Sunday, May 5, 2019

Catatan harian di rumah penjara Vietnam

  9nagaasia       Sunday, May 5, 2019
Dalam kegiatan revolusionernya, Presiden Ho Chi Minh sudah tinggalkan banyak dokumen riwayat, karya-karya yang populer, salah satunya ada karya yang hidup abadi kekal adalah kelompok sajak “Catatan harian di rumah penjara”. Karya ini adalah lukisan potret bikinan sendiri dengan sajak, memanifestasikan kemanusiaan, semangat optimisme dari pejuang komunis Ho Chi Minh, penyair besar Ho Chi Minh.
Catatan harian dalam rumah penjara

Berkenaan dengan peringatan ulang tahun ke-70 lahirnya karya “Catatan harian di rumah penjara”, satu lokakarya yang diadakan oleh Departemen Komunikasi serta Pendidikan Komite Sentra Partai Komunis Vietnam, Kementerian Kebudayaan, Berolahraga serta Pariwisata Vietnam dan Komite Nasional Kombinasi Asosiasi Kesusastraan serta Kesenian Vietnam sudah berjalan di kota Hanoi belakangan ini. Lokakarya ini ikut memperjelas nilai yang besar mengenai kesenian, kemanusiaan serta daya hidup yang lama dari kelompok sajak “Catatan harian di rumah penjara”, satu karya yang mempunyai profil di dunia persajakan Vietnam moderen. “Catatan harian di rumah penjara” terbagi dalam 133 sajak dalam bahasa Han yang dibuat oleh Presiden Ho Chi Minh dari 29 Agustus 1942 sampai 10 September 1943. Kelompok sajak ini hanya satu buku kecil dengan sampul yang tertulis “Catatan harian di rumah penjara” dengan 4 gatra sajak serta satu gambar mengenai dua tangan yang diborgol, di dalamnya ialah sajak-sajak dalam bahasa Han serta beberapa catatan yang lain. Hal yang spesial dalam karya ini adalah Presiden Ho Chi Minh jadi pengarang sekaligus juga ialah tokoh yang bercerita kembali “kisah di rumah penjara” dengan sajak berbentuk catatan harian. Oleh karenanya, dapat dipandang jika “Catatan harian di rumah penjara” ialah narasi harian mengenai pribadi yang dicatat dengan sajak karena itu harus ada banyak sekali sajak. Di dalamnya, Beliau tetap menempatkan revolusi serta rakyat pada tempat teratas. Periset kesusastraan, Profesor Phuong Luu memandang: Sajak-sajak dalam karya “Catatan harian di rumah penjara” sudah tunjukkan pada beberapa pembaca profil dari seseorang pemimpin yang agung dengan keinginan yang tertinggi serta indah yakni “Kemerdekaan untuk bangsa serta kebebasan untuk manusia. Ia memberitahu “Satu hal yang pantas dilihat adalah dalam kelompok sajak ini berkali-kali ada kata kebebasan. Ini menunjukkan jika Presiden Ho Chi Minh begitu berkeinginan dengan kebebasan sebagai seseorang manusia serta sebagai penyair. Hal ini begitu sesuai fikiran Beliau sebagai seseorang pemimpin. Hal yang butuh dilihat adalah saat membuat Negara, Beliau sudah memberi nama : Republik Demokrasi Vietnam. Mungkin ada dikit negara yang mempunyai epigram adalah Kemerdekaan-Kebebasan-Kebahagiaan. Hal tersebut bermakna bangsa mendapatkan kemerdekaan, rakyat mendapatkan kebebasan serta kebahagiaan”.

Saat membaca sajak-sajak dalam “Catatan harian di rumah penjara”, kita dapat lihat jika Ho Chi Minh ialah orang yang dalam semua kondisi menggabungkan dengan begitu baik vitalitas serta keyakinan kekal dari seseorang pejuang revolusioner dengan keinginan akan kebebasan, semangat menggembleng diri, semangat menangani semua kesukaran serta asa serta semangat optimisme di hari depan. Meskipun ditahan serta dibawa ke 13 kabupaten dengan 18 rumah penjara di propinsi Guangxi, Tiongkok, tetapi samua sajak ciptaan Presiden Ho Chi Minh dalam perjalanan yang sengsara itu tetap mengkilaskan perasaan tenang serta tegas dari seseorang tahanan serta seseorang pejuang revolusioner. Untuk memulai kelompok sajak ini, Presiden Ho Chi Minh sudah menulis “Saya tidak senang membaca sajak. Tetapi apa yang dikerjakan di rumah penjara. Saatnya lama, karena itu membaca sajak jadi hiburan. Membaca sajak sekalian menanti hari kebebasan”. Keyakinan serta keinginan akan kebebasan, ke arah hari esok revolusi dalam hati Ho Chi Minh sudah ikut membuat semangat optimisme serta perasaan tenang yang mengagumkan itu. Karya “Catatan harian di rumah penjara” sudah dikit menolong generasi-generasi lalu dapat memikirkan beberapa dunia kejiwaan dengan beberapa oktaf suara dari Presiden Ho Chi Minh seperti yang dipandang oleh Profesor Phong Le, seseorang periset kesusastraan jika itu deskripsi yang dilukis sendiri dengan paling utama serta paling mendalam tanpa ada membutuhkan contoh atau penyembunyian apa pun. Dari satu sajak ini ke sajak lain, Ho Chi Minh ada dalam hati pembaca dengan beberapa tempat yakni pejuang revolusioner yang kehilangan kebebasan dengan keinginan yang paling besar adalah mendapatkan kebebasan, seseorang tahanan dengan semua penderitaan, seseorang teman dekat dengan beberapa simpati pada beberapa orang yang rawan serta satu jiwa sajak yang berkaitan dengan alam seputar. Itu ialah orang yang mempunyai kemauan, kemampuan yang mengagumkan, semangat optimisme revolusioner dalam kondisi yang paling susah. Penyair Vu Quan Phuong memberitahu: “Saya memiliki beberapa karya riset mengenai Presiden Ho Chi Minh, salah satunya ada karya mengenai masalah terlepas dari rumah penjara, mengenai permasalahan Beliau menyelam dalam barisan basic dari warga tanpa ada berhenti bernafas”.

Pada tahun 1960, karya “Catatan harian di rumah penjara” ditranslate ke bahasa Vietnam serta dipandang oleh beberapa orang jadi satu manifestasi yang lain dari Presiden Ho Chi Minh sebagai seseorang penyair. Sampai saat ini, karya ini bukan sekedar disosialisasikan di negeri, dan juga mendapatkan penilaian tinggi serta dikenalkan dengan beberapa bahasa di dunia seperti Inggris, Arab, Portugal, Jerman, Republik Korea, Jepang, Tiongkok, Spanyol dan sebagainya. Pada 1 Oktober 2012, Pertama Menteri Pemerintah Republik Sosialis Vietnam akan memutuskan mengaku karya “Catatan harian di rumah penjara” jadi pusaka nasional.
logoblog

Thanks for reading Catatan harian di rumah penjara Vietnam

Previous
« Prev Post