Sunday, May 5, 2019

20 tahun Vietnam mengkonservasikan pusaka budaya dunia

  9nagaasia       Sunday, May 5, 2019
Pada tahun 2013, Vietnam memperingati ulang tahun ke-20 pusaka pertama yakni kompleks situs peninggalan riwayat Ibu Kota Kerajaan Hue mendapatkan pernyataan dari Organisasi Pengetahuan Pengetahuan serta Pendidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) jadi pusaka budaya dunia. Semenjak itu sampai saat ini, jumlahnya pusaka Vietnam yang mendapatkan pernyataan dari UNIESCO sudah jauh bertambah, terbagi dalam pusaka alam, pusaka budaya nonbendawi, pusaka budaya bendawi serta pusaka dokumen dunia. Dapat disebutkan, perjalanan ke pusaka telah susah, tetapi, permasalahan mengkonservasikan serta meningkatkan nilai semua pusaka itu dalam kehidupan makin lebih susah.
Pusaka dunia , Benteng dinasti Ho di provinsi Thanh Hoa

Terhitung sampai saat ini, Vietnam telah punyaa 17 pusaka yang disadari UNESCO jadi pusaka dunia. Titel pertama diserahkan kepada kompleks situs peninggalan riwayat Ibu Kota Kerajaan Hue pada tahun 1992. Lalu disusul adalah teluk Ha Long yang 2x mendapatkan pernyataan jadi pusaka alam dunia pada tahun 1994 serta 2000. Pada tahun 1999, bidang kota kuno Hoi An serta situs peninggalan riwayat Wilayah Suci My Son di propinsi Quang Nam, Vietnam Tengah mendapatkan pernyataan jadi pusaka budaya dunia. Seterusnya adalah Musik Istana Hue pada tahun 2003, ruangan gong serta bonang Tay Nguyen pada tahun 2005. Terutamanya adalah sepanjang 5 tahun belakang ini, Vietnam terus-terusan mendapatkan pernyataan jadi pusaka dunia untuk Zone Sentra Benteng Thang Long-Hanoi serta Benteng Dinasti Ho di propinsi Thanh Hoa, Vietnam Tengah. Pusaka-pusaka budaya nonbendawi adalah lagu rakyat Ca Tru, lagu rakyat Quan Ho Bac Ninh, Pesta Giong, lagu rakyat Xoan, propinsi Phu Tho serta Keyakinan memuja Raja Hung. Diluar itu adalah 3 pusaka dokumen dunia yakni Naskah dokumen dinasti Nguyen, 82 prasasti batu semua ujian cendekiawan dinasti Le-Mac dari 1442 sampai 1779 serta Naskah dokumen dari kayu di pagoda Vinh Nghiem. Pernyataan internasional yang memuliakan nilai kebudayaan Vietnam mempunyai makna khusus dalam menyosialisasikan citra negara Vietnam, bertepatan itu, ajukan tanggung-jawab dalam mengkonservasikan serta mengawasi semua pusaka budaya dunia. Profesor muda, Doktor Dang Van Bai, bekas Kepala Direktorat Pusaka Budaya, Wakil Ketua Asosiasi Pusaka Budaya Vietnam menjelaskan: “Gelar pusaka budaya serta pusaka alam dunia adalah titel yang berharga, tetapi yang bersamaan dengannya adalah keharusan serta tanggung-jawab jadi negara anggota ialah begitu berat. Arah UNESCO saat keluarkan konvensi mengenai konservasi pusaka adalah tingkatkan kesedaran komune semua negara di dunia mengenai fungsi serta makna pusaka dalam kehidupan sosial umat manusia, bertepatan itu, memperjelas tanggung-jawab nasional dalam mengawasi pusaka budaya negaranya sebagai satu elemen dari pusaka dunia”.

Buat beberapa negara maju, pusaka yang mendapatkan pernyataan adalah satu penghormatan, karena itu buat banyak propinsi serta kota di Vietnam, pernyataan pada pusakanya mainkan fungsi besar dalam peningkatan ekonomi biasanya, terutamanya adalah peningkatan pariwisata. Dengan mendapatkan perhatian serta investasi dari badan-badan pengelola serta semua warga lewat pekerjaan pengendalian, perbaikan serta pemugaran pusaka sudah memberi sumbangan yang makin aktif pada perubahan ekonomi serta pariwisata. Praktik di beberapa daerah sampai kini, wilayah yang mempunyai pusaka sudah ambil banyak ide untuk lakukan publikasi pusakanya seperti Tahun pariwisata Ha Long, Festival Hue, Quang Nam perjalanan pusaka, Malam bulan bidang kota kuno Hoi An, Jalan pusaka Vietnam Tengah dan sebagainya. Banyak produk wisata yang ciri khas sudah diperluas di seputar semua warisan misalnya wisata perkebunan, berwisata di pulau Cham, wisata desa kerajinan dan sebagainya. Semua produk ini bukan sekedar membuat lapangan kerja pada rakyat ditempat, tetapi sebaliknya sudah memberi sumbangan yang tidak kecil pada sumber modal investasi, mengurus, memugar serta melakukan perbaikan pusaka serta situs peninggalan riwayat.

Arah UNESCO bukan sekedar mengutamakan konservasi serta pemugaran tetapi begitu mengutamakan fungsi komune pada semua pusaka, terutamanya adalah bagaimana pusaka itu disosialisasikan, bagaimana pusaka itu berakar berurat dalam kesedaran komune masyarakat serta bagaimana diwariskandan dikonservasikan oleh generasi-generasi selanjutnya. Propinsi Bac Ninh, wilayah yang mempunyai lagu rakyat Quan Ho Bac Ninh mendapatkan pernyataan dari UNESCO jadi pusaka budaya nonbendawi dunia sudah banyak berupaya dalam mengkonservasikan serta meningkatkan nilai budaya pusaka dalam kehidupan komune. Propinsi ini sudah melakukan 14 program mengenai menguatkan publikasi, mengindentifikasikan, menginventarisasi pusaka, memuliakan artisan dan sebagainya, salah satunya mengutamakan pewarisan supaya lagu rakyat Quan Ho selalu disebarkan di komune. Nguyen Van Quyen, seseorang masyarakat desa Diem, wilayah yang dipandang seperti kampung halaman asli lagu rakyat Quan Ho barusan mengakhiri buku yang dipandang seperti kamus lagu rakyat Quan Ho setebal lebih dari 2.000 halaman serta lebih dari 1.000 lagu yang dikoleksi serta dicatat oleh suami-istrinya sepanjang hampir 50 tahun ini. Ia menjelaskan: “Ketika beberapa kakek wafat bermakna bawa semua pusakaitu ke dunia baka, oleh karenanya, saya makin harus asik dengan lagu rakyat Quan Ho. Komune internasional sudah mengaku, karena itu bagaimana kita harus penuhi karakter internasional itu”.
Pusaka dunia di Vietnam bukan sekedar untuk di nikmati, tetapi adalah sumber kekayaan budaya yang memberikan keuntungan komune. Dalam pekerjaan mengkonservasikan serta meningkatkan nilai pusaka, fungsi Negara adalah membuat proses kebijaksanaan serta lakukan program tindakan untuk memberikan inspirasi keterlibatan komune supaya pusaka betul-betul hidup dalam kehidupan komune. Lewat semua program tindakan yang praksis itu, dengan maksud tingkatkan kesedaran komune.
logoblog

Thanks for reading 20 tahun Vietnam mengkonservasikan pusaka budaya dunia

Previous
« Prev Post