Sunday, May 5, 2019

Budaya Vietnam yang maju serta kental dengan jati diri nasional

  9nagaasia       Sunday, May 5, 2019
Pada sekarang ini, Vietnam sedang mengevaluasikan penerapan Resolusi Sidang Pleno ke-5 Komite Sentra Partai Komunis Vietnam (KS PKV) angkatan ke-8 mengenai “Pembangunan serta peningkatan kebudayaan Vietnam yang maju serta kental dengan jati diri tradisional”. Digelarkan dari tahun 1998 sampai saat ini, penerapan Resolusi ini sudah menolong Vietnam menjaga jati diri kebudayaan nasional serta terima nilai serta intisari kebudayaan dunia.

Beberapa pengelola kebudayaan Vietnam setuju memandang jika sepanjang 15 tahun penerapan Resolusi Sidang Pleno ke-5 KS PKV angkatan ke-8, pandangan mengenai fungsi serta tempat kebudayaan di kelompok warga bertambah jelas. Sumber daya kebudayaan, khususnya adalah sdm makin ditingkatkan serta berkembang secara detail. Dengan dasar “manusia ialah subyek pencipta kebudayaan sekaligus juga ialah arah peningkatan kebudayaan” karena itu cabang kebudayaan sudah sukses membina langkah hidup yang baik untuk orang Vietnam. Profesor Muda, Doktor Nguyen Chi Ben, Kepala Institut Kebudayaan serta Kesenian Vietnam memberitahu: “Selama 15 tahun ini, kebudayaan serta kesenian sudah ikut memupuk personifikasi manusia Vietnam, mengarahkan orang ke Kejujuran-Kebaikan-Keindahan. Saat ini, produk budaya begitu beranekaragam dengan beberapa macam. Rakyat memiliki banyak peluang untuk mendekati produk budaya serta nikmati kebudayaan dimana-mana, di gedung teater, liveshow sampai video serta CD. Subyek yang ikut menghasilkan produk budaya makin semakin banyak, dahulu cuma ada Negara, tetapi saat ini sudah ada keterlibatan swasta, yang paling jelas adalah di bagian perfilman serta penerbitan”.

Waktu 15 tahun ini adalah penggalan jalan yang memperjelas nilai semua pusaka budaya Vietnam saat Vietnam mempunyai 15 pusaka budaya yang mendapatkan pernyataan dari Organisasi Kebudayaan, Pengetahuan Pengetahuan serta Pendidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), tingkatkan jumlahnya keseluruhan Vietnam yang mendapatkan pernyataan dari UNESCO jadi 17 pusaka budaya, menempati tempat ke-2 di lokasi Asia Tenggara (ASEAN). Waktu 15 tahun ini melihat meledaknya pesta-pesta. Hampir 8.000 pesta tradisi di semua negeri menunjukkan kegiatan kebudayaan yang hidup-hidup dari beberapa susunan rakyat. Terutamanya, pergerakan “Seluruh rakyat menyatu membuat kehidupan yang berbudaya” adalah salah salah selar mengenai penerapan Resolusi Sidang Pleno ke-5 KS PKV angkatan ke-8. Dari terdapatnya lebih dari 8 juta kepala keluarga yang berbudaya pada tahun 2000, sampai tahun 2012, semua negeri sudah mempunyai 16 juta kepala keluarga yang berbudaya. Jumlahnya desa serta dukuh yang sampai dasar mengenai kebudayaan dari angka 17.000 desa serta dukuh pada tahun 1998 sudah bertambah lebih dari 3 kali lipat lebih dari 58.000 desa serta dukuh pada tahun 2012. Lahirnya Undang-Undang amandemen atas beberapa masalah dari Undang-Undang Pusaka sudah ikut menguatkan peningkatan kebudayaan serta memperluas integrasi dengan dunia. sebab terdapatnya Undang-Undang yang baru ini, beberapa macam kesenian tradisionil Vietnam sudah diselamatkan dari bahaya hilang misalnya lagu nina bobok, lagu rakyat Xam, seni gong serta bonang wilayah Tay Nguyen dan sebagainya. Nguyen The Hung, Kepala Direktorat Pusaka Budaya dari Kementerian Kebudayaan, Berolahraga serta Pariwisata Vietnam memberitahu: “Selama 15 tahun ini, kita sudah sukses menginventarisasi 40.000 situs peninggalan riwayat, memberi klasifikasi pada hampir 32.000 situs peninggalan riwayat nasional, 34 situs peninggalan riwayat nasional yang spesial. Sampai saat ini, Vietnam sudah sukses membuat 7 bank data mengenai pusaka budaya nonbendawi yang ditempatkan di 7 wilayah di semua negeri. Buat bagian museum, sampai saat ini, Vietnam mempunyai 138 museum, salah satunya ada 17 museum swasta”.

Satu prestasi lain yang pantas dicatat adalah terdapat beberapa basis kebudayaan sudah diatur dengan nila yang besar serta arsitektur yang indah. Di semua negeri saat ini ada 70 basis kebudayaan tingkat propinsi, pada tingkat kabupaten ada 540 basis kebudayaan, pusat berolahraga serta pada tingkat kecamatan ada lebih dari 4.500 basis kebudayaan. Lewat itu, rakyat, terutamanya rakyat etnis minoritas di wilayah pedalaman, wilayah pelosok serta wilayah laut dan juga memiliki banyak peluang untuk mendekati, ikut juga serta nikmati beberapa jenis macam kebudayaan yang tipikal. Mengenai kerja sama kebudayaan internasional, Nguyen Van Tinh, Kepala Direktorat Kerja sama Internasional dari Kementerian Kebudayaan, Berolahraga serta Pariwisata Vietnam memberitahu: “Vietnam menggalang jalinan kerja sama kebudayaan dengan kurang lebih 170 negara, tanda-tangani kurang lebih 200 kesepakatan internasional di bagian kerja sama kebudayaan dengan semua negara. 7 negara sudah menempatkan pusat kebudayaan di Vietnam, sedang, Vietnam mempunyai 2 pusat kebudayaan di Perancis serta Laos. Pada saat mendatang, ada 4 pusat kebudayaan Vietnam di luar negeri. Lewat jumpa transisi kebudayaan internasional, skala serta kejuruan barisan petugas kebudayaan Vietnam dapat bertambah satu langkah”.
Vietnam ialah negara multi etnis, ada 53 etnis minoritas di antara keluarga besar Vietnam yang terbagi dalam 54 etnis. Semua etnis di Vietnam memiliki adat kebudayaan yang lama, dimanifestasikan lewat bahasa, huruf, baju, keyakinan, pesta tradisi, kegiatan kebudayaan komune dan sebagainya. Resolusi Sidang Pleno ke-5 KS PKV angkatan ke-8 memperjelas jika kebudayaan Vietnam adalah kebudayaan yang beranekaragam serta kental dengan jati diri nasional serta menyatu dalam keanekaragaman. Malah oleh karenanya, Resolusi itu sukses penuhi keperluan nikmati kehidupan kultural serta spirituil buat rakyat Vietnam untuk maju ke kaliber dunia pada periode integrasi internasional.
logoblog

Thanks for reading Budaya Vietnam yang maju serta kental dengan jati diri nasional

Previous
« Prev Post