Saturday, May 4, 2019

Gaya hidup dari satu perdukuhan etnis minoritas Mong vietnam

  9nagaasia       Saturday, May 4, 2019
wisata vietnam - Dukuh Cat Cat ialah satu tempat persinggahan yang tidak dapat ditinggalkan demikian saja oleh beberapa pelancong saat hadir ke kota madya Sa Pa, propinsi Lao Cai, tidak karena hanya panorama alamnya yang indah, dan juga sebab beberapa ciri budaya tradisionil yang ciri khas dari rakyat ditempat, di sini adalah rakyat etnis minoritas Mong.
Sawah bertangga di kota madya Sa Pa

Dari pusat kota madya, melalui zone pasar budaya Sa Pa yang jauhnya lebih dari dua km. karena itu tibalah kita di dukuh Cat Cat. Keserupaan yang paling jelas di dukuh-dukuh di sini dengan beberapa desa di wilayah dataran rendah adalah berjalan-jalan di dukuh kecil serta berliku. Sesudah melalui pintu gerbang, turun ke tangga-tangga di jalan dukuh, tempat pertama yang disaksikan oleh pelancong adalah serentetan toko barang cenderamata yang dihubungkan dengan kerajinan tradisionil yang dibuka oleh rakyat sendiri. Ini ialah dukuh pemukiman rakyat etnis minoritas Mong yang ada telah tua, karena itu kejarinan tradisionil di sini mempunyai satu daya hidup yang lama. Sudah lama, kerajinan tradisionil rakyat etnis minoritas Mong di sini sudah menarik buat pelancong luar negeri. Selendang-selendang sulaman, rok yang berwarna-warni dari rakyat etnis minoritas Mong, kalung serta gelang dari perak yang mutakhir, semua dibikin dari tangan yang halus rakyat etnis minoritas Mong di sini.

Menenun kain ikat yang berwarna-warni serta bermotif ialah ciri menonjol buat pelancong saat hadir ke dukuh Cat Cat. Citra wanita etnis minoritas Mong yang merajut di muka pintu, dibawah pohon atau di tepian jalan sudah mengatakan beberapa akan daya hidup satu kerajinan merajut tradisionil. Thao Thi Si, 27 tahun, seseorang etnis minoritas Mong di dukuh Cat Cat menjelaskan: “Kami harus membuat beberapa barang ini untuk ada baju. Tiap tahun, kami cuma sukses membuat dua pasang baju saja, saatnya lama sekali. Jika kehadiran banyak pelancong, kami rasakan begitu gembira”.

Pada dalam itu, ibu Bang Thi Tung sedang menenun kain ikat di satu perkakas tenun lama yang dibikin oleh suaminya serta sudah jalani profesi sepanjang lebih dari 30 tahun, dia menjelaskan: “Saya menenun pakaian ini untuk anak saya. Pakaian untuk keperluan kerja serta keperluan hiburan sama juga. Menenun pakaian begitu susah. Jika tahu kami lakukan, jika tidak yang telah. Harusbelajar dari ayah-ibu baru dapat menenun. Kami menenun pakaian untuk keperluan sendiri, jadi tidak kami jual”.

Di dukuh Cat Cat ada satu zone untuk mengenalkan serta jual produk kerajinan tradisionil etnis minoritas Mong. Zone pameran ini tidak menonjol serta istimewa seperti di beberapa tempat lain, tetapi dibuat dengan simpel dengan kayu serta bambu. Ruangannya meskipun tidak besar, dan juga memanifestasikan dengan jelas tangan yang prigel beberapa wanita di wilayah pegunungan lewat beberapa baju tradisionil atau lukisan-lukisan sulaman. Di tempat ini ada tiga atau empat perkakas tenun untuk lakukan presentasi pada pelancong. Diluar itu, ukiran batu adalah satu kerajinan yang telah ada lama serta saat ini menghadirkan penghasilan yang bermakna buat rakyat di sini.

Tidak hanya kerajinan menenun, mengukir batu, dukuh ini mempunyai kerajinan mengukir perak tradisionil yang ciri khas. Meskipun mengerjakannya dengan manual, tetapi kejuruan membuat barang penghiasan dari perak serta perunggu di dukuh ini sudah sukses membuat beberapa produk yang mutakhir. Pada intinya adalah gelang pipa, kalung dan sebagainya. Dukuh Cat Cat serta dukuh-dukuh lain seperti Den serta Narin di kota madya Sapa bawa bentuk skema perkampungan budaya-wisata. Semua jalan serta rumah bawa beberapa ciri budaya dukuh etnis minoritas Mong.
logoblog

Thanks for reading Gaya hidup dari satu perdukuhan etnis minoritas Mong vietnam

Previous
« Prev Post