Sunday, May 5, 2019

Grup anak yang mainkan musik pantatonik di pagoda Pacar vietnam

  9nagaasia       Sunday, May 5, 2019
Terdapat 3 km. jauhnya dari kota Soc Trang di samping Tenggara, pagoda Pacar atau dimaksud pagoda Mahatup, pagoda Ma Toc ialah satu project arsitektur yang tipikal dari agama Buddha Tharavada Khmer Nam Bo. Pagoda ini berbentuk ciri khas sebab dalam kerangka pagoda seluas lebih dari 3 hektar ini jadi rumah dari kawanan kelelawar sepanjang sekian tahun ini. Terutamanya, di hari akhir minggu, saat hadir ke pagoda Pacar ini, pelancong dapat nikmati musik pantatonik yang ditampilkan oleh beberapa pelajar. Musik pantatonik atau musik lipa titinada ialah musik yang cuma terbagi dalam lima suara saja, jadi bukan tujuh seperti yang kita dengarkan keseharian.
Instrumen musik dalam ansambel musik lima titinada

Suara yang sedang Anda dengarkan ialah satu karya musik lima titinada yang ditampilkan oleh beberapa pelajar etnis minoritas Khmer. Sebab sedang ada pada istirahat musim panas, karena itu beberapa pelajar hadir ke pagoda ini untuk mainkan musik jadi alternatif hari Sabtu serta Minggu hari-hari biasa pada tahun ajar. Anak yang paling dewasa berumur 15 tahun serta yang paling muda berumur 6 tahun. Do Minh Duong, 15 tahun sedang dengan cermat memberi tuntunan pada beberapa beberapa anak. Ia menjelaskan: “Pada hari Sabtu serta Minggu tiap minggu, saya hadir ke pagoda ini untuk mainkan musik untuk mengabdi pelancong. Di sini ada juga guru. Ada banyak anak yang baru berlatih. Naskah musik yang barusan Anda Sekaligus dengarkan biasa dipakai dalam upacara pemakaman”.

Meskipun baru belajar mainkan musik lima titinada, tetapi Do Minh Duong ialah orang yang paling fasih dalam mainkan musik lima titinada. Dia paham mainkan semua instrumen musik dalam ansambelnya. Instrumen dalam ansambel musik lima titinada dibikin dari beberapa bahan yakni kayu, perunggu, besi serta kulit. Genderangnya dibikin dari kulit sapi di dua ujungnya. Saat dipakai, pemainnya memukul-mupul pada muka genderang untuk membuat suara. Instrumen Ronek terbagi dalam 26 lempengan kayu atau bambu yang dihubungkan jadi satu serangkaian yang panjang. Saat dipakai, pemainnya memakai dua pemukul kayu untuk membuat suara suara pada lempengan-lempengan bambu. Instrumen Chhling dari rakyat etnis minoritas Khemer dibikin seperti instrumen perkusi rakyat etnis Kinh. Instrumen Sro Lay ialah instrumen tiup yang dibikin dari bambu, spesial untuk tabung instrumen ini harus dibikin dari kayu adi. Instrumen Juga Piet terbagi dalam 16 gong kecil yang dibikin dari perunggu.

Dapat disebutkan jika ansambel musik lima titinada ialah ansambel musik yang paling prima serta konstan tdalam hal suara. Dia bukan sekedar memanifestasikan dengan jelas semua irama musik kuno, dan juga musik moderen. Namun beberapa pelajar etnis Khmer ini baru dapat mainkan musik dalam skala yang gampang. Duong Van Ninh, 12 tahun menjelaskan: “Saya baru belajar musik lima titinada ini sepanjang dua minggu ini. Saya baru belajar 3 karya musik saja. Susah sekali. Tiap malam, saya mainkan satu penggalan musik, pada pagi harimemainkan satu penggalan musik”.
Ansambel musik lima titinada terkait erat dengan rakyat dalam kehidupan keseharian. Semua perasaan senang ataupun susah dimanifestasikan lewat nada-nada musik ini. Beberapa pemainnya bukan beberapa seniman yang telah profesional, tetapi ialah beberapa petani yang paling biasa. Gambar beberapa anak mainkan musik lima titinada sudah tunjukkan daya hidup yang kuat dari macam seni ini.

Musik lima titinada terkait dengan rakyat etnis minoritas Khmer baik saat sedang senang ataupun saat susah. Semenjak lahir hingga saat wafat, musik lima titinada jadi beberapa yang tidak dapat kurang dalam kehidupan. Malah tiap masyarakat rakyat etnis minoritas Khmer menyedari apa yang perlu dikerjakan untuk mengawasi musik tradisionil etnisnya. Oleh karenanya, bukan sekedar di pagoda Pacar saja, tetapi di banyak pagoda lain di kota Soc Trang diorganisasi kelub musik lima titinada serta diselenggarakan pelatihan edukasi musik lima titinada dengan gratis. Malah anak-anaklah adalah sumber daya yang selalu pelihara musik ini untuk bergema selamanya di semua dukuh untuk berbaur pada irama kehidupan moderen.
logoblog

Thanks for reading Grup anak yang mainkan musik pantatonik di pagoda Pacar vietnam

Previous
« Prev Post