Saturday, May 4, 2019

Budaya spiritualitas golongan nelayan di wilayah pantai Vietnam

  9nagaasia       Saturday, May 4, 2019
wisata vietnam -Sebagai negara yang terdapat di pantai Pasifik dengan garis pantai ebih dari 3.200 Km., riwayat Vietnam tetap berkaitan dengan proses mengalahkan laut. Kehidupan golongan nelayan di wilayah pantai tetap terkait dengan pelayaran, melawan gelombang serta angin besar, oleh karenanya, dalam pikiran rakyat makin lama makin tercipta keyakinan pada beberapa dewa yang membuat perlindungan serta menghadirkan banyak kemujuran buat mereka dalam kehidupan. Alami perjalanan waktu, keyakinan itu sudah jadi keyakinan memuja dewa laut, memiliki daya tarik yang kuat serta jadi ciri budaya spiritualitas golongan nelayan
Pesta menyambut ikan ong

Saat bicara mengenai budaya spiritualitas golongan nelayan di desa-desa pantai Vietnam, tidak dapat tidak bicara mengenai keyakinan memuja Ikan Ong (ikan paus). Semenjak jaman dulu, ikan paus dimuliakan oleh golongan nelayan di wilayah tepian pantai jadi seseorang dewa dari Laut Timur. Legenda dari banyak desa di wilayah pantai bercerita jika Sang Buddha saat melalui wilayah pantai ini, lihat taupan menenggelamkan semua kapal dari rakyat, karena itu Sang Buddha dengan hati nurani sudah melemparkan pakaian nya ke laut untuk dirubah jadi kawanan ikan paus untuk selamatkan masyarakat dalam musibah taupan. Semenjak itu, ikan paus dimuliakan oleh rakyat jadi ikan ong serta dipandang seperti dewa pembela di tengahnya laut dan karenanya, tradisi memuja ikan paus Paus dilahirkan. Menurut tradisi istiadat ini, jika ada ikan paus hadir ke suatu wilayah pantai mana saja, itu hal yang baik. Siapa yang temukan mayat ikan paus harus menguburnya, bahkan juga lakukan pemakaman yang jeli. Mayat Iikan paus dikuburkan di dekat laut, dibuat jadi mousolium serta kuil untuk dipuji tiap tahun. Lalu, semua ritual pemujaan ini jadi pesta tradisi menyongsong ikan ong serta tetap dihubungkan dengan pesta meminta hasil perikanan. Ritual memuja Ikan Ong dipandang seperti warisan budaya kelautan dari orang Vietnam. Di sejumlah negara pantai yang dekat dengan Vietnam seperti Tiongkok atau Kamboja tidak ada tradisi istiadat ini. Periset kebudayaan, Profesor, Doktor Tran Ngoc Them memberitahu: “Kepercayaan memuja ikan ong begitu umum di kelompok rakyat di wilayah tepian pantai Vietnam, terutamanya dari desa-desa pantai dari propinsi Thanh Hoa ke samping Selatan. Di Vietnam Utara ada juga keyakinan memuja ikan ong ini, tetapi cuma dipuji di kuil-kuil yang kecil seperti di propinsi Quang Ninh”.

Ritual memuja ikan ong serta pesta menyongsong ikan ong saat ini berada di semua desa nelayan dari Vietnam Tengah ke Vietnam Selatan. Pesta menyongsong ikan ong diselenggarakan dengan berlainan di tiap wilayah, tetapi selalu berjalan di akhir musim gugur serta awal musim semi. Pesta ini terbagi dalam acara ritual serta acara pesta serta berjalan sepanjang dua sampai tiga hari di daratan serta di laut. Acara ritual inti diselenggarakan dengan khidmat di mousolium-mousolium ikan ong atau di kuil, balai desa serta kuil dewa laut. Ini ialah ritual-ritual yang kental dengan jati diri bangsa serta ditambah lagi ciri budaya ditempat. Aksentuasi pesta ini adalah maket ikan ong di perahu berbunga yang diarak oleh rombongan ke depan mousolium atau kuil dewa laut. Ritual-ritual ini bawa banyak makna yakni mengucapkan terima kasih serta meminta. Periset kebudayaan, Doktor Huynh Quoc Thang menjelaskan: “Yang paling umum adalah orang mengenangkan serta menegakkan jalinan perasaan dengan binatang, terutamanya ikan paus dimana berarti yang dalam adalah mengucapkan terima kasih pada laut yang sudah menghidupi manusia. Yang ke-2 adalah dalam pikiran serta spiritualitas rakyat di wilayah pantai ingin meminta terdapatnya satu musim penangkapan ikan yang sukses. Yang ke-3 adalah mengenangkan “teman-teman dulu”- beberapa orang yang perlu kehilangan jiwa di laut”.

Sesuatu yang tidak dapat kurang dalam pesta-pesta menyongsong Ikan Ong adalah menyanyikan lagu rakyat Ba Trao yang dalamnya merekonstruksikan proses perjalanan di laut, dari saat tinggalkan pantai, melawan taupan, gelombang sampai penangkapan ikan. Sesudah acara ritual tetap ada permainan-permainan rakyat misalnya: lomba perahu, tarikan tali, tarian naga dan sebagainya hingga membuat situasi hari pesta tetap bergelora serta meriah.

Saat ini, saat berjalan telusuri pantai Vietnam, di sebagian besar desa nelayan tetap ada kuil, balai desa untuk memuja ikan ong serta dewa laut. Sebelum terlepas dari pantai, beberapa pria hadir kesini untuk membakar hio untuk meminta pada dewa agar mendapatkan banyak kemujuran dalam perjalanannya di laut. Pada dalam itu, pada saat senja, beberapa ibu serta istri di desa hadir kesini untuk meminta agar suami serta anak mereka pulang kembali dengan selamat. Bersamaan dengan perjalanan waktu, semua tradisi istiadat ini masih dipertahankan, ikut mengawasi ciri budaya spiritualitas wilayah pantai yang bawa nilai kebudayaan tradisionil Vietnam.

logoblog

Thanks for reading Budaya spiritualitas golongan nelayan di wilayah pantai Vietnam

Previous
« Prev Post