Thursday, April 4, 2019

Ho Chi Minh, Tokoh Pemersatu Vietnam yang Sering Didakwa Antek Stalin

  9nagaasia       Thursday, April 4, 2019
Sampai sekarang masih banyak kekeliruan mengenai sang pemimpin Vietnam, terutama karena cerita-cerita palsu mengenai kehidupannya setelah ia meninggal.
2x tinggal di Moskow, habiskan sejumlah besar hidupnya di Moskow pada 1930-an, serta mempunyai memahami komunisme garis keras, Ho Chi Minh (presiden Vietnam Utara dari 1945 – 1969), seringkali disangka menjadi antek Joseph Stalin, pemimpin Uni Soviet saat itu. Seseorang periset Vietnam menghalau spekulasi itu dengan memaparkan fakta-fakta penting tentang Ho.
Jauh sebelum Ho Chi Minh jadi presiden Republik Demokratik Vietnam (biasa diketahui menjadi Vietnam Utara) pada 1945, sang revolusioner Vietnam sudah lama hidup berkelana melingkari di Eropa. Pada 1920, saat umurnya masih tetap 30, Ho adalah satu diantara pendiri Partai Komunis Prancis di Paris. Tiga tahun lalu, dia geser ke Moskow.

“Lebih dari memahami komunis garis keras, seruan Lenin pada golongan proletar Barat untuk memberi dukungan revolusi nasionalis di beberapa negara yang terjajahlah yang memberikan inspirasi Ho Chi Minh,” tutur Nguyen Thanh Khu, seseorang periset dari ibu kota Vietnam, Hanoi, yang memahami Uni Soviet pada 1990-an.

“Selain itu, usaha Ho dalam perlawanan rakyat Vietnam pada kolonialisme Prancis di Paris pula terdengar sampai kuping penguasa-penguasa di Moskow.”

Saat tiga tahun di Paris, Ho memublikasikan dua jurnal antikolonial.

Bangun Kader di Tiongkok
Di Moskow, Ho Chi Minh belajar di Kampus Komunis Golongan Pekerja dari Timur punya Comintern, satu organisasi internasional dari Uni Soviet yang mempunyai tujuan sebarkan memahami komunisme di penjuru dunia.

“Uni Soviet belum cukuplah siap serta kuat waktu itu untuk menolong pergerakan kemerdekaan di Vietnam, tetapi mereka ingin bangun pergerakan revolusi di beberapa negara terjajah,” tutur Khu.

Sesudah dua tahun di Moskow, Ho geser ke Kanton (saat ini Guangzhou) di selatan Tiongkok, serta kerja menjadi penerjemah di Tubuh Telegraf Rusia (saat ini TASS).

Saat delapan tahun selanjutnya, Ho berulang-kali diamankan penegak hukum Tiongkok sebab seringkali memobilisasi simpatisan komunisme. Untuk menghindar, dia geser dari satu kota ke kota yang lain di Tiongkok.

Ho diamankan oleh Britania pada 1931 di Hong Kong, serta dipenjara saat dua tahun. Agar Ho tidak diekstradisi ke pemerintah kolonialis Prancis, Britania Raya memalsukan kematian Ho lantas membebaskannya. Sang pemimpin Vietnam sukses bersembunyi di Tiongkok sebelum mendapatkan cukuplah uang untuk geser ke Vladivostok, Uni Soviet, serta berkelana ke banyak kota sebelum datang di Moskow pada 1934.

Murid di Institut Lenin
“Saat kehadirannya pada pertengahan 1934, Ho tidak diterima seperti pahlawan. Demikian sebaliknya, dia langsung di kirim ke sekolah Lenin untuk dididik,” seperti ditulis Sophie Quinn Judge dalam buku “Ho Chi Minh: Beberapa tahun yang Hilang. 1919 – 1941.” Ho lalu didepak dari Partai Komunis serta Comintern, serta tidak mendapatkan peranan disana.

Dia lalu belajar di Institut Beberapa masalah Nasional serta Penjajahan, dan mengajar disana sampai 1938.

“Mengetahui jika Ho ingin membuat skema nasionalisme serta komunisme ciri khas Asia, beberapa tahun terakhir kalinya di Moskow ialah pengalaman bernilai yang membuat dapat pimpin perjuangan menantang beberapa orang Prancis serta AS,” tutur Khu. “Tujuan pentingnya di Moskow ialah merubah Tiongkok jadi komunis serta ramah pada Vietnam, lantas membantu negaranya menendang Prancis keluar.”

Tokoh yang Disalahpahami
Khu menjelaskan jika sampai saat ini ada banyak kesalahan tentang sang pemimpin Vietnam, khususnya sebab cerita-cerita palsu tentang kehidupannya sesudah dia wafat. Ho seringkali dipandang seperti mata-mata Rusia, tuturnya memberikan.

“Ho bukan kaki tangan Joseph Stalin (pemimpin Uni Soviet saat itu), mereka berdua belum pernah bicara langsung sampai 1950,” catat Quinn-Judge.

Ho pada akhirnya bertatap muka dengan Stalin serta pemimpin tangan besi Tiongkok Mao Zedong pada awal 1950-an. Uni Soviet serta Tiongkok lalu mengaku rezim Ho menjadi pemerintahan yang resmi di Vietnam Utara.

Ho Chi Minh wafat sebelum akhir Perang Vietnam, serta beberapa pakar Rusia mengawetkan tubuhnya, yang sampai sekarang bisa disaksikan di Hanoi.

Karena suport Uni Soviet serta Tiongkoklah pada akhirnya Vietnam Utara bisa menaklukkan AS serta menjadikan satu semua negeri. Sampai sekarang, Vietnam masih berpaham komunis, dengan Ho Chi Minh disaksikan menjadi figur punya pengaruh.

Dengan reformasi pasar serta keterbukaan pada investasi asing, Vietnam jadi satu diantara ekonomi sangat cepat tumbuh di Asia. Saat ini di Ho Chi Minh City (sisa Saigon), bendera merah dengan muka sang pemimpin berkibar bebas di langit, di muka etalase beberapa produk elegan asal Prancis.


logoblog

Thanks for reading Ho Chi Minh, Tokoh Pemersatu Vietnam yang Sering Didakwa Antek Stalin

Previous
« Prev Post