Saturday, May 4, 2019

Gema Revolusi Agustus dalam permusikan vietnam

  9nagaasia       Saturday, May 4, 2019
Revolusi Agustus 1945 menandai satu titik balik yang besar dalam riwayat bangsa Vietnam, bertepatan itu buka satu titik balik yang teramat penting dalam riwayat permusikan. Sebagian besar aktivis permusikan sebelum bulan Agustus 1945 dengan ketertarikan mengabdi revolusi. Lahirnya banyak lagu baru dengan hangat memberikan pujian pada skema pemerintahan baru, kehidupan baru, Presiden Ho Chi Minh yang terkasih serta layanan revolusi dan sebagainya.

Pada 67 tahun kemarin, saat ada perintah melakukan pemberontakan umum, kota Hanoi ialah wilayah yang mengerjakannya paling awal. Pada 17 sore Agustus 1945, di Lapangan Gedung Teater Besar, bendera merah berbintang kuning yang besar sudah dilepaskan dari balkon Gedung Teater Besar dalam rapat umum untuk menyangga pemerintah pimpinan Tran Trong Kim. Lagu yang berjudul “Majulah pasukan” ciptaan komponis Van Cao yang dibuat di akhir tahun 1944 sudah disebarkan ke wilayah pangkalan revolusi serta di kelompok beberapa pejuang yang beraktivitas rahasia di kota Hanoi. Pada 19 Agustus 1945, lagu itu bergema di semua jalan di Ibu Kota Hanoi. Atau lagu yang berjudul “Bersama-sama masuk pasukan Merah” ciptaan komponis Dinh Nhu seakan-akan mengulang waktu lampau yang cemerlang dalam pergerakan Soviet Nghe Tinh awalnya: “Bersama-sama masuk pasukan merah. Kita sepenuh hati maju. Janganlah membiarkan musuh terlepas. Kita berkemauan mengorbankan diri”. Komponis Thanh Tung yang sedang kerja di Radio Suara Vietnam memberitahu: “Setelah lagu-lagu ciptaan komponis Dinh Nhu ada serentetan komponis serta lagu sudah dilahirkan dengan bawa sinaran ideologi revolusioner, khususnya untuk mengabdi Revolusi Agustus. Pertama kali adalah lagu “Lagu mengenai gerilyawan” ciptaan komponis Do Nhuan, Lagu “Memuji golongan pemuda” ciptaan komponis Luu Huu Phuoc atau lagu “Pasukan pembela Tanah Air” ciptaan komponis Phan Huynh Dieu. Pada tahun 1945 ada lagu “Orang kota Hanoi” ciptaan komponis Nguyen Dinh Thi, pada tahun 1946 ada lagu “Kembali ke kota Hanoi” ciptaan komponis Huy Du. Semua lagu ini bawa selar ideologi revolusioner, menghadirkan sinaran serta inspirasi baru di dunia permusikan, menggerakkan orang ke arah pekerjaan yang besar yakni merampas kekuasaan, kebebasan serta kemerdekaan”.

Revolusi Agustus 1945 sudah membuat satu arus angin baru, menyalakan api pertarungan. Semua karya musik tidak bawa karakter romantis, mengenai asmara serta jadi alternatifnya adalah lagu-lagu epos yang kekal. Selain lagu “Majulah pasukan” serta “Prajurit Vietnam” ciptaan komponis Van Cao adalah lagu “Membasmi golongan farsis” ciptaan komponis Nguyen Dinh Thi. Lagu “Membasmi golongan farsis” sudah berbaur pada lagu-lagu anti Farsisme di penjuru dunia. Lagu ini sudah bergema pada hari-hari dimana kota Hanoi lakukan pemberontakan umum, lalu jadi lagu pembukaan program tayangan Radio Suara Vietnam tiap hari. Satu lagu lain bergema pada hari-hari permulaan revolusi serta bawa satu nafas baru dari pangkalan revolusi adalah lagu “Lagu mengenai gerilyawan” ciptaan komponis Do Nhuan. Lagu ini dibuat oleh komponis Do Nhuan pada awal tahun 1945 di dalam rumah penjara Son La. Lagu ini dipopulerkan dengan raharisa di kelompok beberapa pejuang yang beraktivitas di Ibu Kota Hanoi. Serta sampai hari dimana kota Hanoi lakukan pemberontakan umum, lagu ini sudah bergema di tengahnya blok manusia yang turun ke jalan.
Namun, yang semakin khusus adalah ada satu lagu yang dibuat malah pada 19 Agustus 1945. Yakni lagu “19 Agustus” ciptaan komponis Xuan Oanh. Di hari itu, dengan ada di tengahnya rombongan orang yang lakukan pemberontakan umum di kota Hanoi, ilham mengenai hari yang bersejarah ini sudah membuat komponis Xuan Oanh sukses membuat satu lagu baru saat rombongan manusia datang di Gedung Teater Besar.

Pada hari-hari permulaan revolusi, lagu-lagu yang semangat sudah bergema dimana saja. Waktu itu ialah satu waktu yang indah dari jiwa prajurit serta seniman. Seniwati Rakyat Thanh Hoa yang namanya dihubungkan dengan beberapa lagu revolusioner menjelaskan: “Setiap kali bernyanyi ialah sekali rasakan asik. Meskipun saya tidak hidup dalam waktu itu, tapi saat bisa bernyanyi, saya rasakan jika lagunya begitu enak. Daya hidup lagu-lagu ini tinggal sampai saat ini. Kenangan mengenai lagu-lagu itu tidak dapat dilupakan. Cuma mendengarkannya saja sudah sukses lihat satu periode dari Tanah Air”.
Sampai saat ini, lagu-lagu kekal seperti “Majulah pasukan”, “Membasmi golongan faris”, “19 Agustus” dan sebagainya masih menggandrungkan hati orang, memperingatkan akan citra-citra serta kenangan yang tidak dapat luntur pada bulan Agustus 1945 serta kesengsaraan, pengorbanan sepanjang 9 tahun perang perlawanan menentang kolonialis Perancis untuk merampas kemerdekaan nasional. Gema Revolusi Agustus dalam lagu-lagu yang kekal itu mengukir dengan mendalam selar jaman Ho Chi Minh serta hidup untuk selamanya bersama dengan waktu.
logoblog

Thanks for reading Gema Revolusi Agustus dalam permusikan vietnam

Previous
« Prev Post