Sunday, May 5, 2019

Imajinasi maskot dalam kebudayaan serta arsitektur Vietnam

  9nagaasia       Sunday, May 5, 2019
Semenjak jaman dulu sampai saat ini, dalam keyakinan rakyat Vietnam, Tu Linh (atau empat maskot) terbagi dalam 4 binatang yang suci yakni Long (Naga), Lan (yang kepalanya separo naga, separo binatang), Qui (kura-kura) serta Phung (Fenghuang) jadi lambang kekuasaan, pengetahuan, kemampuan kekal serta keindahan yang mulia. Sebab makna yang baik itu, karena itu semua binatang suci ini tetap muncul dalam proyek-proyek arsitektur, dalam kehidupan serta dipandang oleh rakyat jadi lambang kemujuran serta kesejahteraan.
Maskot Lan dalam Tu Linh

Menurut filsafat Ketimuran, Tu Linh terbagi dalam Long, Lan, Quy, Phung, salah satunya Long (Naga) ialah maskot yang mengepalai Tu Linh serta dimitoskan, jadi lambang kemampuan, kekuasaan, kesejahteraan serta daya hidup yang abadi kekal. Sedang Naga lambang dalam banyak project arsitektur serta hiasan di istana, mousolium, balai desa serta pagoda. Terbanding dengan beberapa negara Asia Timur yang lain, Naga Vietnam lebih mudah serta gesit. Naga jadi hiasan dalam pagoda, candi serta istana tetap mendongakkan kepala, mengangakan mulut serta ke arah depan. Lewat tiap periode riwayat, menurut bayangan manusia, karena itu Naga dihubungkan beberapa ciri yang sesuai dengan. oleh karenanya, saat lihat Naga di situs peninggalan riwayat, barang hiasan, orang dapat tahu penanggalan project atau situs peninggalan riwayat itu dari dinasti Ly, Le atau Nguyen. Dang Van Ban, periset kebudayaan memberitahu: “Simbol Naga memanifestasikan asa manusia yang ingin terlepas dari keterikatan. Naga dapat terbang ke langit, bersembunyi dalam awan, dapat berenang lalu dapat melata di daratan dan sebagainya. Naga jadi lambang buat keinginan besar manusia, memanifestasikan semua kemampuan, menolong manusia memperluas lingkungan hidup, membuat kehidupan yang makin lebih kuat serta lebih baik”.

Saat Naga adalah lambang dari kekuasaan paling tinggi, kuat serta legendaris, karena itu Lan, maskot ke-2 dalam Tu Linh memanifestasikan keelokan, ketenteraman serta kemujuran. Lan memiliki bentuk yang aneh kepalanya separo naga serta separo binatang, terkadang cuma mempunyai satu sundul serta sebab belum pernah menanduk siapa saja, karena itu sundul ini jadi manifestasi dari dalam hati baik, sayang pada sama-sama. Dalam kesedaran orang Vietnam, Lan ialah binatang yang kuat serta setia, oleh karenanya, dia tetap ditugasi untuk mengawasi kuil serta balai desa.

Maskotketiga dalam Tu Linh adalah Qui (Kura-Kura) jadi lambang buat kemampuan serta keabadian. Dalam riwayat, orang Vietnam sudah memitoskan cerita mengenai dewa Kim Qui (Kura-Kura Emas) yang menolong raja An Duong Vuong membangun benteng Co Loa di kabupaten Dong Anh, kota Hanoi. Di jantungnya Ibu Kota Hanoi, ada panorama alam Danau Hoan Kiem dengan menara kuno Kura-Kura di tengahnya danau. Terutamanya adalah di danau Hoan Kiem saat ini masih ada seekor Kura-Kura yang berumur beberapa ratus tahun sedang hidup di sini, terkadang, dia tampil di permukaan air danau hingga membuat beberapa orang berpikir mengenai legenda raja Le Loi kembalikan pedang pada dewa Kura-Kura sesudah merusak golongan agresor. Menara Kura-Kura serta kura-kura yang susi makin membuat panorama danau ini jadi lebih misterius serta penuh dengan warna-warni spiritualitas. Maskot Kura-Kura tetap disaksikan di balai desa, kuil serta pagoda. Di Kuil Sastra Van Mieu - Quoc tu Giam yang dipandang seperti perguruan tinggi yang pertama di Vietnam di kota Hanoi dibuat pada tahun 1070 dengan 82 prasasti titel doktor. Hal yang spesial adalah semua prasasti yang memberikan nama doktor dalam riwayat ditempatkan di punggung Kura-Kura dari batu, kelihatannya jadi manifestasi menghargai pengetahuan serta menghargai bakat. Saat menerangkan tanda-tanda ini, Doktor Dang Kim Ngoc, periset kebudayaan menjelaskan: “Dalam pikiran dari orang Vietnam dahulu, Kura-Kura adalah perwujudan dari keteguhan serta keabadian selamanya. Malah oleh karenanya, pada awal era ke-15, pada jaman dinasti Le, dengan perubahan Konfusianisme serta evaluasi sudah membuat prasasti-prasasti doktor ini untuk memuliakan beberapa orang yang sampai prestasi dalam belajar serta ingin menaruh serta mendidik adat itu pada generasi lalu ”.

Sedang, Phung (Fenghuang) ialah type burung yang indah, salah satu maskot yang mulia dalam Tu Linh. Menurut pikiran orang Vietnam, Fenghuang yang datang tunjukkan beberapa hal yang baik serta sukses. Jika Naga dipandang seperti lambang dari orang berbudi serta raja karena itu Fenghuang adalah lambang dari kekuasaan serta keberhasilan. Gabungan antara Naga serta Fenghuang jadi imajinasi yang indah dari asmara, kemujuran serta kesejahteraan. Sebab makna yang baik itu, karena itu lambang pasangan Naga-Fenghuang begitu dihormati. Saat ini, Tu Linh masih dimasukkan dalam proyek-proyek arsitektur, perlukisan, ukiran dan sebagainya. Dalam semua periode, Tu Linh masih adalah beberapa dalam kehidupan kultural orang Vietnam, memanifestasikan asa akan Tanah Air yang damai serta sejahtera, kehidupan rakyat damai serta berbahagia
logoblog

Thanks for reading Imajinasi maskot dalam kebudayaan serta arsitektur Vietnam

Previous
« Prev Post