Friday, May 3, 2019

Dokumen dari kayu agama Buddha di pagoda Vinh Nghiem vietnam

  9nagaasia       Friday, May 3, 2019
Pada persidangan UNESCO yang barusan berjalan di Bangkok, Thailand, dokumen dari kayu pagoda Vinh Nghiem, propinsi Bac Giang sah mendapatkan pernyataan jadi Warisan Dokumen lokasi Asia-Pasifik. Ini ialah warisan ke-3 dari Vietnam sesudah dokumen dari kayu jaman dinasti Nguyen serta Prasasti batu di Kuil Sastra Van Mieu-Quoc Tu Giam yang dimuliakan. Ini ialah dukumen-dokumen buku suci agama Buddha hanya satu dari mazhab Truc Lam, mazhab tipikal dari agama Buddha Vietnam yang tipikal. Berdasar pada bahan kayu dapat diprakirakan jika dokumen-dokumen kuno dari kayu kuno ini muncul pada era ke-13, ke-14, ke-15 serta yang paling akhir-akhir ini pada awal era ke-20.
Pagoda Vinh Nghiem di provinsi Bac Giang

Menurut buku serta dokumen kuno, pagoda Vinh Nghiem dibuat pada jaman dinasti Ly era ke-11. Sampai diasti Tran pada era ke-13, Tiga jikal akan mazhab Truc Lam (Tran Nhan Tong, Phap Loa serta Huyen Quang) sudah memperluas nilainya jadi tempat mendidik biksu-biksuni. Bangunan-bangunan arsitektur inti di pagoda Vinh Nghiem yang masih ada termasuk juga pada jaman dinasti Le serta dinasti Nguyen. Bhandanta Thich Thanh Vinh, Wakil Kepala pagoda Vinh Nghiem memberitahu jika pusaka-pusaka yang dilestarikan di pagoda Vinh Nghiem begitu beranekaragam yakni terbagi dalam lebih dari 100 patung Buddha kuno, system tujuh prasasti batu serta terutamanya adalah dokumen dari kayu buku suci agama Buddha kuno yang terbesar di Vietnam. Bhandanta Thich Thanh Vinh menjelaskan “Sebagai fungsi jadi pusat pendidikan agama Buddha pada jaman dinasti Tran, oleh karenanya, permasalahan mengukir buku suci pada papan kayu digelarkan begitu awal di pagoda Vinh Nghiem yakni pada awal era ke-15. Saat ini, pagoda ini masih sukses menjaga lebih dari 3.000 papan, salah satunya ada buku suci agama Buddha, undang-undang dan lain-lain... Nilai doumen dari kayu ini ada pada dalamnya, sedang seninya ialah seni mengukir buku suci pada papan kayu pada jaman dinastri Tran sampai dinasti saat dinasti Le serta sampai dinasti Nguyen”.

Lebih dari 3.000 dokumen dari kayu ini menghimpun 34 judul buku yang dalamnya mengemukakan fikiran agama Buddha Mahayana dari tiga jikal bakal-nya yakni Tran Nhan Tong, Phap Loa serta Huyen Quang dengan hal yang menonjol adalah fikiran agama Buddha yang diterapkan dalam kehidupan. menurut beberapa ilmuwan, ini ialah gudang dokumen dari kayu buku suci agama Buddha hanya satu yang saat ini masih disimpan oleh mazhab Truc Lam, mazhab tipikal dari agama Buddha Vietnam. Malah ini ialah hal kunci buat UNESCO untuk mengaku warisan ini. Lahirnya mazhab Truc Lam pada era ke-13 bukan sekedar adalah momen yang mempunyai makna besar pada Vietnam sendiri, tetapi berkaliber regional serta internasional. Hal yang dimuliakan adalah semangat mandiri serta bergantung pada nasib, berarti adalah memandang Buddha ialah diri pribadi, yakin pada diri pribadi, tidak bersandarkan pada kekuatan-kekuatan dewa-dewi, rasakan optimistis pada kehidupan yang betul-betul, sesuai hukum alami. Fikiran mazhab Truc Lam menandai proses Vietnamisasi atas agama Buddha dari India serta Tiongkok. Tran Van Lang, Direktur Museum propinsi Bac Giang memberitahu jika isi mazhab Truc Lam ada dalam buku-buku dengan judul: “Yen Tu Nhat Trinh” yang berpenanggalan akhir era ke-16. Ia menjelaskan: “Kami sudah berkunjung ke beberapa tempat yang masih menaruh dokumen-dokumen dari kayu seperti di pagoda Bo Da serta Van Ha, tetapi tidak ada buku- buku semacam ini, cuma ada buku suci agama Buddha saja. Mengenai makna harus ditekankan jika semenjak lahirnya mazhab Truc Lam, harus ada prinsip-prinsip agama Buddhai sesuai fikiran mazhab Truc Lam. Yang ke-2 adalah harus ada buku yang di luncurkan untuk menyosialisasinya di kelompok warga. Untuk terdapatnya ini, beberapa pendahulu harus belajar buku suci agama Buddha dari India serta Tiongkok, serta di atas basic itu membangun mazhab ini, tapi bawa jati diri Vietnam”.

Semua papan ukiran yang dibikin dari kayu hampir semua diambil di perkarangan pagoda. Terdapat beberapa dokumen dari kayu yang diukir dengan gambar contoh, aransemen-nya serasi serta ukirannya halus. Dengan mata kepala sendiri lihat papan-papan ukiran yang berumur beberapa ratus tahun, kita baru kagum pada kegenialan, ketelatenan serta hati sanu bari dari beberapa tukang. Nguyen Van Phong, Wakil Direktur Museum propinsi Bac Giang memberitahu: “Di Vietnam ada amat sedikit gilda pertukangan yang membuat dokumen dari kayu ini. Yang terpopuler adalah di propinsi Hai Duong. Dahulu, beberapa tukang yang lakukan pekerjaan ini harus berhati sanu bari serta pintar dalam pengetahuan. Semua tukang bertanggung-jawab. Gilda pertukangan banyak sekali, tapi semua dokumen dari kayu sampai dasar, hal tersebut menunjukkan jika beberapa tukang yang pintar begitu bertanggung-jawab”.

Proses mengukir dokumen dari kayu ini ialah satu proses panjang yang memerlukan waktu sepanjang hampir seratus tahun, walau ada waktu terputus, tapi sudah dilanjutkan serta diwariskan oleh beberapa pemuka agama. Tiap dokumen dari kayu mengenai buku suci agama Buddha ialah satu karya seni mengenai ukiran yang halus, memanifestasikan kegenialan tukang Vietnam dahulu serta ialah sumber dokumen untuk mencari tahu seni ukiran kayu Vietnam pada jaman dinastri Le serta dinasti Nguyen.
logoblog

Thanks for reading Dokumen dari kayu agama Buddha di pagoda Vinh Nghiem vietnam

Previous
« Prev Post