalah untuk menyosialisasikan serta mengenalkan nilai riwayat, kebudayaan serta spirituil cagar riwayat itu pada pelancong domestik serta luar negeri. Oleh karenanya, Dang Kim Ngoc, Direktur Pusat Kebudayaan Pengetahuan Pengetahuan Kuil Sastra Van Mieu, Quoc Tu Giam memiliki pendapat jika konservasi serta peningkatan cagar riwayat tetap bersamaan bersama.

Dang Kim Ngoc menjelaskan: "Tidak hanya tugas-tugas yang begitu permanen serta terus-terusan adalah menyongsong serta memandu pelancong saat hadir berkunjung ke cagar riwayat, menyosialisasikan serta menonjolkan nilai kebudayaan serta ilmu dan pengetahuan di Kuil Sastra Van Mieu-Quoc Tu Giam, kami lakukan pekerjaan mengkonservasi, melakukan perbaikan, memugar serta menahan degradasi sekaligus juga tingkatkan nilai seninya, dan lain-lain untuk meningkatkan daya tarik cagar riwayat ini".

Harus ditekankan, konservasi, penjagaan serta peningkatan semua cagar riwayat serta kebudayaan bukan sekedar adalah pekerjaan dari beberapa pengelola saja, dan juga ialah pekerjaan dari semua warga. Hal yang penting adalah tiap masyarakat harus menyedari akan kesinambungan cagar-cagar riwayat itu. Oleh karenanya, menurut beberapa pengelola, di samping menyerahkan pengendalian cagar riwayat pada warga, harus memberi petunjuk serta pengarahan pada masyarakat mengenai pekerjaan konservasi, penjagaan serta peningkatan cagar-cagar riwayat itu.

Doktor Pham Quoc Quan, Direktur Museum Revolusioner, seseorang yang banyak memiliki pengalaman dalam mengawasi serta meningkatkan cagar-cagar riwayat di Vietnam menjelaskan: "Menurut pengarahan UNESCO, semua negara harus menyerahkan cagar riwayat pada komune serta komune mengembangkannya dengan benar. Namun ada satu fakta saat ini adalah perlakuan, pemugaran serta peningkatan cagar riwayat yang dikerjakan warga masih alami banyak terbatasnya, terutamanya yang berkaitan dengan penyelenggaraan pesta. Saya fikir bila ada pengendalian yang ketat dan pengarahan serta petunjuk yang baik, karena itu kita dapat menangani kondisi ini".

Menurut beberapa ahli, kegiatan konservasi cagar riwayat serta warisan budaya butuh dikerjakan dengan pengarahan, pengendalian serta koordinasi dengan sistimatis serta teratur dari negara sampai semua tubuh spesialis serta warga. Konservasi warisan budaya dalam proses perubahan menuntut kekreatifan yang terus-terusan dan potensi yang fleksibel dalam mengaplikasikan prinsip-prinsip ilmu dan pengetahuan untuk pilih pilihan perlakuan yang sesuai dengan buat tiap cagar riwayat. Tujuan yang diputuskan beberapa pengelola serta ahli kebudayaan Vietnam saat ini adalah selalu mengkaitkan konservasi serta peningkatan cagar riwayat dengan kehidupan kekinian, ikut menggerakkan perubahan sosial ekonomi, menguatkan jalinan kebudayaan dalam proses integrasi internasional.
logoblog

Thanks for reading Konservasi serta Peningkatan nilai cagar riwayat serta kebudayaan di Vietnam

Previous
« Prev Post