Monday, May 13, 2019

Gandrung dengan pesta bunga Ban

  9nagaasia       Monday, May 13, 2019
Pada bulan Matet tiap tahun, di propinsi Dien Bien, Vietnam Utara, dimana saja penuh dengan bunga Ban putih. Type bunga ini diasumsikan jadi lambang budaya serta jiwa bumi serta manusia propinsi Dien Bien. Dien Bien ialah nama yang dihubungkan dengan kemenangan Dien Bien Phu yang termasyur masa lalu sedang jadi satu obyek wisata riwayat serta budaya yang atraktif buat pelancong domestik serta wisawatan luar negeri serta “Pesta bunga Ban yang bersemarak” adalah kegiatan pertama dalam peluang peringatan ulang tahun ke-60 Kemenangan Dien Bien Phu yang berjalan pas di hari pembukaan operasi Dien Bien Phu, tanggal 13 Maret.

Pada hari-hari ini, bumi serta langit propinsi Dien Bien dimana saja penuh dengan bunga Ban yang memutih di berjalan-jalan seperti pemberian Ibu Alam pada wilayah yang bersejarah ini. Seperti satu janjian, kesempatan kali ini, beberapa orang dari wilayah dataran rendah selalu banyak yang datang ke wilayah pengunungan Dien Bien untuk bersama berbaur pada situasi yang semarak dari irama seruling Khen serta lagu-lagu dengan rakyat ditempat di kesempatan Pesta bunga Ban, momen yang termasuk dalam kerangka Minggu budaya serta wisata Dien Bien tahun 2014.

Siapa yang sempat sekali hadir ke wilayah Dien Bien ini, semua ingin memandangi keindahan yang murni dari hutan-hutan bunga Ban putih. Bunga Ban putih ada dimana saja saja, bukan sekedar mempercantik berjalan-jalan serta rumah-rumah, dan juga dipakai oleh beberapa gadis etnis minoritas Thai untuk mempercantik diri pribadi saat ikut juga dalam pesta. Lo Thi Phong, etnis minoritas Thai memberitahu: “Menyematkan bunga Ban di kepala membuat gadis etnis minoritas Thai makin lebih lemah lembut. Umumnya, di hari pesta serta Hari Raya Tahun Baru Tradisionil Imlek, saya selalu menyisipkan bunga Ban di kepala. Buat kami, ini adalah sehari spesial, sebab ini adalah peringatan ulang tahun ke-60 kemenangan Dien Bien Phu”.

Saat hadir ke propinsi Dien Bien pada musim pesta, pelancong dapat berbaur pada irama lagu dengan sayang dari rakyat etnis minoritas Mong, tarian Xoe dari gadis-gadis etnis minoritas Thai, ketertarikan menyemangat beberapa lelaki etnis minoritas Mong serta Ha Nhi dalam permainan-permainan tarik-menarik tali, melemparkan Con dan sebagainya. Di hari pesta, beberapa pemuda-pemudi etnis-etnis di propinsi Dien Bien berpeluang memanifestasikan jati diri budaya etnisnya pada sahabat-sahabat. Saudara Som Tui, pelajar Republik Demokrasi Rakyat Laos yang kuliah di propinsi Dien Bien memberitahu: “Saya begitu senang saat kuliah di Vietnam serta ikut ada dalam jumpa transisi mata berolahraga tradisionil. Semua program begitu istimewa serta indah. Pada Minggu budaya serta wisata ini, saya lihat jika semua etnis di propinsi Dien Bien begitu menyatu padu, bisa berkontak dengan etnis-etnis minoritas lain seperti Mong, Kho Mu, Dao dan sebagainya. Semua program begitu beranekaragam, saya harus mencari tahu banyak mengenai kebudayaan, tradisi istiadat semua etnis Vietnam”.
Pesta bunga Ban adalah peluang buat semua etnis sesaudara di propinsi Dien Bien memperlihatkan keluwesan mengenai seni kuliner. Beberapa gadis etnis minoritas Mong mengenalkan langkah membuat kue Day serta masakan Men Men. Sedang, seni kuliner etnis minoritas Thai lebih beranekaragam dengan masakan-masakan tradisionil misalnya ikan panggangan, daging kerbau kering, nasi ketan yang berwarna-warni. Terutamanya adalah masakan salad bunga Ban yang dibikin oleh beberapa gadis etnis minoritas Thai di dukuh Noong Chut, kota Dien Bien Phu membuat beberapa orang kaget. Saudari Lo Thi Minh, etnis minoritas Thai, peserta pesta ini memberitahu jika bunga Ban bukan sekedar mempercantik beberapa gadis etnis minoritas Thai, mempercantik berjalan-jalan, dan juga adalah bahan mentah untuk bikin masakan yang atraktif. Ia menjelaskan: “Bunga Ban yang telah bermekar lebih enak, pada dalam itu, kuncupnya punyai rasa sepat saat dikonsumsi. Masakan salad bunga Ban begitu enak”.

Saat malam datang, semua lapangan kota Dien Bien Phu masih ramai dengan suara musik, suara nyanyi dari malam pesta tarian Xoe. Dalam sinaran api, saat suara musik bergema ada juga waktu dimana beberapa gadis etnis minoritas Thai mulai gandrung dalam tarian Xoe tradisionil. Putaran tarian Xoe makin lebar, pemeganan tangan di antara orang di wilayah dataran rendah dengan orang di wilayah pegunungan jadi lebih erat. Supaya, saat berpisah dengan propinsi Dien Bien ini, pelancong akan ingat untuk selamanya satu propinsi Dien Bien yang termasyur di 5 benua serta mengguncangkan bola bumi pada 60 tahun kemarin serta satu propinsi Dien Bien yang penuh dengan daya hidup, tetapi malu-malu di warna putih bunga Ban.
logoblog

Thanks for reading Gandrung dengan pesta bunga Ban

Previous
« Prev Post