Monday, May 20, 2019

Buku dengan kelompok muda mudi Ibu Kota

  9nagaasia       Monday, May 20, 2019
Hampir satu pekan sudah melalui, tiap hari Festival buku selalu penuh dengan pengunjung, yang terbanyak adalah kelompok muda yang hadir untuk mencari satu buku yang baru serta bagus. Festival Musim Rontok - 2014 yang untuk kali pertamanya diselenggarakan dengan sukses di kota Hanoi bukan lantaran jumlahnya pembaca yang berkunjung ke, tetapi pertama kali Festival ini sudah menghidupkan kegandrungan membaca buku dari kelompok muda Ibu Kota. Mereka mencari satu keceriaan sendiri dengan buku yakni membuat rutinitas membaca buku yang memperkaya pengetahuan buat diri kita sendiri. Buat mereka, buku masih ialah teman dekat yang setia, memberi pengetahuan yang belum pernah jadi lama.

Festival buku musim rontok 2014 dengan topik “Kota Hanoi-Kota untuk perdamaian” berjalan dari tanggal 26 September sampai tanggal 2 Oktober di Situs Peninggalan Riwayat Hoang Thanh Thang Long dengan keterlibatan dari 45 balai penerbitan, 100 gerai buku serta kurang lebih 10.000 judul buku misalnya buku untuk beberapa anak, buku mengenai sastra, buku mengenai ekonomi, buku mengenai ilmu dan pengetahuan dan sebagainya dan menyerap kehadiran beberapa puluh ribu pembaca yang hadir untuk berkunjung ke serta beli buku. Di antara, jumlahnya pembaca yang terbanyak adalah pelajar serta mahasiswa dari sekolah-sekolah serta perguruan tinggi di kota Hanoi. Festival buku ini jadi tempat untuk menghidupkan kehausan membaca buku di kelompok muda. Lebih-lebih , semua kegiatan memberi tanda-tangan serta pertemuan dengan beberapa pengarang yang sedang ada jadi satu langkah untuk merangsang golongan muda lebih dekat sama buku. Dao Thanh Tung, mahasiswa Sekolah Tinggi Irigasi menjelaskan: “Saya tetap membaca buku pada saat senggang. Saya berupaya menyiapkan 30 menit tiap hari untuk membaca buku. Buku-buku yang saya lihat adalah buku mengenai cerita sukses dalam kehidupan, menghidupkan kekuatan manusia serta terkadang membaca buku mengenai asmara. Saya dapat belajar banyak pengalaman dari buku-buku yang dibuat oleh beberapa pendahulu. Oleh karenanya, Festival buku ini begitu berguna, agar diselenggarakan berkali-kali dalam setahun”.

Sama pendapat dengan pandangan ini, Le Thanh Huong, mahasiswi Sekolah Tinggi Perdagangan Luar Negeri Hanoi menjelaskan: “Keinginan saya yang terbesar adalah membaca buku. Saya senantisa membaca buku mengenai ekonomi, usaha, tehnik hidup serta psykologi. Saya tidak senang membaca buku online sebab dia memunculkan sakit mata, karena itu saya masih ingin membaca buku bikin. Saya beli lumayan banyak buku. Buat satu buku, saya memerhatikan apa yang diberi isi buku pada dari saya”.
Buku memberi volume pengetahuan yang tidak hanya terbatas pada manusia. Tiap buku ialah satu dunia, satu volume pengetahuan tertentu. Buat orang yang membaca buku serta menyukai buku jadi satu rutinitas yang mereka turuti seumur hidupnya, jadi bukan kemauan sekejap. Saudari Phuong Nhi, seseorang pengacara di kota Hanoi memberitahu: “Bagi saya membaca buku belum pernah cukup, dia seperti satu keperluan internal, oleh karenanya, dia tidak hanya terbatas di suatu bagian. Tentu saja, sebab keperluan pekerjaan, saya harus membaca buku mengenai profesi semakin banyak, ini memberi pandangan pada saya. Diluar itu, saya ingin membaca buku narasi dari Jepang, pada saat kecil, saya membaca buku dari Rusia serta buku sastra dari Perancis. Saya yakin jika rutinitas membaca buku dalam komune di seputar masih sya pertahankan”.

Dengan langkah berpikir jika buku ialah satu guru belum pernah kedaluwarsa. Orang yang membaca banyak buku bermakna belajar dari banyak guru. Membuat rutinitas serta kegandrungan pada buku jadi ancang-ancang untuk hadir ke pada guru itu. Saat ini, jumlahnya buku yang diedarkan bukan dikit. Terdapat beberapa pilihan buat beberapa pembaca. Mencari serta membaca buku yang sesuai keperluan sendiri adalah langkah ke-2 buat beberapa pembaca Ibu Kota dalam keasyikannya pada buku.

Satu hal yang begitu mengagumkan adalah Festival buku musim rontok 2014 memberikan tambahan kecintaan pada buku bukan sekedar untuk golongan mahasiswa saja, dan juga memunculkan dampak besar pada beberapa pelajar di sekolah-sekolah umum. Beberapa pelajar bisa belajar beberapa hal yang berguna dari buku serta dengan suka-rela hadir pada buku. Nguyen Dang Khoa, pelajar klas 6 memberitahu: “Biasanya, saya tetap membaca buku mengenai cabang penerbangan. Sebab saya begitu menyukai cabang ini. Saya membaca buku pada hari Sabtu, Minggu serta hari istirahat. Saya dapat tahu mengenai kecepatan terlepas landas serta turun landas dari pesawat terbang, kecepatan optimal pesawat terbang”.

Membaca buku, mengasyiki buku bukan sekedar tingkatkan nilai tiap orang sendiri, tetapi pun tidak henti-hentinya memperkaya pengetahuan satu bangsa. Festival buku musim rontok 2014 sudah ikut menghidupkan kegandrungan pada buku untuk kelompok muda Ibu Kota.
logoblog

Thanks for reading Buku dengan kelompok muda mudi Ibu Kota

Previous
« Prev Post