Tuesday, May 14, 2019

Kedaulatan daerah dalam penyelenggaraan hukum pada jaman dinasti Nguyen

  9nagaasia       Tuesday, May 14, 2019
Beberapa bahan riwayat yang mencatat kedaulatan laut serta pulau Vietnam pada intinya adalah di naskah administrasi serta buku-buku riwayat sah dari jaman dinasti Nguyen. Menyedari dengan mendalam mengenai makna utamanya laut serta pulau baik dari sisi tempat taktik militer , perhubungan, perdagangan atau eksploitasi beberapa sumber daya hasil perikanan dan sebagainya, karena itu beberapa raja jaman dinasti Nguyen memiliki fikiran yang konsekwen mengenai kedaulatan daerah, teritorial laut serta sukses memutuskan satu system kebijaksanaan yang sistimatik mengenai laut, pulau serta melakukan kedaulatan di semua pulau biasanya serta dua kepulauan Hoang Sa (Paracels) serta Truong Sa (Spratly) pada terutamanya.

Dinasti Nguyen dibangun pada tahun 1802 serta selesai pada tahun 1945. Namun, lebih dari 200 tahun awalnya, yakni pada tahun 1558, beberapa raja lokal Nguyen dari Nguyen Hoang sampai Nguyen Phuc Nguyen, Nguyen Phuc Chu, Nguyen Phuc Thuan dan sebagainya sudah menegakkan layanan besar dalam buka daerah dari wilayah Thuan Hoa ke semua Vietnam Selatan serta wilayah laut dan pulau di samping Selatan serta samping Barat Daya Tanah Air. Saat Nguyen Anh, raja pertama dari dinasti Nguyen naik takhta dengan titel Gia Long sudah mewariskan kemandirian serta keutuhan daerah serta teritorial laut dari semua raja lokal Nguyen. Raja Gia Long sudah sukses mengerti kemampuan Tanah Air serta kerajaan berdasar pada eksploitasi semua sumber daya di laut.
Profesor, Doktor Nguyen Quang Ngoc dari Institut Pengkajian Vietnam serta Pengetahuan Pengetahuan Perubahan memberitahu jika saat naik takhta, raja Gia Long sudah membuat kembali armada Hoang Sa serta Bac Hai untuk lakukan kontrol serta pengontrolan di laut sekalian bertanggung-jawab beraktivitas ekonomi serta perdagangan di laut. Doktor Nguyen Quang Ngoc menjelaskan: “Raja Gia Long ialah orang yang keluarkan pengakuan kuat mengenai kedaulatan Vietnam di dua kepulauan Hoang Sa serta Truong Sa. Banyak misionaris, beberapa pedagang serta beberapa orang yang pahami kondisi Laut Timur dari Vietnam saat itu mengatakan jika raja Gia Long sudah menanamkan bendera yang tidak ada duanya di kepulauan Hoang Sa”.

Pada jaman raja Minh Menh, raja ke-2 dari dinasti Nguyen ini sudah menguatkan kegiatan kedaulatan Vietnam pada dua kepulauan Hoang Sa serta Truong Sa jadi lebih tinggi terbanding dengan awalnya. Raja Minh Menh sudah kirim armada-armada petugas ke kepulauan Hoang Sa untuk lakukan survey, mengukur serta menanamkan tonggak. Profesor Muda, Doktor Nguyen Cong Viet , Penjabat Kepala Institut Riset Han Nom memberitahu: “Naskah administrasi jaman dinasti Nguyen mencatat dengan jelas jika tonggak itu panjangnya 5 Thuoc (2,125 mtr.) serta lebarnya 5 Tac (0,215 mtr.). Pembuatan tonggak di semua pulau memanifestasikan kedaulatan kita. Permasalahan ke-2 adalah survey untuk bikin peta, membuat satu basis administrasi, kirim rakyat hadir kesini untuk tangkap hasil perikanan. Itu visi dari satu jaman feodal yang kuat. Tidak pernah negara kita luas serta besar sama dengan jaman raja Minh Menh”.
Dalam system naskah administrasi jaman dinasti Nguyen yang sedang disimpan ada sampai 10 naskah administrasi dari jaman raja Minh Menh yang bicara mengenai kegiatan kedaulatan. Satu naskah administrasi yang diesahkan oleh raja Minh Menh memberitahu jika pada tahun 1830 ada kapal Perancis yang melalui daerah laut Hoang Sa serta gagal. Malah raja Minh Menh sudah menugasi Kepala pintu laut di Da Nang untuk lakukan pertolongan serta bawa kebanyakan orang serta barang dagangan di kapal itu ke pelabuhan dengan aman. Profesor, Doktor Nguyen Quang Ngoc mengutamakan: “Hal ini memanifestasikan tanggung-jawab mulia dari kepala Negara mengenai kuasa serta kedaulatannya di daerah laut yang telah ditegaskannya”.

Selain langsung menuntun semua kegiatan pertolongan, mengukur peta dan sebagainya, karena itu raja Minh Menh menetapkan penerapan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan unsur spiritualitas di kepulauan Hoang Sa. Profesor, Doktor Nguyen Quang Ngoc memberikan tambahan: “Rakyat kita disana menemui kesulitan serta bahaya, karena itu mereka membuat kuil untuk meminta supaya arwah-arwah dapat terlepas ke nirwana. Raja memimbing penanaman pohon supaya kapal dari jauh dapat memandangnya tidak untuk gagal. Raja menuntun pembentukan prasasti kedaulatan serta prasasti dari kayu dengan mencatat ketetapan-ketetapani raja”.

Sampai jaman raja Thieu Tri, fungsi raja dalam mengorganisasi semua kegiatan kedaulatan di kepulauan Hoang Sa dimanifestasikan dengan jelas. Raja langsung menuntun mobilisasi armada-armada kapal serta perahu ke kepulauan Hoang Sa.
Pada jaman raja Tu Duc, meskipun ialah periode yang susah, tetapi, penerapan kedaulatan di daerah laut Hoang Sa serta Truong Sa masih dipertahankan.

Para raja dinasti Nguyen sudah tinggalkan warisan yang terbesar yakni pandangan mengenai kedaulatan daerah laut, kedaulatan daerah serta satu Tanah Air Vietnam dari propinsi Ha Giang sampai ujung Ca Ingin. Itu adalah pelajaran riwayat yang diwariskan oleh dinasti ini pada generasi di masa datang.
logoblog

Thanks for reading Kedaulatan daerah dalam penyelenggaraan hukum pada jaman dinasti Nguyen

Previous
« Prev Post