Monday, May 20, 2019

Baju Ao Dai memuliakan kecantikan wanita Vietnam

  9nagaasia       Monday, May 20, 2019
Lahir pada era ke-17, Ao Dai sudah jadi baju tradisionil wanita Vietnam. Ao Dai bukan sekedar memanifestasikan budaya baju, budaya komunikasi dan juga memiliki kandungan jiwa serta langgam kaum hawa Vietnam.

Sampai saat ini, ibu Huynh Thien Kim Tuyen, Sekretaris yang peertama Liga Pemuda Sekolah Tinggi Sastra yang saat ini ialah Institut Pengetahuan Pengetahuan Sosial serta Humaniora kota Ho Chi Minh masih ingat akan hari-hari pertama saat ia kenakan baju Ao Dai yang berwarna putih untuk menggerakkan pelajar serta mahasiswa lakukan demonstrasi serta berhenti belajar dalam pergerakan revolusioner yang dikerjakan oleh beberapa pelajar serta mahasiswa kota Sai Gon (kota Ho Chi Minh) pada beberapa tahun 70-an era kemarin. Dengan figur tubuhnya yang kecil, dalam baju Ao Dai yang lembut serta langsing, ia sudah melalui banyak pos penjagaan pasukan polisi untuk menebarkan surat selebaran serta sajak perkataan selamat tahun baru dari Presiden Ho Chi Minh di berjalan-jalan kota Sai Gon. Ibu Huynh Thien Kim Tuyen mengenangkan kembali: Saya ikut juga dalam kegiatan revolusioner semenjak waktu yang masih jadi pelajar sekolah Gia Long, saat masuk Sekolah Tinggi Sastra, saya sudah mencanangkan satu pergerakan kenakan baju Ao Dai dari tahun 1970 serta pergerakan kenakan baju Ao Dai itu memiliki beberapa ciri begitu baik. Baju Ao Dai dengan maksud memanifestasikan kemampuan gadis Vietnam. Pada saat itu sudah terdapat beberapa sajak serta lagu instrumental untuk memberikan pujian pada pergerakan kenakan baju Ao Dai di Sekolah Tinggi Sastra”.

Baju Ao Dai sudah jadi satu diantara lambang kaum hawa Vietnam. Saat ini, baju Ao Dai masih melestarikan nilainya saat diambil jadi baju seragam untuk pelajar wanita di banyak SMA serta pegawai negara wanita di sejumlah lembaga. Jadi orang yang dengan permanen bergaul dengan pelancong domestik serta pelancong luar negeri, ibu Huynh Ngoc Van, Direktur Museum Sisa Perang tetap pilih baju Ao Dai jadi baju kerja tiap hari. Sebab menurutnya, alami banyak periode yang bersejarah, baju Ao Dai tetap setia dengan wanita Vietnam. Baju Ao Dai bukan sekedar memuliakan kecantikan wanita, tetapi baju Ao Dai ini ikut menyosialisasikan citra Vietnam pada sahabat-sahabat internasional. Pada kesempatan-kesempatan spesial, Museum Sisa Perang pilih baju Ao Dai jadi baju seragam untuk beberapa personel wanita yang kerja di sini. Lebih-lebih , di sini, tidak hanya memperlihatkan sisa perang, kejahatan serta karena perang, Museum ini mengadakan banyak momen yang berkaitan dengan baju Ao Dai, contohnya pameran baju Ao Dai dari kaum hawa Vietnam lewat asap serta api peperangan, lakukan jumpa pergaulan dengan saksi-saksi yang kenakan baju Ao Dai dalam waktu peperangan. Lewat itu, baju Ao Dai dari ruangan Museum sudah masuk ke hati pengunjung selain kisah-kisah mengenai perang yang mengharukan mereka. Ibu Huynh Ngoc Van memberitahu: Museum Sisa Perang menyongsong kehadiran kurang lebih 700.000 pengunjung tiap tahun, kami memakai baju Ao Dai jadi baju seragam menjadi pemandu Museum. Khususnya adalah buat sisi langsung melayani pengunjung. Hal tersebut sudah mengalahkan perhatian pengunjung, tidak hanya berkunjung ke Museum, banyak pelancong sudah mengundang kami untuk berpotret dengan mereka seperti satu duta budaya Vietnam lewat baju Ao Dai”.

Alami pasang-surutnya riwayat, baju Ao Dai sudah alami banyak pergantian. Dari tahun 1930 sampai tahun 1940, baju Ao Dai tidak alami pergantian mengenai langkah menjahit, tetapi warnanya lebih cerah. Pada tahun 1939, baju Ao Dai dijahit dengan lehernya lebar serta berupa jantung serta ada pita di muka leher. Langkah menjahit baju Ao Dai dengan membuat wiru yang diawali dari tahun 1950 serta sampai tahun 1960, baju Ao Dai alami banyak pergantian dengan lipatan pakaian bawah dipotong lurus serta panjangnya sampai mata kaki serta lehernya bundar. Perancang Minh Hanh memberitahu jika saat ini, beberapa perancang baju Ao Dai tetap mempelajari, mencari serta mengiptakan model baru buat baju ini, bukan sekedar mengenai berbahan dan juga mengenai motifnya. Ia menjelaskan: “Semua orang memiliki satu pikiran yang simpel jika baju Ao Dai harus tipis serta lembut. Tetapi tidak, baju Ao Dai dapat juga dijahit dengan beberapa bahan kain yang kasar, tetapi bahan terintegrasi generasi baru yang diciptakan serta dipotong dengan laser serta banyak tehnik lainnya”.

Baju Ao Dai yang dimuliakan ikut membuat kebanggaan pada orang Vietnam dimana-mana. Baju Ao Dai sudah masuk kehidupan tiap keluarga serta tiap perorangan. Baju Ao Dai memuliakan kecantikan gadis dengan lekuk-lekuk tubuh yang mempesonakan serta menggairahkan tetapi primpen, anggun serta glamor.
logoblog

Thanks for reading Baju Ao Dai memuliakan kecantikan wanita Vietnam

Previous
« Prev Post