Monday, May 13, 2019

Desa saya, pagelaran yang kental dengan kebudayaan Vietnam

  9nagaasia       Monday, May 13, 2019
Memakai bahan bambu jadi bahan inti dalam drama sirkus “Desa saya” yang dikerjakan oleh beberapa seniman-seniwati muda sudah sukses menggambarkan satu pemandangan desa yang romantis serta hangat. Drama sirkus ini adalah gabungan dari beberapa macam seni panggung contohnya, sirkus koprol, rekstok gantung, main sulap, pantomim serta menyanyi. Ini ialah macam seni yang cukup baru di Vietnam, karena itu cuma dalam tempo pendek saja, drama sirkus ini sudah membuat kesan-kesan yang eksotis pada orang Vietnam serta pelancong luar negeri.

Drama sirkus “Desa saya” dibuka dengan adegan yang bawa beberapa pemirsa hadir ke satu wilayah pedesaan Vietnam pada saat fajar menyingsing. Saat petani membuat persiapan alat-alat produksi untuk sehari kerja baru di tengahnya suara kokok ayam jantan saat pagi hari. Pada akhirnya saat malam datang, sesudah sehari kerja yang sulit payah, ibu sedang berbaring menina-bobokkan anaknya, gadis yang sedang merajut, lelaki sedang bernyanyi lagu yang memberikan pujian pada layanan ayah serta ibu. Yang menjelujuri dua adegan adalah semua kehidupan dalam lembaga desa orang Vietnam sepanjang banyak generasi ini, dari tangkap kepiting, siput, menanam padi, usaha jual-beli, market, malam-malam atraksi macam seni A Dao dan sebagainya. Salah satunya, 20 pemain sirkus tidak henti-hentinya mempertunjukan permainan koprol dengan alat-alat penting adalah pohon-pohon bambu baik panjang atau pendek untuk merekonstruksikan kehidupan yang alami pergantian terus-terusan, tetapi damai sentosa di wilayah pedesaan Vietnam.

Ruangan arsitektur dengan bambu tidak henti-hentinya alami pergantian di panggung. Tubuh bambu jadi bahan inti untuk drama ini. Bambu ikut juga dalam cerita jadi satu tokoh dalam kehidupan orang Vietnam. Beberapa puluh pohon bambu beberapa jenis ukuran dibuat di panggung jadi jembatan, sungai, rumah dan sebagainya. Pemain sulap lakukan atraksi diatas batang-batang bambu. Drama sirkus ini bawa pemirsa berbaur pada perjalanan yang damai tetapi berkobar-kobar serta puitis. Drama sirkus “Desa saya” kental dengan warna-warni serta suara orang Vietnam yang hidup jauh dari kampung halaman mengenangkan kembali pada asal mula, sedang beberapa pelancong luar negeri lebih pahami mengenai kebudayaan pedesaan Vietnam lewat tiap adegan, dari waktu fajar sampai malam bulan, dari jembatan bambu sampai pasar pedesaan dan sebagainya. Beberapa pemirsa bisa lihat terdapatnya perkaitan yang erat di antara pohon bambu dengan kehidupan manusia. Pohon bambu ialah teman dekat, alat mencari nafkah serta menolong kehidupan rakyat di wilayah pedesaan . Ibu Aster, guru asal Skotlandia yang tinggal di kota Ho Chi Minh memberitahu: “Banyak rekanan saya mengatakan jika program ini begitu baik. Sebagian besar orang yang saya kenal sudah melihat program ini serta saat ini sampai pada giliran saya. Lewat program ini, saya pahami lebih banyak mengenai kehidupan orang Vietnam di wilayah pedesaan. Hal yang mengagumkan buat saya adalah kekreatifan saat mereka memakai beberapa bahan seperti pohon bambu. Saya lihat kecerdasan beberapa pemain. Suara, cahaya, semua digabungkan secara baik hingga membuat satu keseluruhnya yang begitu baik”.
Panggung tanpa ada warna-warni yang istimewa, tanpa ada jaringan lampu Led, tetapi, disana hanya kesederhanaan serta kelugasan seperti namanya “Desa saya”. Drama ini bawa beberapa pemirsa kembali pada waktu kanak-kanak di tengahnya dalam suara kokok ayam jantan, suara kerbau serta sapi siap pergi ke sawah serta suara seruling yang jernih. Beberapa pemirsa masuk desa dengan pohon bambu lewat seni instalasi, sirkus tali kesetimbangan, main koprol lewat nyanyian yang kental dengan jati diri 3 pelosok Tanah Air Vietnam bersama aktivitas-aktivitas yang paling ciri khas dari kehidupan pedesaan Vietnam direkonstruksikan. Ibu Manuela, pelancong Jerman memberitahu: “Sebenarnya suka saat mereka memakai pohon bambu untuk bangun rumah. Itu yang saya lihat dengan mata kepala sendiri. Ini untuk kali pertamanya saya melihat program ini. Saya tidak pernah lihat mereka memakai pohon bambu untuk bangun rumah. Begitu kreatif”.

Untuk kali pertamanya unjuk muka di Vietnam pada tahun 2005, tetapi sampai tahun 2009, drama sirkus bambu dengan nama “Desa saya” baru disempurnakan serta ditampilkan di beberapa negara lain di dunia. Sutradara Tuan Le mengatakan jika saat lakukan atraksi di luar negeri, rombongan sirkus ini menemui banyak kesukaran, sebab ada ketidaksamaan mengenai bahasa serta kebudayaan. Saat usai melihat, ada yang belum pahami sehabis-habisnya, tetapi mereka menangis, sebab citra-citra dalam drama ini sudah menyentuh perasaan pribadi. “Ini adalah program yang ciri khas di Vietnam serta di dunia mengenai isi program, ialah program kesenian yang kreatif. Dia bukan sekedar sirkus, tarian, musik, tetapi adalah gabungan serta kekreatifan baru di panggung berdasar pada alat-alat simpel yang berkaitan dengan kebudayaan serta orang Vietnam”.
Tenggelam dalam ruangan pedesaan Vietnam asli atau suara orang yang terkesima sebab atraksi sulap serta koprol yang ahli diatas basic pohon bambu mengagumkan beberapa pemirsa saat hadir ke malam sirkus “Desa saya”.
logoblog

Thanks for reading Desa saya, pagelaran yang kental dengan kebudayaan Vietnam

Previous
« Prev Post