Sunday, May 5, 2019

Beberapa ciri baru dalam Pesta kuil Raja Hung

  9nagaasia       Sunday, May 5, 2019
Pesta Kuil Hung atau dimaksud Hari Haul Cikal Akan Bangsa Raja Hung adalah satu pesta tradisi yang besar di Vietnam untuk mennyatakan terima kasih atas layanan menegakkan Negara yang dikerjakan oleh beberapa raja Hung, beberapa raja pertama dari bangsa. Sudah lama, orang Vietnam ambil tanggal 10 bulan ke-3 kalender Imlek saban tahun jadi Hari Haul Cikal Akan Bangsa serta bersama berkunjung ke kuil raja Hung untuk mengenangkan akan asal-usul serta nenek moyang bangsa Vietnam. Pesta kuil raja Hung tahun ini memiliki makna spesial, yakni Organisasi Pengetahuan Pengetahuan serta Pendidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengaku “Kepercayaan memuja raja Hung di propinsi Phu Tho” jadi warisan budaya nonbendawi dari umat manusia.
Aktivitas dalam Pesta Kuil Raja Hung

Dari tahun 2000, Pesta kuil raja Hung sudah dinaikkan oleh Negara jadi pesta kenegaraan serta Negara yang mengatas-namai rakyat semua negeri mengadakan pesta ini. Oleh karenanya, nila serta semua ritual dalam pesta ini berjalan dengan lebih khidmat. Pada tahun ini, upacara Hari Haul Cikal Akan Bangsa Raja Hung memiliki satu aksentuasi spesial yakni upacara menyongsong piagam pernyataan pada “Kepercayaan memuja raja Hung di propinsi Phu Tho” jadi warisan budaya nonbendawi umat manusia yang diberi oleh UNESCO. Ha Ke San, Wakil Ketua Komite Rakyat propinsi Phu Tho, Kepala Panitia Pelaksana pesta ini memberitahu: “Pada acara ritual ada satu program menyongsong piagam pernyataan pada keyakinan memuja raja Hung yang memulai Pesta kuil raja Hung pada tanggal 4 bulan ke-3 Imlek. Program ini persamaan kata dengan waktu berlangsungnya pesta akan diperpanjang jadi 7 hari, dari tanggal 4 sampai tanggal 10 bulan ke-3 Imlek. Ke-2 adalah, penyelengaraan pesta jalanan dengan keterlibatan dari anggota warga yang luas untuk meningkatkan adat wilayah cikal bakal”.

Pada upacara menyongsong piagam pernyataan itu, tidak hanya rakyat yang luas di semua Vietnam ada juga wakil 24 negara anggota Komite antar pemerintah mengenai penerapan Konvensi UNESCO serta beberapa diaspora Vietnam yang hadir dari banyak negara di dunia. Ini adalah peluang buat rakyat dunia lebih pahami akan nilai menonjol dengan global dari keyakinan memuja raja Hung, ciri budaya yang sarat dengan nilai kemanusiaan, memanifestasikan persatuan orang Vietnam, yakni, meskipun ada dimanapun, kebanyakan orang Vietnam memiliki satu asal-usul bersama-sama dan semua ke arah wilayah cikal akan serta memuja seseorang pendiri bersamanya. Dang Dinh Thuan, Wakil Kepala Asosiasi Kesenian Folklor propinsi Phu Tho menjelaskan: “Provinsi Phu Tho ialah wilayah asal-usul bangsa, wilayah yang memulai usaha menegakkan Negara serta menjaga Tanah Air yang dikerjakan oleh beberapa raja Hung. Di propinsi Phu Tho, tidak hanya situs peninggalan tingkat negara yakni kuil raja Hung, ada juga lebih dari 300 situs peninggalan yang berkaitan dengan keyakinan memuja raja Hung. Nilai yang menonjol dari keyakinan memuja raja Hung adalah memanifestasikan kepribadian tradisionil Vietnam “minum air harus ingat akan sumbernya, makan buah harus ingat pada siapa penanamnya”.

Satu hal yang baru dalam pesta Hari Haul Cikal Akan Bangsa Raja Hung tahun ini adalah semua ritual memuja raja Hung sudah distandarisasi. Upacara memuja raja Hung berjalan pada tanggal 10 bulan ke-3 kalender Imlek yang adalah waktu berlangsungnnya upacara dengan serentak di lebih dari 1.400 tempat memuja raja Hung di semua negeri. Upacara memuja raja Hung diawali dengan pembakaran hio oleh wakil Negara di kuil Thuong, tempat dimana beberapa raja Hung memuja Tuhan. Menurut adat, hidangan untuk memuja nenek moyang tidak hanya talam buah-buahan ada juga kue Chung serta kue Day. Ini adalah ritual untuk mennyatakan terima kasih atas layanan beberapa raja Hung yang sudah mengajari rakyat menanam padi. Pesta kuil raja Hung pada tahun ini diselenggarakan dengan nila yang luas dari kota Viet Tri sampai Pusat Pesta kuil raja Hung serta beberapa daerah di sekelilingnya, oleh karenanya, pesta ini menyerap keterlibatan beberapa puluh ribu pelancong. Phung Van Thanh di desa Quyt, kecamatan Yen Bai, kabupaten Ba Vi, kota Hanoi menjelaskan: “Saya untuk kali pertamanya hadir kesini. Sudah lama saya sudah ingin hadir ke tempat yang membangun negara Vietnam. Saya ingin berkunjung ke semua situs peninggalan beberapa raja Hung dahulu. Saat hadir kesini, saya lihat jika pemandangannya indah serta sejuk. Barang kali, saya akan tiba kesini berkali-kali lagi”.

Pada dalam itu, saudari Nguyen Thi Thu Phuong di kabupaten Dong Anh, kota Hanoi mengatakan jika pernyataan UNESCO pada keyakinan memuja raja Hung membuat Pesta kuil raja Hung jadi mempunyai kaliber internasional. “Mendapat pernyataan dari UNESCO, saya rasakan begitu bangga, sebab komune internasional sudah mengaku keyakinan kita, hal tersebut bermakna, mereka mengaku nilai-nilai kebudayaan orang Vietnam di penjuru dunia serta rakyat di dunia akan kenal Vietnam lebih banyak serta dengan pernyataan ini, Vietnam akan sukses menyerap kehadiran banyak pelancong luar negeri di Vietnam semakin banyak lagi”.
Pada pesta tahun ini, sesudah acara ritual berjalan banyak kegiatan kebudayaan serta kesenian folklor yang beranekaragam, contohnya menyanyi lagu rakyat Xoan berjalan , lagu rakyat Ca Tru berjalan serta banyak permainan rakyat lain serta titik beratnya adalah malam kembang api untuk akhiri pesta. Ini adalah aktivitas-aktivitas untuk mengkongkritkan program peningkatan pariwisata nasional, bertepatan itu adalah langkah yang penting untuk melakukan kebijaksanaan membuat kota Viet Tri, propinsi Phu Tho jadi kota pesta untuk kembali pada asal-usul bangsa Vietnam.
logoblog

Thanks for reading Beberapa ciri baru dalam Pesta kuil Raja Hung

Previous
« Prev Post