Tuesday, May 14, 2019

Keluarga besar etnis-etnis Vietnam berkiblat ke laut serta pulau

  9nagaasia       Tuesday, May 14, 2019
Program “Keluarga besar etnis-etnis Vietnam dengan usaha membuat serta bela Tanah Air” barusan berjalan di Perkampungan Budaya serta Wisata Etnis-Etnis Vietnam (Dong Mo, Son Tay, kota Hanoi). Lebih dari 200 orang dari 32 etnis di 8 propinsi serta kota sudah ikut juga. Banyak kegiatan yang berkiblat ke laut serta pulau dan kedaulatan Tanah Air sudah diselenggarakan disana.

Untuk memulai serentetan kegiatan itu Air adalah upacara memuja dewa laut yang dikerjakan oleh rakyat etnis minoritas Cham, propinsi Ninh Thuan.Suara genderang Pananung, suara instrumen musik tiup Fasilitas bergema. Bapak Kaing menari serta tangannya mendayung untuk meminta pada dewa laut agar membuat perlindungan beberapa nelayan dan menolong mereka saat menanggung derita kecelakaan. Ini adalah ritual kerakyatan tradisionil yang dikerjakan oleh masyarakat etnis minoritas Cham. Upacara pemujaan ini diselenggarakan pada awal tahun menurut kalender etnis Cham yakni jatuh pada bulan April atau Mei.

Saat ini, keyakinan rakyat etnis minoritas Cham pada dewa laut masih mendalam. Ibu Thuan Thi Hon, masyarakat kecamatan Bac Son, kabupaten Thuan Bac, propinsi Ninh Thuan menjelaskan: “Diharapkan supaya beberapa nelayan sukses tangkap ikan. Dahulu, rakyat etnis minoritas Cham sudah memuja dewa laut untuk menginginkan supaya rakyat jadi sejahtera, Tanah Air sejahtera juga”.

Buat rakyat etnis minoritas Cham di kecamatan Bac Son, kabupaten Thuan Bac, propinsi Ninh Thuan, permasalahan merekonstruksi upacara memuja dewa laut bukan sekedar adalah peluang untuk mengenalkan keyakinan tradisionil, dan juga adalah peluang untuk memanifestasikan perasaan rakyat pada laut serta pulau, memperjelas kemauan jaga kedaulatan Tanah Air. Thuan Thu, anggota rombongan etnis minoritas Cham, propinsi Ninh Thuan memberitahu: “Rakyat kita harus menyatu serta berpadu hati. Upacara memuja dewa laut ini dengan maksud lakukan penggerakan bersama dengan pada anak, cucu mengenai kondisi Laut Timur. Kita harus bicara mengenai Laut Timur yang diwariskan oleh nenek moyang pada anak, cucu. Saat pulang kembali pada kampung halaman, saya akan lakukan publikasi pada anak, cucu untuk jaga Laut Timur”.

Program jumpa pergaulan untuk ambil tanda-tangan wakil dari semua etnis Vietnam pada peta Vietnam yang luasnya lebih daria 680 mtr. persegi adalah peluang untuk memanifestasikan semangat persatuan di semua komune. Wakil semua etnis Vietnam, kemampuan anggota Liga Pemuda, pemuda serta pelancong bersama membubuhkan tanda-tangan pada peta ini, lalu diserahkan kepada beberapa prajurit serta rakyat kabupaten pulau Truong Sa. Jadi salah seseorang pertama yang membubuhkan tanda-tangan pada peta itu, Luu San Van, etnis minoritas Co Lao, kabupaten Dong Van, propinsi Ha Giang (Vietnam Utara) memberitahu: “Saya lihat jika program “Keluarga besar etnis-etnis Vietnam” dengan usaha membuat serta bela Tanah Air begitu relevan, sebab dia mengumpulkan semua etnis. Permasalahan menghimpun tanda-tangan pada peta Vietnam memanifestasikan perasaan, semangat patriotisme, semangat persatuan bangsa pada usaha membuat serta bela Tanah Air, menyemangati prajurit yang sedang lakukan pekerjaan bela perbatasan laut serta pulau. Pada ketentuan yang susah serta berat, tetapi, mereka masih berkemauan bela kedaulatan yang suci”.

Saat malam jumpa pergaulan persatuan besar semua etnis, acara yang bernama “persatuan” yang dikerjakan oleh beberapa artisan etnis minoritas Paco di kecamatan Ta Rut, kabupaten Dakrong, propinsi Quang Tri (Vietnam Tengah) memberi daya sebar yang luas. Kray Suc, orang yang membuat program ini memberitahu jika rakyat etnis minoritas Paco inginkan supaya rakyat semua etnis Vietnam bersama menyatu untuk membuat serta bela Tanah Air. Ia menjelaskan: “Sekarang ini, kita menghidupkan lagu-lagu yang telah ada semenjak waktu peperangan dari akhir era ke-19. Pada saat ini, semangat persatuan rakyat serta komune dengan kebijaksanaan Partai Komunis, khususnya pada kondisi saat ini, karena itu kami ingin memberi suara serta lagu-lagu ini pada komunitas”.

Buat tiap masyarakat Vietnam, laut serta pulau bukan sekedar adalah ruangan hidup saja, tetapi adalah urat nadi perubahan Tanah Air yang berkaitan. Rasa cinta pada laut serta semangat patriotisme sudah bawa bangsa Vietnam menangani banyak rintangan, sukses menegakkan satu negara yang tunggal. Program “Keluarga besar etnis-etnis Vietnam dengan usaha membuat serta bela Tanah Air” diselenggarakan jadi satu bukti yang pasti mengenai kedaulatan perbatasan, laut serta pulau Vietnam yang tetap dijaga oleh masyarakat semua etnis Vietnam.

logoblog

Thanks for reading Keluarga besar etnis-etnis Vietnam berkiblat ke laut serta pulau

Previous
« Prev Post