Friday, May 3, 2019

Haul Cikal Akan Bangsa Raja Hung serta ciri baru dalam pesta tradisi Kuil Raja Hung pada tahun 2012 Vietnam

  9nagaasia       Friday, May 3, 2019
Barang kali tidak ada negara mana saja di dunia yang memiliki hari haul cikal akan bersama dengan untuk semua bangsa serta memiliki satu situs peninggalan nasional untuk memuja nenek moyang seperti Kuil Raja Hung di propinsi Phu Tho, Vietnam Utara. Hari Haul Cikal Akan Bangsa Raja Hung yang ditetapkan oleh Negara Vietnam jadi Hari Haul Cikal Akan Nasional pada tanggal 10 bulan tiga menurut kalender Imlek saban tahun serta jadi pesta budaya yang besar dengan nasional. Dengan ciri budaya pesta tradisi tradsional ciri khas yang telah ada semenjak beberapa ribu tahun ini, Vietnam sedang selalu menyempurnakan dokumen ilmiah “Kepercayaan memuja Raja Hung di propinsi Phu Tho” untuk minta pada UNESCO agar mengaku jadi warisan budaya bukan kebendaan dari umat manusia.
Kuil Raja Hung di provinsi Phu Tho

Kebanyakan orang Vietnam tahu legenda mengenai bapak Lac Long Quang yang memperistrikan ibu Au Co serta melahirkan 100 telur, yang lalu menetas jadi 100 putra hingga terbentuklah etnis-etnis dalam komune Vietnam. Oleh karenanya, kebanyakan orang Vietnam memandang dianya mempunyai asal mula nenek moyang bersamanya. Legenda itu telah ada semenjak jaman Raja Hung serta dalam hati orang Vietnam, beberapa raja Hung ialah beberapa pendiri negara Van Lang, negara primitif pertama dalam riwayat Vietnam pada era ke-4 sampai era ke-5 sebelum Masehi serta malah jaman Raja Hung sudah membuat situs peninggalan Kuil Raja Hung yang bersejarah itu. Saat ini, banyak artefak arkheologi, situs peninggalan riwayat serta banyak tradisi istiadat, rutinitas masyarakat ditempat sudah menunjukkan jika jaman Raja Hung ialah jaman benar-benar ada pada riwayat Vietnam. Nguyen Anh Tuan, pakar arkheologi, Direktur Museum Raja Hung propinsi Phu Tho memberitahu jika “Dengan warisan-warisan budaya arkheologi yang begitu indah serta istimewa dari jaman beberapa Raja Hung, selain system budaya folklor, tetapi system ini tidak dapat terpisahkan dari semua situs peninggalan arkheologi. Daerah dari beberapa Raja Hung terkaitkan dengan beberapa ratus legenda mengenai waktu menegakkan negara yang dikerjakan oleh beberapa Raja Hung. Project bangunan yang mencatat cerita beberapa raja Hung, beberapa putri Raja, permaisuri serta lain, semua ada jadi bukan kebetulan. Lalu adalah blog-blog seperti tempat dimana beberapa Raja Hung mengajar masyarakat menanam pohon padi atau tempat dimana beberapa raja Hung serta beberapa serdadunya lakukan latihan”.

Bukti yang hidup-hidup untuk memperjelas system keyakinan memuja Raja Hung saat ini adalah lebih dari 86 juta masyarakat Vietnam yang hidup di bumi berupa huruf S ini sudah medirikan lebih dari 1.400 tempat beribadah untuk memuja beberapa raja Hung di semua negeri, lalu mengadakan pesta tiap tahun untuk membalas budi pada nenek moyang. Pada Hari Haul Cikal Akan Bangsa Raja Hung, semua masyarakat Vietnam yang ada di atau di luar negeri, meskipun berpedoman berbagai macam agama dan juga ingin kembali pada wilayah cikal akan di Viet Tri, propinsi Phu Tho untuk membakar hio mengenangkan layanan nenek moyang. Itu ialah kesedaran mengenai asal-usul bangsa, kepribadian orang Vietnam "Orang setanahair agar sama-sama mencintai”. Propinsi Phu Tho ialah wilayah cikal akan, dan juga ialah wilayah yang menaruh beberapa macam budaya pesta tradisi yang ciri khas, salah satunya, yang paling tipikal adalah Seni Lagu Xoan yang barusan mendapatkan pernyataan dari UNESCO jadi arisan budaya bukan kebendaan dari umat manusia yang butuh dilestarikan dengan darurat. Datang dari bentuk pemujaan dewa yang ada semenjak jaman Raja Hung, Seni Lagu Xoan yakni satu nyanyian di pintu kuil sudah diwariskan dengan lisan dari generasi ke generasi, jadi satu macam lagu rakyat yang berbentuk acara ritual kebudayaan komune. Daya hidup yang mengagumkan dari macam kebudayaan rakyat ini menggambarkan kristalisasi yang dalam dalam kehidupan kerja rakyat lewat banyak generasi hingga terbentuklah arus dalam kebudayaan bangsa. Nguyen Huu Nhan, periset kebudayaan rakyat propinsi Phu Tho memberitahu jika “Kebudayaan rakyat di propinsi Phu Tho bawa banyak selar kebudayaan jaman Raja Hung, yakni kebudayaan dari masyarakat pertanian padi sawah, yang aslinya termanifestasikan dengan paling jelas dalam pesta tradisi atau keyakinan reproduksi. Sampai kini, propinsi Phu Tho sudah berupaya memulihkan khazanah-khazanah pesta tradisi tradisionil, contohnya Seni Lagu Xoan, Seni Lagu Geo. Propinsi kami sudah memulihkan serta membuat kelub-kelub Seni Lagu Xoan serta Seni Lagu Geo serta saat ini, kelub-kelub itu sudah berkembang begitu baik”.

Keyakinan memuja Raja Hung dalam proses riwayat tetap adalah unsur dalam dari kebudayaan bangsa, ikut membuat kebanggaan, persatuan serta perasaan cinta Tanah Air dari orang Vietnam, oleh karenanya, alami banyak jaman, keyakinan memuja Raja Hung bersama beberapa macam budaya rakyat selalu bereksis serta berkembang di kelompok komune Vietnam. Pesta Hari Haul Cikal Akan Bangsa Raja Hung sudah diselenggarakan saban tahun serta jadi satu pesta tradisi yang paling besar di Vietnam. Pada tahun ini, Hari Haul Cikal Akan Bangsa Raja Hung-Pesta Tradisi Kuil Raja Hung di propinsi Phu Tho akan berjalan dari tanggal 5 sampai tanggal 10 bulan Tiga menurut kalender Imlek yakni jatuh dari 26 sampai 31 Maret Kalender Masehi. Ciri yang baru pada Pesta Tradisi Kuil Raja Hung tahun ini adalah upacara arak-arakan yang dikerjakan oleh kecamatan-kecamatan di seputar Situs Peninggalan Kuil Raja Hung dengan keterlibatan beberapa anggota korps diplomatik, wakil UNESCO di Vietnam serta Komite Nasional UNESCO Vietnam. Dalam pesta tradisi tahun ini diselenggarakan banyak tempat pertunjukan Seni Lagu Xoan di Situs Peninggalan Kuil Raja Hung serta grup-grup Seni Lagu Xoan asli. Sebelum Pesta Tradisi Kuil Raja Hung tahun ini, Komite Nasional UNESCO Vietnam, Kementerian Kebudayaan, Berolahraga serta Pariwisata Vietnam sudah mengemukakan dokumen pada UNESCO agar mengaku Keyakinan Memuja Raja Hung dari Vietnam jadi warisan budaya bukan kebendaan dari umat manusia. Dokumen “Kepercayaan Memuja Raja Hung dengan pengaturan erat dari dokumen Seni Lagu Xoan akan memperjelas jalinan yang akrab yang menunjukkan eksistensinya jaman Raja Hung serta terdapatnya sama-sama menolong". Dengan beberapa ciri budaya pesta tradisi ciri khas yang diwariskan dari generasi ke generasi, karena itu warisan Keyakinan Memuja Raja Hung sudah serta sedang dijaga serta di kembangkan oleh generasi saat ini supaya warisan yang berharga ini selalu hidup kekal selamanya.
logoblog

Thanks for reading Haul Cikal Akan Bangsa Raja Hung serta ciri baru dalam pesta tradisi Kuil Raja Hung pada tahun 2012 Vietnam

Previous
« Prev Post